Berbagi Berita Merangkai Cerita

20 Pekerja Sawit NTB Dikirim ke Kalimantan, Kadisnakertrans Beri Nomor Telepon Pribadi

309

FOTO. Kepala Disnakertans Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi saat melepas puluhan warga NTB yang bekerja di tahap pertama di perusahaan kelapa sawit di Kalteng,. (FOTO. HUMAS DISNAKERTRANS NTB)

MATARAM, DS – Sebanyak 20 orang pekerja asal NTB dikirim ke Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk bekerja di kebun kelapa sawit.

Mereka dilepas secara simbolis Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertans) Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi, Kamis Malam (17/6).Mereka merupakan pekerja tahap pertama yang direkrut PT Abinggo Bintang Buana yang diberangkatkan melalui Bandara Internasional Lombok menuju Kalimantan Tengah, Jumat (18/8).

“Mereka akan ditempatkan pada perusahaan perkebunan kelapa sawit di provinsi itu,” ujar Gede pada wartawan, Jumat (18/6)..

Pada acara pelepasan itu, Aryadi menyerahkan nomor telepon dan WA kepada para pekerja. Nomor kontak tersebut dipakai untuk melaporkan jika menghadapi permasalahan di tempat kerja. Terlebih jika mendapat perlakuan tidak semestinya seperti situasi yang mengancam keselamatan atau hak-hak pekerja tidak diberikan.

“Jika menghadapi masalah di tempat kerja, tolong hubungi kami melalui nomor itu,” kata Aryadi. Pemprov NTB, kata dia, wajib melindungi dan melayani para pekerja.

“Ini menjadi komitmen kami,” tegas mantan Irbansus pada Inspektorat Provinsi NTB itu.

Gede meminta perusahaan memberikan jaminan perlindungan penuh kepada para pekerja. Bahkan, sebelum pengiriman tenaga kerja, 27 April 2021, pihaknya menerima kunjungan kerja kepala Dinas Tenaga Kerja Kalimantan Timur bersama sejumlah pengusaha.

Mereka juga menawarkan kesempatan kerja bagi warga NTB untuk di kebun sawit. Tapi ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap para tenaga kerja baik berupa kepastian hukum melalui kontrak kerja maupun jaminan keselamatan kerja di daerah tujuan.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Abinggo Bintang Buana, Wu Cui Ping atau Marta menjelaskan, tahun 2021 pihaknya menyediakan kuota 1.950 orang untuk dipekerjakan di kelapa sawit tersebut.

Prosedur perekrutan melalui jalur resmi. Dimana para pekerja akan diikat dengan kontrak melalui perjanjian kerja yang disebut “Akad”.

Lebih jauh Marta memaparkan, PT Abinggo tidak membebankan biaya kepada calon pekerja. “Bahkan gaji yang diterima para pekerja minimal Rp 5 juta,” katanya.

Selain itu, para pekerja juga dilindungi asuransi ketenagakerjaan dam kesehatan.

Di lokasi kerja para pekerja akan ditempatkan di perumahan layak huni. “Kami menekankan kepada user agar memperhatikan semua yang menjadi hak dari para pekerja,” katanya.

Dalam akad kerja, hak dan kewajiban pekerja jelas tertera. Bahkan akad tersebut juga ditandatangani oleh dinas tenaga kerja.

Pemberangkatan para pekerja sendiri dilakukan secara bertahap. “Karena ini di masa pandemi jadi tidak bisa dalam jumlah besar, proses pemberangkatannya juga harus sesuai protokol kesehatan Covid-19,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.