Pedas, Bupati Kritik LPP Selaparang TV

SELONG,DS-Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmy, memberikan kritik pedas terhadap pengelolaan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Selaparang TV. Kritik tersebut disampaikan Sukiman di hadapan wartawan Lombok Timur saat menggelar jumpa pers pada Jumat (03/04/2020).

“Tadi malam saya mencoba mengamati Selaparang Televisi dari awal sampai akhir, tidak ada inovasi sama sekali. Inovasi itu hanya satu, Berita Selaparang. Itu yang up to date terus,” sesalnya.

Selaku Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Lombok Timur, Bupati meminta agar stasiun televisi milik Pemda tersebut berinovasi dalam memberikan tontonan kepada publik. Terlebih dalam masa tanggap darurat Corona ini. Dimana, saat-saat ini masyarakat diimbau untuk tidak ke luar rumah. Apalagi sarana pendidikan dan sarana ibadah juga ditutup untuk sementara waktu.

Bupati berharap tontonan yang edukatif disajikan Selaparang TV agar dapat menjadi tuntunan bagi siswa yang tidak dapat bertatap muka dengan guru yang mengajar di sekolah.

“Anak-anak kita sekarang ini sedang di rumah. Sekadar mereka nonton TV. Kasih materi apa. Undang gurunya, undang kepala sekolahnya. Agar mereka tetap segar pengetahuannya,” pinta Bupati. Dengan demikian, maka siswa-siswi Lombok Timur tidak akan kelabakan dengan mata pelajaran saat kembali masuk ke sekolah nantinya. “Ketika mereka masuk sekolah nantinya, ada evaluasi, tentu mereka masih ingat pengetahuannya,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan agar program keagamaan juga ditayangkan dimasa-masa ini mengingat adanya larangan berkumpul yang menyebabkan tidak adanya siraman rohani melalui pengajian yang dapat didengar melalui corong mushalla maupun masjid.

“Masjid di lock. Tidak ada pengajian, khotbah di masjid. Kita punya media. Edukasi masyarakat. Panggil tuan guru. Beri pengajian setiap waktu, setiap malam,” sarannya.

Pimpinan LPP Selaparang TV pun diharapkan dapat menggali kreatifitas dan inovasi dalam pengelolaan stasiun televisi yang didirikan di masa kepemimpinan Ali BD ini. Serta, mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dalam perwujudannya.

“Jangan barang basi saja yang diulang-ulang. Apa fungsinya kreatifitas, inovasi. Memang banyak kendala. Tugas pimpinan itulah yang mengkreasi, menginovasi agar kendala itu berkurang,” tadasnya.dd

Tinggalkan Balasan