Senin , 12 Juni 2017
Home / Tokoh / Kisah Unik Ali BD : Perjuangan untuk Pol PP
Bupati Ali bin Dachlan yang senantiasa menyempatkan waktu berjalan kaki

Kisah Unik Ali BD : Perjuangan untuk Pol PP

PADA penerimaan CPNS tahun 2003, suatu kali diumumkan akan disediakan lowongan untuk 10 formasi Satpol PP. Jumlah formasi ini tergolong banyak dibandingkan dengan bidang-bidang lain. Namun, hal ini cukup beralasan mengingat tugas mereka tergolong berat, dan sudah beberapa tahun seluruh anggota Satpol PP hanya menjadi pegawai honor. Sayangnya, ketika pengumuman kelulusan dibuka, janji itu tidak menjadi nyata, karena yang diterima cuma dua orang.

Hal itu membuat Satpol PP melakukan aksi demonstrasi. Mereka menjadi tidak percaya karena janji tidak terbukti. Aksi ini sempat diimbangi dengan mogoknya 80 petugas pengaman tersebut dari pekerjaannya.

Nah, suatu kali mereka diterima Bupati Ali. Muncullah dialog dari hati ke hati. Kala itu, Ali berjanji mengadakan formasi yang tidak main-main, yakni menyediakan untuk 20 formasi Satpol PP sebagai PNS.

Tentu saja Pol PP bergembira ria dengan janji itu. Karena, janji langsung dikemukakan Bupati di hadapan mereka. Dari 250 formasi yang tersedia tahun 2004, Pol PP akan merebut 20 formasi. Ini sebuah kabar gembira yang luar biasa bagi barisan pegawai honor yang jumlahnya 80 orang tersebut. Bayangkan saja, ribuan orang bisa bersaing hanya untuk merebut satu dua formasi. Sekilas formasi itu menjadi tidak mungkin, namun bagi Ali bukan tidak mungkin, malah sangat mungkin – dan ia ingin mewujudkannya.

Nah, pembukaan lowongan itu memang demikian adanya. Usai tes, begitu akan diumumkan, peserta tes CPNS dari kalangan Pol PP sudah berdebar-debar, apakah formasi itu bisa terisi. Ataukah kondisinya akan sama saja dengan sebelumnya?

Ternyata, pengumuman yang sedianya dilakukan, selalu diundur-undur, mereka menjadi pesimis. Tidak hanya Pol PP, banyak peserta tes CPNS menjadi bingung dan bolak-balik menuju lokasi pengumuman. Pasalnya, kabupaten lain justru telah menyebarkan pengumuman kelulusan. Apa sebabnya? Sedikit sekali orang yang tahu sebetulnya apa yang terjadi dibalik itu.

Persoalan ini ternyata terkait dengan begitu banyaknya formasi Pol PP yang diterima – dan hanya satu orang dari 20 yang diminta yang dinyatakan lulus tes. Hal ini menjadi masalah pada Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jakarta. Berdasarkan pengumuman kelulusan yang dikeluarkan BKN, ternyata aparat Pol PP yang memenuhi syarat hanya satu orang.

Tentu saja persoalan ini membuat Ali berpikir keras. Baginya, masalah yang satu ini harus bisa diatasi. Panitia penerimaan CPNS pun merapatkan barisan jajarannya. Para pejabat yang diutus Ali ke Jakarta, termasuk Ketua Panitia Penerimaan CPNS, Machsun Said Rum, harus bolak-balik Mataram-Jakarta. Sampai-sampai pejabat di Jakarta betul-betul mengenali wajah para utusan dari Pemkab Lotim itu.

Bahkan Ali sempat secara langsung datang ke Jakarta mempertanyakan persoalan tersebut. Pasalnya, pengadaan formasi Pol PP yang mencapai 20 bukan untuk kepentingannya, melainkan karena kebutuhan Lotim. Keberadaan Pol PP sangat menunjang pekerjaan yang hendak dijalankan dalam mengamankan Perda. Saking mangkelnya dengan kekakuan itu, Ali pun marah-marah sambil menendang pintu kantor di sana.

Nampaknya sikap keras harus diekspresikan dalam bentuk lain untuk membuat sesuatu menjadi lebih lunak. Ali sendiri memiliki argumen, yakni telah mengumumkan formasi penerimaan yang tentu saja tembusannya sudah disampaikan ke Jakarta.

Dalam era otonomi, daerah lebih mengetahui kebutuhan yang dirasakan mendesak. Soal standar penilaian pun semestinya bisa diperlunak. Karena, Pol PP sudah menunjukkan dedikasinya dalam pekerjaannya, sedangkan masalah olah pengetahuan tentu tidak bisa disamakan dengan lulusan baru

Perjuangan itu akhirnya mendatangkan hasil. Keluar pengumuman yang ditunggu-tunggu itu. Sebanyak 20 anggota Pol PP bergembira ria, karena janji Ali bukan hanya di mulut, melainkan tercermin pula dalam sikap dan tindakan. Jika Ali harus marah, itu karena marah yang benar untuk memperjuangkan rakyat Lombok Timur. r.rabbah

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

CERITA UNIK ALI BD : KEMBANGKAN PERSAUDARAAN

Membangunkan Lotim menggunakan beberapa pendekatan, yakni nilai-nilai agama. Bagi Ali, nilai-nilai Islam adalah kekuatan yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *