Jangan Asal Bikin Desinfektan, Konsultasikan dengan Puskesmas

SELONG,DS- Juru bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19, Pathurrahman, meminta masyarakat agar tidak asal-asalan membuat desinfektan. Perlu dilakukan konsultasi dengan pihak Puskesmas setempat agar formula yang digunakan dalam pembuatannya tidak salah.

Demikian diungkapkan oleh pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, (Kabag Kesra) Lotim itu saat menggelar jumpa pers dengan sejumlah awak media Jumat (03/04/2020).

“Sebelum melakukan penyemprotan atau pencampuran, sebaiknya berkonsultasi dengan pihak Puskesmas. Karena di Puskesmas itu ada tenaga apoteker yang mengerti tentang kandungan-kandungan kimia yang akan dipakai,” pintanya seraya menambahkan masyarakat harus mengonsultasikan pembuatan desinfektan agar pencampuran zat kimia memiliki formula yang tepat. Karena perbedaan formula berlaku bagi zat kimia yang berbeda.

Kesalahan campuran dalam pembuatan disinfektan justru dikhawatirkan dapat membahayakan bagi kesehatan manusia. Karena dapat menghasilkan zat yang bersifat karsinogenik. Karsinogenik artinya, zat tersebut tidak dapat terurai di dalam tubuh manusia, dan dapat menyebabkan kanker.

“Jangan sampai nanti corona selesai malah kanker yang banyak di lima hingga 10 tahun yang akan datang,” pungkas pria yang berlatar belakang keilmuan Epidemiologi tersebut.

Ia pun tak menganjurkan penggunaan chamber (bilik) desinfektan yang digunakan untuk penyemprotan terhadap manusia. Namun, jika memang penggunaan chamber itu dilakukan maka harus diperhatikan agar penyemprotan tidak mengenai mata, lubang hidung dan lubang telinga.

“Selama itu tidak mengenai lubang, boleh. Dengan catatan campuran desinfektannya baik. Tapi pastikan tidak masuk ke lubang mata, maupun hidung,” tandasnya. “Ada solusi yang lain. Yaitu di lap. Kalau cari aman, cuci tangan pakai sabun. Itu yang paling penting,” tegasnya.

Meskipun demikian, ia mengapresiasi semangat masyarakat Lotim dalam bersama-sama memerangi corona dengan pembuatan chamber maupun penyemprotan secara mandiri. Ia pun meminta agar masyarakat berkonsultasi dengan ahlinya dalam membuat campuran cairan disinfektan.

“Di masyarakat memang banyak yang kita lihat berinisiatif. Kita mengapresiasi keinginan semangat masyarakat. Tapi konsultasi dulu, lapor dulu,” himbaunya.dd

Tinggalkan Balasan