Menu

Mode Gelap

Politik · 6 Apr 2022 17:22 WITA ·

Butuh Cash-flow Seimbang, M-16 Yakini Banyak Politisi NTB Pindah Parpol di Pileg 2024


					FOTO. Bambang Mei Finarwanto. (FOTO. RUL/DS) Perbesar

FOTO. Bambang Mei Finarwanto. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Lembaga Kajian Sosial Politik M-16, menilai bahwa gelaran Pileg tahun 2024 di NTB akan diwarnai oleh fenomena migrasi dan eksodus politisi ke parpol lain yang dianggap lebih menjanjikan secara karier politik- ekonomi plus tawaran hak istimewa.

Tentunya, tawaran aneka konsesi politik ini sangat menggiurkan bagi politisi yang memiliki ketokohan kuat guna memuluskan ekspektasi karier politiknya.

Apalagi hampir dua tahun ini kondisi perekonomian masyarakat berantakan dihantam badai pandemi covid 19. Tentu hal ini juga berpengaruh pula terhadap kondisi cash-flow para politisi dalam mengatur keperluan biaya entertain politiknya.

“Jadi, munculnya tawaran insentif politik elektoral dari parpol untuk menggaet politisi yang memiliki kantong suara maupun rekam jejak yang jelas pada Pileg 2024 akan marak dan masif,” ujar Direktur M-16 , Bambang Mei Finarwanto pada wartawan, Rabu (6/4).

Menurut dia, munculnya partai baru dengan mengusung berbagai jargon politik untuk menarik simpati rakyat, maka hal tersebut menjadi peluang dan harapan bagi politisi dalam menentukan afiliasi maupun karier politiknya.

Apalagi, lanjut Bambang, berkaca pileg sebelumnya. Tentunya, dalam Pileg 2024, baik parpol lama maupun baru, ingin memperoleh suara elektoral terbanyak.

“Disinilah letak pentingnya selain mesin partai, yakni keberadaan figur dan performance caleg yang diusung akan menentukan perolehan suara partai. Tak kalah pentingnya juga topangan logistik politik untuk mengakselerasikan gerakan politik,” kata Bambang.

Ia mendaku, dalam Pileg 2024 akan terjadi pertarungan antar parpol berebut pengaruh dalam menggaet figur (tokoh) guna menopang perolehan suara partai baik sebagai caleg ataupun vote getter.

Bambang mencontohkan, fenomena Tuan Guru Bajang (TGB) Muhamad Zainul Majdi yang kini merapat dan diberikan kehormatan oleh Partai Perindo.

“Apapun dalihnya, keberadaan TGB sebagai vote getter di Perindo hari ini harus dimaknai sebagai bentuk ajakan dan dukungan untuk parpol besutan Hary Tanoe ini,” ucap dia.

Langkah politik Instan Perindo mengajak TGB dalam gerbongnya tidak bisa pula ditafsirkan bebas nilai. Pasti ada hidden agenda baik di depan ( front stage ) maupun back stage.

“Yang utama pasti dampak perolehan suara Perindo akibat TGB Effect tersebut. Utamanya pada pemilik Islam, disitu Perindo tentu sudah mengkalkulasi elektoral effectnya ketika mengajak TGB dalam satu barisan. Kedepan bisa jadi banyak figur/tokoh yang bergabung dengan Perindo,” jelas Bambang.

Ia mengatakan, pada akhir Desember tahun 2021 misalnya, ada peristiwa penting bagaimana tokoh-tokoh utama NW Anjani menyatakan diri bergabung dengan Partai Gerindra. Tentu Partai Gerindra menyambut dengan tangan terbuka dukungan NW karena ujung-ujungnya tentu agar suara elektoral Gerindra bertambah secara signifikan.

” Apapun argumentasinya setiap rangkaian peristiwa politik tak terlepas ada transaksi politik yang adil sebagai bentuk simbiosis mutualisme,” tandas Bambang. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Komunitas di Kota Mataram Deklarasi Dukung Gus Muhaimin Presiden

19 Juli 2022 - 16:45 WITA

Civitas Akademika Unhas Sebut TGB Layak jadi RI 1 atau RI 2

11 Juni 2022 - 18:05 WITA

Surat PAW Wakil Ketua DPRD Belum ke Mendagri, Gerindra NTB Pertanyakan Sikap Gubernur

10 Juni 2022 - 17:50 WITA

Selamat Hari Pancasila

1 Juni 2022 - 16:11 WITA

Hari Lahir Pancasila, PDIP NTB Gaungkan Tanam Pohon Produktif di Tempat Ibadah

1 Juni 2022 - 16:09 WITA

Zakiy : “Ungkapan Pak SBY Sometime We Win, Sometime We Learn jadi Spirit Bangun Kebersamaan Kader Demokrat Mataram

27 Mei 2022 - 16:10 WITA

Trending di Politik