Berbagi Berita Merangkai Cerita

4 IRT Bebas, SP3 dari Kejari Praya Diterima Pengacara

149

FOTO. Yan mangandar

MATARAM, DS – Tim kuasa hukum empat ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Wajegeseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah menyatakan kliennya telah menerima Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah pada kasus dugaan pelemparan terhadap pabrik tembakau milik UD Mawar yang telah dihentikan kasusnya oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Praya.


Kuasa hukum 4 IRT, Yan Mangandar, mewakili para kuasa hukum lainnya menyampaikan ucapan terima kasih pada respon cepat Kejari Lombok Tengah untuk melaksanakan Keadilan Restoratif. Yakni, dengan telah dilakukannya upaya mediasi yang hasilnya berhasil baik, antara pelapor (Pemilik Perusahaan) dan Terlapor (4 IRT asal Desa Wajageseng) dengan telah diterbitkannya SP3 tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini SP3 telah kami terima dari Kejari Lombok Tengah. Dan kami juga mengapresiasi putusan Majelis Hakim PN Praya yang sudah mempertimbangkan rasa keadilan yang berperikemanusiaan,” kata Yan pada wartawan melalui pesan tertulisnya, Selasa (9/3).

Menurut dia, penerbitan SP3 sebagai hadiah bagi anak IRT yang masih membutuhkan ASI. Sebab, saat ditahan di Rutan Praya beberapa waktu lalu, dua dari empat terdakwa IRT tersebut membawa anaknya yang memang membutuhkan kasih sayang dan air susu ibunya.

“Dengan terbitnya SP3 ini maka proses hukum terhadap 4 IRT berakhir dan bebas,” tegas Yan.


Lebih khusus, tim kuasa hukum 4 IRT yang tergabung dalam Nyalakan Keadilan IRT tak lupa, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat luas, terutama kepada aktifis, media, pegiat sosial, para pejabat pemerintahan baik Pemprov dan Pemkab Lombok Tengah. Termasuk, para politisi baik anggota DPRD Lombok Tengah, DPRD Provinsi NTB dan Anggota DPR RI dapil Pulau Lombok (NTB-2) yang telah memberikan dukungan yang tidak ternilai kepada para 4 IRT, anak-anak dan keluarganya.


“Penyidik Kejari maupun Hakim PN Praya telah membuka mata hati kita semua bahwa Keadilan Restoratif juga bisa terjadi pada 4 IRT. Terima kasih pada para pihak yang ikut peduli dan turun langsung memberikan suport dan bantuannya selama proses persidangan,” ujar Yan.

DA Malik


Sementara itu, salah satu kuasa hukum 4 IRT lainnya, DA Malik, mengatakan, dengan telah dikeluarkannya surat penetapan penghentian penuntutan atau SP3 oleh Kejaksaan Negeri Praya terhadap 4 IRT tersebut. Hal ini, dapat dipandang sebagai bagian dari familiar sistem dan bentuk bekerjanya nurani hukum.
“Terima kasih, para penegak hukum mulai Kejari, Majelis Hakim Praya dan aparat Kepolisian yang sudah bekerja menegakkan nurani hukumnya pada empat IRT asal Desa Wajageseng,” tandas Malik.


Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Praya memutuskan perkara empat ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Wajegeseng yang melakukan pelemparan terhadap pabrik tembakau, batal demi hukum pada Senin (1/3) lalu.


“Maka berkenan sekiranya majelis hakim, yang memeriksa perkara tersebut, untuk memberikan putusan sebagai berikut. Menerima eksepsi para terdakwa seluruhnya, menyatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, tanggal 17 Februari 2021 batal demi hukum, atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima menurut hukum,” ucap Hakim Ketua Asri yang mengadili perkara tersebut. RUL.,

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.