Duta Selaparang

Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

Jaga Ketahanan Pangan, Satgas NU NTB Bantu Bibit Singkong

2 min read

MATARAM, DS –  Satgas NU NTB Peduli terus menyalurkan bantuan paket sembako dan bibit singkong untuk masyarakat terdampak Covid-19, bersama Komunitas Budhayana Indonesia (KBI) Provinsi  NTB ke Pondok Pesantren Riyadul Falah, Desa Aik Prape Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur, Rabu (19/5).

Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk mengurangi dampak covid-19 bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, disabilitas dan lansia.

Koordinator KBI NTB, Metawadi, saat serah terima bantuan paket sembako mengatakan bantuan tersebut sebagai upaya membantu masyarakat terdampak pandemi.

“Upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 akan terus diupayakan dengan memberikan bantuan makanan berupa paket sembako, semoga dengan upaya ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita khususnya mereka yang memiliki keterbatasan. Dan kedepan kita akan terus bersama NU untuk menjangkau warga,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Satgas NU NTB Peduli, Apipuddin menjelaskan, gerakan pencegahan dan penanganan dampak covid-19 oleh Satgas NU NTB Peduli, tidak saja dilakukan dengan kegiatan-kegiatan sosialisasi, pembagian masker, handsanitizer, penyemprotan disinfektan dan pembagian sembako, sebagai upaya menjaga kesehatan dan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. Satgas NU NTB Peduli,  juga mendorong “gerakan ayo menanam” untuk membangun ketahan pangan di level jamaah dan warga NU.

Gerakan ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan keswadayaan warga dalam rangka memanfaatkan pekarangan dan lahan yang dimiliki untuk menanam tanaman pangan yang dapat dijadikan sebagai sarana memperkuat ketahanan pangan dalam mengantisipasi potensi kerawanan pangan akibat pandemi covid-19. Juga sebagai sarana untuk saling membantu antar warga yang kekurangan bahan pangan.

Selain memberikan bantuan APD dan sembako, Satgas NU juga mendorong gerakan ayo menanam kepada warga dan jamaah NU di NTB untuk mengantisipasi potensi kerawanan pangaan akibat pandemi Covid-19.

“Satgas NU NTB Peduli mengajak jamaah dan warga NU di NTB, terus memperkuat kepedulian dan memupuk semangat gotong royong membantu sesama dalam mencegah dan mengurangi dampak Covid-19, serta membangun upaya ketahanan pangan dengan memanfaatkan pekarangan dan lahan yang dimiliki untuk bercocok tanam. Dengan cara itu kita berharap jamaah dan warga NU dapat lebih siap dan mandiri menghadapi potensi kerawanan pangan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19,”  tambah Dosen Fakultas Syari’ah UIN Mataram ini.

Sementara itu, pengurus pondok pesantren Riadul Falah menyambut baik gagasan Satgas NU NTB.

“Ini inisiatif yang sangat bagus, kita warga NU harus menyambut gagasan ini, dengan cara ini kita bisa menjadi warga yang kuat dan tidak terlalu terdampak secara ekonomi karena bisa mengambil bahan pangan dari lahan yang kita miliki sewaktu-waktu, insyaallah dengan cara ini kita bisa mandiri dan tidak bergantung kepada sumbangan dan belas kasihan orang lain, ini bagus kita harus dukung,” jelas pengasuh pondok pesantren Riadul falah Ustazd Abror,  saat tim Satgas NU NTB bersama KBI NTB menyalurkan bantuan sembako dan bibit pohon singkong ke tempatnya.

Sebagai bentuk dukungan atas gagasan Satgas NU NTB, bibit pohon singkong langsung ditanam dilahan milik pesantren. RUL.