Berbagi Berita Merangkai Cerita

10 Orang Pasien Meninggal karena Covid-19 di Lombok Timur

567

SELONG, DS – Meskipun telah memasuki masa persiapan new normal atau yang lebih dikenal di NTB dengan Nurut Tatanan Baru, penularan Covid-19 di Lombok Timur masih saja terjadi. Hal ini terlihat dari peningkatan kasus pasien positif Covid-19.

Dari data terakhir yang dirilis Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lombok Timur, Senin (05/08/2020), sebanyak 194 pasien terkonfirmasi positif. 126 dinyatakan sembuh, 58 diantaranya masih dirawat, dan terdapat 10 orang meninggal dunia.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Lombok Timur, M. Pathurrahman, menghimbau masyarakat tetap waspada dalam beraktifitas. Apalagi, sifat penularan Covid-19 saat ini adalah transmisi lokal.

Yang artinya, penularan terjadi di daerah setempat dengan ciri-ciri tidak diketahui dari siapa penularan tersebut didapatkan. Sehingga tracing kontak dilakukan terhadap kontak dari pasien positif tersebut. Dengan tujuan untuk mengetahui dari mana penularan tersebut berasal.

“Transmisi lokal ini merupakan penularan yang terjadi di Lombok Timur. Kalau klaster dulu itu keruan satu kelompok yang pulang dari Gowa, misalnya. Tapi sekarang ini hampir di tiap Kecamatam, ada saja. Di sebagian besar Kecamatan itu ada penularan,” terang Pathurrahman.

Adanya 10 pasien meninggal Covid-19 di Lombok Timur, juga disebutkan Pathurrahman dikarenakan adanya penyakit komorbid (penyerta). Karena imunitas pasien dengan penyakit penyerta, relatif lebih rendah dibandingkan pasien tanpa penyakit penyerta.

“Karena ingat, Covid ini kata kuncinya hanya dua. Satu, imunitas. Kedua, besarnya paparan atau dalam bahasa epidemiologinya itu firulensi besaran virus yang masuk,” jelasnya.

Rendahnya imunitas dan firulensi, berpengaruh pada keganasan virus di dalam tubuh. Oleh sebab itu, dihimbaunya agar penggunaan masker tetap diterapkan dalam aktifitas sehari-hari. Untuk menghindari percikan droplet jatuh ke lawan bicara.

“Saran kita itu, edukasi tetap ke seluruh masyarakat Lombok Timur. Baik itu di zona merah, zona kuning, dan zona hijau,” pintanya.

Beruntungnya di Lombok Timur, selama ini tidak ada penolakan yang terjadi dalam pemakaman dengan protokol Covid-19. Hal ini tak lepas dari kerjasama yang baik antar berbagai stakeholder. Baik dari Gugus Tugas, Kepolisian, TNI, Petugas Kesehatan, Aparatur Desa, Masyarakat, dan Keluarga Pasien.

“Mudahan tidak terjadi. Sungguh sangat disayangkan kalau ada pasien Covid, terus terjadi penolakan, dipegang. Ini virus lho yang dilawan,” pungkasnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.