Jumat , 14 Juli 2017
Home / Tokoh / Raden Joko Prayitno Meninggal Dunia, NTB Kehilangan Tokoh Seniman
R.Joko Prayitno

Raden Joko Prayitno Meninggal Dunia, NTB Kehilangan Tokoh Seniman

MATARAM,DS-R.Joko Prayitno, mantan Kepala Museum Negeri NTB, meninggal dunia Jumat (14/7) siang di Rumah Sakit Kota Mataram. Joko meninggal karena sakit yang dideritanya beberapa hari setelah dilarikan ke rumah sakit. Jenazah disemayamkan di rumah duka BTN Satelit N0.E4 Mataram.

Meninggalnya Joko cukup mengejutkan. Pasalnya, tidak lama setelah dirawat, dia berpulang ke Rahmatullah. Joko sendiri semula mengaku tidak sakit. Ketika dokter menyatakan bahwa bola matanya berwarna kuning, ia sempat menjawab bahwa sejak kecil bola matanya berwarna kuning. Kepergian Joko membuat NTB kehilangan salah satu seniman.

Ayah Joko sendiri adalah R. Slamet Soemorahardjo, adalah seorang petinggi daerah, Ofsechter Pertanian yang membawa pertama bibit kacang tanah isi tiga di Pulau Lombok tahun 1938, sekaligus anggota DPD Lombok Barat dan Kepala Jawatan Koperasi Dari I NTB (1958).

Joko lahir di Mataram, 27 Februari 1955. Pendidikan diawali dari SDN 3 Mataram 1967, SMPN 1 Mataram 1970, SMAN 1 Mataram 1973, Sarjana Muda STSRI ASRI Yogyakarta 1978, dan S1 FSRD ISI Yogyakarta 1988.

Riwayat Pekerjaan, tahun 1980 Tenaga honorer pada proyek pengembangan permuseuman Depdikbud NTB, 1982 CPNS pada Museum Negeri NTB, 1984 PNS pada Museum Negeri NTB, 1989 Kepala Seksi Bimbingan Edukasi Museum Negeri NTB, 1997-2005 Kepala Museum Negeri NTB.

Riwayat Pekerjaan (Non Formal), tahun 1978 Pelaksana pembuatan relief sejarah perjuangan Pattimura di Skodam XV Ambon. Pelaksana pembuatan miniature Candi Borobudur dan Candi Prambanan untuk Museum Nasional Jakarta, 1979 Tim pelaksana pembuatan Monumen Puputan Margarana di Denpasar Bali, 1980 Perencana dan pelaksana pembuatan Monumen Taman Makam Pahlawan di Mataram, 1992 Peremcana dan pelaksana pembuatan patung PUtri Mandalika di Praya Loteng
1993 Penyempurna desain Lambang Kota Mataram, 1995 Perencana dan pelaksana pembuatan Monumen Kencana Warsa Mahardika di Mataram
1996 Perencana dan pelaksana pembuatan Monumen Adhi Karya Pariwisata di Mataram. Perencana dan pelaksaa pembuatan patung Male’an Sapi di Kabupaten Lobar. Perencana dan pelaksana pembuatan monument Patut Patuh Patyju di Lobar. 2008 Pelaksana pembuatan monument Laksamana Manembay Abdulkadir di Sumbawa Besar. Pelaksana pembuatan monument Agro Tamase di Buer Sumbawa

Riwayat Organisasi
1967-1973 Anggota Gerakan Pramuka Mataram
1974-1978 Anggota Senat Mahasiswa STSRI ASRI Yogyakarta
1981-1985 Pengurus Pusat Latihan Kesenian Lobar
1989-1993 Ketua Komisariat Seni Rupa BKKNI NTB
1993-1998 Ketua Komisi Seni Rupa BKKNI NTB
1993-1998 Ketua Komisi Seni Rupa Dewan Kesenian NTB
1996-sekarang Wakil Ketua Club Fotografi Rana Rinjani
1999-2005 Ketua Bidang Pengembangan Produksi Dekranasda NTB
2004-2006 Ketua Bidang Humas Pengurus ORARI NTB
1976-sekrang Aktif mengikuti pameran seni rupa di berbagai kota di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Mataram

Penghargaan :
1970 Dari Panglima Komando Kepolisian Daerah IX Bhayangkara
1971 Dari Panglima Komando Daerah Udara VI Nusa Tenggara
1973 Dari Kantor Wilayah P & K NTB
1978 Dari Panglima Komando Daerah Militer XV Pattimura \
1982 Dari Dirjen Kebudayaan Departemen P & K
1990 Dari Rektor Universitas Mataram
1993 Dari Panglima Kodan XVI Udayana
1995 Dari Gubernur NTB
2004 Dari Kharisma Indonesia The International Foundation & International Human Resource Development Program

Joko meninggalkan seorang istri bernama Efrida Tri Endah Puspitaningrum dan dua orang anak masing-masing Arga Yazid Mahardika dan Daffa Satya Jayabuana. ian

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

CERITA UNIK ALI BD: PEDULI MASJID

Ada hal yang berbeda di Lombok Timur, yakni cara pemerintahan Ali dalam konteks kepeduliannya terhadap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *