Berbagi Berita Merangkai Cerita

2018, Pembangunan PLTG dan PLTGU Lombok Peaker Tuntas 

0 93

MATARAM, DS – Pemprov NTB terus mendorong pembangunan pembangkit tenaga listrik di Pulau Lombok dan Sumbawa.  Itu ditandai dengan akan dibangunnya dua  Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listris Tenaga Gas dan Uap  (PLTGU) Lombok Peaker yang mampu memproduksi energi listrik sebesar 150 MW yang ditargetkan tuntas pada tahun 2018 mendatang.

 

Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH, M. Si saat membuka Rapat Koordinasi Rencana Pembangunan Sistem Kelistrikan di NTB mengatakan pembangunan PLTG dan PLTGU yang berlokasi di Kota Mataram untuk Pulau Lombok dan di Sumbawa, tidak lain merupakan ikhtiar untuk mendukung proyek kelistrikan sebesar 500 MW di seluruh wilayah NTB.

 

Sebab, menurutnya hal itu merupakan bagian dari proyek kelistrikan nasional sebesar 35.000 MW. “Bahkan sistem kelistrikan di NTB terus mengalami peningkatan, berkat diresmikannya mobile power plant 2×25 MW oleh Presiden RI Joko Widodo baru-baru ini,” ungkap Wagub Amin dalam sambutannya di Hotel Golden Palace, Selasa (1/8).

 

Wagub menegaskan, adanya penambahan daya listrik ini akan dapat berkontribusi dalam mendorong percepatan pembangunan NTB, khususnya pertumbuhan sektor usaha dan ekonomi produktif masyarakat. Mengingat, listrik merupakan  salah satu infrastruktur dasar yang harus disediakan. “Hampir semua usaha memerlukan dukungan energi listrik,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan itu, Wagub  mengajak masyarakat  untuk tetap menjaga kondusifitas daerah. Dan juga merawat, serta memanfaatkan dengan baik aset-aset pembangunan yang telah diwujudkan.  “Sehingga, pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor dapat terus dilaksanakan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Wagub.

 

Khusus pembangunan PLTGU Lombok Peaker diperoleh dengan terbitnya PP Nomor 13 Tahun 2017 yang mengatur kegiatan pemanfaatan tata ruang yang bernilai strategis nasional, tetapi belum termuat dalam RTRW provinsi atau kabupaten/kota.

 

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda pembangunan proyek PLTGU Peaker ini. “Saya harap pembangunan PLTGU ini rampung sesuai yang ditargetkan pada tahun 2018 mendatang,” tandas Wagub Amin.

 

Terpisah, GM Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusra, Djarot Hutabri, melaporkan adanya perubahan di organisasi Induk PLN sehingga PLN Nusra bergabung dengan Jawa Timur dan Bali, di mana sebelumnya PLN Nusra bergabung dengan regional Sulawesi. “Perubahan regional ini menunjukkan Nusra mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat dan diharapkan dapat mengurangi pemadaman listrik di kawasan Nusra,” ujarnya.

 

Djarot mengatakan Rakor ini memiliki 2 tujuan, pertama membangun sinkronisasi antara kebutuhan listrik konsumen dengan kemampuan PLN untuk menyediakan kelistrikan. Kedua, adanya tindak lanjut yang lebih detail terkait tentang pembangunan kelistrikan.

 

“Rencananya dalam waktu 10 tahun PLN akan menambah kapasitas listrik sekitar 700 MW di wilayah Nusra, termasuk di Pulau Sumbawa,” ucap Djarot. RUL.