Berbagi Berita Merangkai Cerita

14 Ribu Tenaga Honor Lotim Belum Miliki Perlindungan Kecelakaan Kerja

31

Salmun Rahman

SELONG, DS – Lebih dari 14.000 orang tenaga honorer di Lombok Timur belum memiliki perlindungan kecelakaan kerja dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek). Pasalnya pemkab belum mendaftarkan tenaga honorer sebagai peserta BPJamsostek.

Kepala Cabang BPJamsostek Lombok Timur, Akbar Ismail menyebutkan pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pemkab pada akhir tahun 2020. Namun, perlu ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerjasama (PKs) untuk menetapkan honorer sebagai peserta BPJamsostek.

“Karena dalam PKs itu akan membahas iurannya berapa, jumlah orangnya berapa,” ujarnya.

MoU yang telah ditandatangani dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kepada terutama untuk tegaga honorer yang memiliki resiko tinggi dalam bertugas. Inilah yang menjadi prioritas utama Pemkab Lombok Timur di tahun 2021 ini.

“Contohnya, Satpol PP, BPBD dan lain sebagainya. Inilah yang akan diprioritaskan oleh pemerintah daerah,” sebutnya.

Pihaknya pun akan kembali mengkomunikasikan kapan penandatangan PKs dapat dilakukan. Mengingat, perlindungan kecelakaan kerja tidak bisa diberikan kepada orang yang belum terdaftar sebagai peserta BPJamsostek.

“Waktu konfirmasi kesepakatan bersama ini, draft PKs sudah disiapkan, katanya. Tinggal tunggu arahan dari atasan,” tuturnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Salmun Rahman mengatakan Sekda Lombok Timur telah mengkomunikasikan hal ini dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Agar memprioritaskan kepesertaan BPJamsostek bagi honorer dengan pekerjaan beresiko tinggi.

Akbar Ismail

Ia pun tak menampik jika pemkab belum mampu membayarkan iuran BPJamsostek bagi seluruh honorer. Mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki Lombok Timur.

“Iurannya memang kecil, tapi tenaga honerer ini kan besar sekali, 14.000-an. Kan harus dilihat anggaran yang ada,” ucapnya.

Namun tentu pemerintah juga berharap agar seluruh tenaga honorer bisa terdaftar sebagai peserta BPJamsostek.

Sementara terkait kapan PKs dengan BPJamsostek ditandatangani, Salmun menjawab normatif dengan mengatakan secepatnya.

“Tinggal pak Sekda yang tandatangani itu. Yang jelas secepatnya. Kemarin sudah ketemu,” tuturnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.