Berbagi Berita Merangkai Cerita

11 Januari, Mataram Mulai Pembelajaran Tatap Muka dengan Prokes Covid-19

270

FOTO. Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh saat memimpin rapat Forkopimda terkait kesiapan pembelajaran bagi siswa, kemarin. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh akhirnya  memberikan rekomendasi pembelajaran tatap muka di sekolah mulai Senin (11/1). Agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan aman, lantaran masih ditengah situasi pandemi Covid-19, maka simulasi pelaksaan standar prosedur tetap protokol kesehatan Covid-19 secara ketat diberlakukan.

Rekomendasi pembelajaran tatap muka diberikan setelah rapat antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dewan Pendidikan serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Mataram, Rabu (6/1) lalu.

Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh mengatakan, setelah mendengar pertimbangan dari Forkopimda, bahwa pembelajaran tatap muka di sekolah boleh dilaksanakan. Dengan catatan Dinas Pendidikan harus menjamin pelaksanaan pembelajaran di sekolah secara ketat melaksanakan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Selain itu, pengaturan jam pembelajaran serta jadwal penjemputan juga diatur secara teknis. Bahkan, kegiatan diluar jam pembelajaran yang berpotensi membuat kerumunan agar ditiadakan.

“Sekolah harus menyeleksi mata pelajaran yang diajarkan oleh guru. Misalnya, mata pelajaran prioritas yang tidak memungkinkan diajarkan secara dalam jaringan (daring) boleh diajarkan secara tatap muka,” kata Wali Kota yang dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Minggu (10/1).

Wali Kota Ahyar tak segan-segan akan mencabut izin pembelajaran tatap muka bilamana hasil pemantauan serta evaluasi tim gugus tugas ternyata sekolah tidak menerapkan prokes. “Saya pastkkan akan cabut lagi kalau memang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” ungkap Wali Kota dengan nada tinggi

Sementarara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Lalu Fatwir Uzali mengatakan, kendati Wali Kota sudah memberikan persetujuan pembelajaran tatap muka berlangsung mulai Senin (11/1). Namun pihaknya tidak mewajibkan siswa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah pada masa pandemi Covid-19. Orang tua yang keberatan bisa mengajukan surat pernyataan dan mengisi formulir.

“Orang tua yang tidak mengizinkan putra/putrinya ikut PBM (proses belajar mengajar) tatap muka, tidak jadi masalah dan itu dibolehkan,” ungkap Fatwir.

Kebijakan ini ditetapkan usai  rapat mengenai persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka mulai Februari 2021. Fatwir mengatakan orang tua yang belum mengizinkan anaknya belajar di sekolah bisa mendiskusikan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bagi anaknya dengan kepala sekolah serta guru.

“Silakan sampaikan ke sekolah jika orang tua masih khawatir terhadap penyebaran Covid-19 sehingga belum mengizinkan anaknya masuk sekolah. Orang tua membuat surat pernyataan dengan mengisi formulir yang dibagi sekolah,” katanya.

Fatwir menjelaskan sebelum pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka, simulasi penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di sekolah akan dilaksanakan dalam bulan Januari.

“Insya Allah, Senin besok kita akan simulasi PBM tatap muka. Jika simulasi lancar dan sudah dilakukan penyempurnaan maka PBM tatap muka permanen sesuai protokol Covid-19 kita mulai Februari,” tegas Fatwir.

Ia menegaskan, bahwa sekolah-sekolah yang akan menyelenggarakan PBM tatap muka harus siap dengan sarana dan prasarana pendukung penerapan protokol pencegahan Covid-19.

“Alhamdulillah, semua sekolah prinsipnya sudah menyiapkan fasilitas pencegahan Covid-19, termasuk jadwal masuk siswa dengan sistem sif. Lama pembelajaran maksimal 80 menit atau untuk dua mata pelajaran,” tandas Fatwir Uzali. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.