Wali Kota Ahyar Pantau Kesiapan RSUD Kota Mataram

MATARAM, DS – Pemkot Mataram terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Selain memberlakukan pemeriksaan terpadu di tujuh pintu masuk Kota Mataram, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh juga terus memantau dan memastikan kesiapan RSUD Kota Mataram.

“Ya hari ini saya pantau langsung, bagaimana kesiapan RSUD Kota Mataram. Tadi laporan dari direktur bahwa persiapan sudah dilakukan maksimal, kamar-kamar khusus untuk PDP juga sudah siap. Artinya, Kota Mataram memang harus siap menghadapi pandemi Covid-19, dengan segala ikhtiar yang kita lakukan,” kata Ahyar Abduh, Jumat (3/4), di sela kunjungan ke RSUD Kota Mataram.

Ahyar mengatakan, meski kesiapan sarana kesehatan sudah maksimal namun upaya ini tidak akan berhasil tanpa partisipasi dan kesadaran masyarakat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Menurutnya, pandemi Covid-19 merupakan permasalahan yang sudah berskala global. Tingkat penyebaran dan penularan yang cepat menjadi salah satu yang harus diminimalisir.

Karena itu, Pemkot Mataram menerapkan sejumlah kebijakan strategis. Selain masif memberikan edukasi dan sosialisasi tentag social distancing dan pola hidup sehat, Pemkot juga membatasi jam malam untuk mencegah kegiatan yang berpeluang menimbulkan kumpulan orang banyak.

Pemkot Mataram juga sudah mulai memberlakukan Posko Pemeriksaan Covid-19 Terpadu di tujuh pintu masuk Kota Mataram yang berbatasan dengan wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Utara.

“Kita bikin posko terpadu di pintu masuk. Hari pertama ini memang ada beberapa evaluasi, tapi ini akan kita perbaiki polanya. Tujuannya apa? agar pergerakan dan penyebaran Covid-19 ini bisa benar-benar kita minimalisir,” katanya.

Walikota Ahyar Abduh mengimbau masyarakat Kota Mataram agar berpartisipasi dalam penanganan Covid-19. Caranya dengan menaati aturan dan anjuran pemerintah, menerapkan social distancing dan phsycal distancing, menghindari kegiatan yang berkumpul, lebih sering di rumah, dan rajin mencuci tangan dan menggunakan masker saat bepergian.

“Masyarakat kita harap tidak perlu panik. Tapi harus tetap waspada dan turut disiplin, taati anjuran pemerintah. Di beberapa negara yang berhasil menekan Covdi-19 ini, itu karena masyarakatnya benar-benar disiplin. Kalau tidak kita akan sulit memutus mata rantai penyebarannya,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra, mengatakan, untuk mengantisipasi Covid-19, RSUD Kota Mataram akan menyiapkan sekitar 100 kamar perawatan khusus PDP dan kasus positif, secara bertahap.

“Kita akan siapkan 100 kamar di Graha Mandalika. Saat ini yang sudah siap sekitar 18 kamar, ini akan terus kita tambah secara bertahap,” katanya seraya menambahkan, secara medis Covid-19 ini memang belum ditemukan obatnya. Namun dalam banyak kasus, cukup banyak pasien positif Covid-19 berhasil sembuh setelah menjalani perawatan isolasi yang sesuai standar.

Menurutnya, yang terpenting saat ini dilakukan adalah menimimalisir penyebaran Covid-19 agar tidak semakin banyak masyarakat yang tertular.

“Sebab di NTB ini kan transmiter kita ada tiga, ada klaster Bogor, klaster Gowa, dan klaster Jakarta. Proses tracing untuk tiga klaster ini terus dilakukan, sementara masyarakat harus tetap patuh setidaknya social distancing harus terus dijaga,” tandasnya. RUL.

Tinggalkan Balasan