Menu

Mode Gelap

Religi · 16 Feb 2022 16:16 WITA ·

2 April 2022, Muhammadiyah Tetapkan
sebagai Awal Puasa Ramadhan 1443 H


					2 April 2022, Muhammadiyah Tetapkan<br>sebagai Awal Puasa Ramadhan 1443 H Perbesar

FOTO. Inilah Maklumat PP Muhammadiyah nomor 01/MLM/I.0/E/2022 tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1443 Hijriah. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Kendati Kementrian Agama RI belum mengumumkan kapan akan dilakukan sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1443 Hijrah (H), Muhammadiyah melalui Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan kapan awal bulan puasa Ramadhan 2022 atau 1 Ramadhan 1443 H dimulai.

Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada Sabtu, 2 April 2022. Hal ini tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah nomor 01/MLM/I.0/E/2022 tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1443 Hijriah.

Dalam maklumat tersebut, penetapan 1 Ramadhan 1443 H berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

“Dengan demikian, Muhammadiyah akan mulai melaksanakan salat Tarawih pada Jumat, 1 April 2022 malam hari dan mengawali puasa Ramadhan 2022 pada Sabtu, 2 April 2022,” tulis maklumat tersebut yang dikirimkan PP Muhammadiyah, Rabu (16/2).

Salah satu organisasi besar umat Islam di Indonesia ini juga telah menentukan 1 Syawal 1443 H. Di mana, dalam Maklumat yang sama, 1 Syawal 1443 H jatuh pada Senin, 2 Mei 2022.

Oleh karena itu, warga Muhammadiyah akan melaksanakan salat Tarawih terakhir Ramadhan 1443 H, pada Minggu, 1 Mei 2022.

Sementara keesokan harinya, Senin 2 Mei 2022 pagi hari, warga Muhammadiyah akan melaksanakan salat Id.

Sedangkan, terdapat dua metode dalam menentukan awal Ramadhan. Yakni, metode yakni rukyat hilal (pengamatan), serta hisab (perhitungan).

Rukyatul hilal secara harfiah artinya melihat bulan secara langsung melalui alat bantu seperti teropong.

Aktivitas pengamatan ini berfokus pada visibilitas hilal atau bulan sabit muda saat matahari terbenam sebagai tanda pergantian bulan pada kalender Hijriah.

Namun, bila cuaca terhalang gumpalan awan atau mendung, tak jarang rukyatul hilal menemui kesulitan untuk melihat bulan sabit muda.

Jika hal itu terjadi, maka hilal dianggap tak terlihat sehingga penentuan awal puasa Ramadhan digenapkan pada lusa berikutnya.

Sementara pada metode Hisab, dimaksudkan pada perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan sebagai tanda dimulainya awal bulan pada kalender Hijriah.

Metode hisab bisa dilakukan berdasarkan perhitungan pasti yang sudah digelar jauh hari sebelum masuk Ramadhan.

Nantinya, sidang isbat dilakukan Kementerian Agama setelah sebelumnya dilakukan pemantauan hilal guna memastikan apakah sudah masuk Ramadhan atau belum.

Namun hingga saat ini, hal tersebut belum dilakukan. Padahal, dalam penentuan awal puasa Ramadhan, Muhammadiyah memakai metode Hisab.

Dikutip dari situs muhammadiyah.or.id, dalam bidang fikih menyangkut penentuan waktu-waktu ibadah, hisab digunakan dalam arti perhitungan waktu dan arah tempat guna kepentingan pelaksanaan ibadah.

Misalnya penentuan waktu salat, waktu puasa, waktu Idul Fitri, waktu haji, dan waktu gerhana untuk melaksanakan salat gerhana. Serta, penetapan arah kiblat agar dapat melaksanakan salat dengan arah yang tepat ke Kakbah.

Penetapan waktu dan arah tersebut dilakukan dengan perhitungan terhadap posisi-posisi geometris benda-benda langit, khususnya matahari, bulan, dan bumi yang digunakan untuk menentukan waktu-waktu di muka bumi dan arah.

Pengkajian tentang posisi-posisi geometris benda-benda langit untuk menentukan penjadwalan waktu di muka bumi ini merupakan bagian peradaban Islam yang disebut ilmu haiah (astronomi) atau yang sering juga disebut dengan ilmu falak.

Ilmu falak (astronomi/ilmu haiah) jauh lebih luas dari sekedar mempelajari posisi geometris benda langit untuk tujuan praktis seperti penentuan waktu. Di mana, Ilmu falak syar’i terkadang disebut pula dengan ilmu hisab. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Islamic Center Masih jadi Pesona Pelaksanaan Shalat Ied

2 Mei 2022 - 17:53 WITA

Dua Tahun Tanpa Pawai Takbiran, Masyarakat Kota Mataram Meluber GemakanTakbir, Ini Pesan Gubernur NTB

2 Mei 2022 - 00:16 WITA

Ajang MTQ Nasional TNI AD 2022, Duta Kodam Udayana Raih Juara Harapan 1

24 April 2022 - 00:08 WITA

BAZNAS NTB buka Pelayanan Zakat di Ramadhan Festival

18 April 2022 - 18:09 WITA

Jajaran Korem 162/WB Berbagi Takjil selama Ramadhan

17 April 2022 - 18:13 WITA

Gubernur NTB Bikin Kaget AHY dan Masyarakat Kota Bima, Ini yang Terjadi

15 April 2022 - 23:24 WITA

Trending di Religi