Senin , 30 April 2018
Home / Tokoh / CERITA UNIK ALI BD: BERFIKIR MATANG
Ali BD

CERITA UNIK ALI BD: BERFIKIR MATANG

Masyarakat umumnya masih berpikir jangka pendek manakala Ali yang masih bocah berpikir jangka panjang. Sebutlah ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Kala itu kehidupan ekonomi masyarakat sangat sulit. Namun masyarakat belum mampu berbuat banyak dalam mengatasi keadaannya. Ketika hujan tidak turun, masyarakat kebingungan karena tidak pernah dipersiapkan bagaimana mengatasi masalah cuaca.

Sebaliknya Ali mengatasinya berbagai keadaan secara waspada. Hidup tidak harus digantungkan pada satu kegiatan, melainkan disesuaikan dengan faktor-faktor pendukung dalam menyikapi hidup. Jiwa wirausahanya sudah tumbuh pada masa kanak-kanak. Ia beternak ayam, beternak kambing dan mengumpulkan kayu-kayu kering. Kayu-kayu kering? Ya, orang-orang di desanya heran melihat prilaku Ali mengumpulkan kayu kering. ”Untuk apa?” begitulah gumaman penduduk. Ternyata suatu saat ada yang memerlukan kayu itu dan Ali menjualnya. Dan, keheranan orang itupun hilang ketika pada saat orang bergumam sedih tentang kehidupannya, Ali sudah menjawabnya dengan langkah-langkah maju.

Sikap cerdas dan selalu waspada itu membuat Ali bisa menjawab segala tantangan. Ibarat permainan catur, Ali sudah berpikir jauh sebelum lawannya melangkah. Saat ekonomi sulit, Ali tidak mengalami kesulitan. Manakala terjadi krisis ekonomi misalnya, usahanya tidak mengalami krisis. Ia paham usaha mesti dilandasi kemandirian dan tidak bergantung pada siapapun kecuali Allah. Usaha yang bergantung pada pemerintah misalnya, hanya akan mengikuti alur birokrasi pemerintahan. Itulah sebabnya, usaha yang dibangunnya tidak mendompleng kegiatan pemerintah karena tidak akan efektif untuk sebuah kreativitas.

Kecerdasan dalam melakukan langkah-langkah antisipasi itu tertanam begitu kuat. Banyak usaha-usaha swasta yang mengandalkan proyek pemerintah kelimpungan, dan usaha kemandirian yang diciptakan Ali jalan terus. Potensi masyarakat begitu besar jika dikelola. Ya, swasta yang tidak bergantung pada proyek pemerintah telah menjadi bagian dari kecerdasan tentang sebuah gagasan yang selalu mendatangkan hasil. Lantas kecerdasan yang bagaimana dilakukan ketika tiba giliran Ali yang memerintah?

Ternyata banyak hal yang dilakukannya dalam menanamkan cara berpikir cerdas. Sebutlah Ali secara cerdas mewaspadai gejala-gejala penyimpangan, waspada terhadap gerak-gerik yang bisa membangun ketidakberesan, waspada terhadap gelagat para calo yang sering bergentayangan dengan aksi sok kaya sebagai orang yang bisa mendatangkan investor serta berbagai kewaspadaan lain.

Mengapa Ali harus cerdas? Ternyata, ia tidak ingin hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Sebaliknya hari esok harus lebih baik dari hari ini. Itulah sebabnya, Ali selalu menunjukkan kemajuan yang cukup berarti di mana pun posisinya. Namun, itu semua dilakukan bukan demi diri sendiri, melainkan untuk tujuan jangka panjang bagi masyarakat Lombok Timur.

Modal kecerdasan itu memang bagi sebagian orang sangat sulit dibaca serta merta. Dan, Ali memahami keawaman penduduk yang tidak jarang dipolitisasi untuk tujuan-tujuan tertentu. Seharusnya, segenap komponen masyarakat mampu mengajak yang lainnya berpikir secara cerdas. Sebutlah dalam membangun dermaga Labuhan Haji, hal itu merupakan langkah cerdas dalam membangun perekonomian manusia Lombok Timur di masa yang akan datang secara jangka panjang sampai pada generasi kesekian. Mengapa demikian?

Seandainya Ali hanya berpikir tentang dirinya sendiri, tentu tidak perlu melakukan langkah-langkah fenomenal untuk masyarakat banyak. Apakah itu sebuah langkah politik? Nah, itulah politik yang cerdas. Secerdas-cerdasnya politik adalah demi kepentingan rakyat, sebaliknya sebodoh-bodohnya politik adalah menjelek-jelekkan lawan politik. Tidak mengherankan orang luar Lombok Timur sempat berkata, ”Jika masyarakat Lombok Timur tidak menghendaki Ali, biarlah dia menjadi Bupati untuk daerah saya.”

Bagi Ali, dalam menjalankan apapun, harus didasari dengan kemampuan cerdas. Jika aturan dan budaya yang ada tidak cerdas, Ali tidak segan-segan melawannya dengan langkah berani. Sebutlah pada tahun 2004 lalu, menjelang pemilu, ada sesuatu yang sulit dimengerti tentang aturan yang berlaku. Misalnya menyangkut minggu tenang. Dalam benak Ali, yang walaupun saat itu sudah menjadi Bupati Lombok Timur, apa sebetulnya tujuan Minggu Tenang. Adakah Minggu Tenang dikenal di negara-negara maju? Mengapa atribut partai harus diturunkan pada saat itu? Separah itukah bendera merusak pemandangan?

Dalam sejarahnya, Minggu Tenang adalah sebuah manuver yang digerakkan pada zaman orde baru agar pihak lain tidak menjalankan aktifitas kampanye, padahal pada saat yang sama pihak tersebut terus menjalankan gerilya secara besar-besaran untuk memburu simpati. ”Itulah awal mula Minggu Tenang yang ternyata masih diadopsi di era reformasi,” cetus Ali. Dan, Ali memerdekakan partai pada tahun 2004 tersebut dengan memberikan izin partai mengibarkan bendera. Hasilnya, toh masyarakat tetap tenang.

Bagi Ali, segala sesuatu yang berlawanan dengan nilai-nilai kemajuan dan pemikiran yang logis bisa dilawan untuk sebuah revolusi kebudayaan. Ketika muncul wacana cuti bagi kalangan incumbent, banyak yang ribut. Padahal, kata Ali, kepala daerah yang dicalonkan kembali itu disebut incumbent. Cuti itu sendiri adalah hak. Sedangkan yang tidak diperbolehkan adalah menggunakan fasilitas negara manakala menjalankan kampanye. Itulah substansi yang seharusnya diawasi. Persoalannya, kadangkala cuti ditafsirkan sebagai substansi seolah-olah sebuah kewajiban cuti.

Sangat banyak sebetulnya sesuatu yang terjadi di lingkungan republik ini yang menurut Ali masih perlu dievaluasi secara logis agar tidak menjadi sebuah kemubaziran bertindak. Toh ketika kemubaziran itu terus terjadi, kekuatan pemikiran di benak Ali untuk melakukan perubahan pandangan juga berlangsung. Cara cerdas yang dilakukan hanyalah menihilkan dirinya dalam situasi seperti itu untuk mengajak masyarakat berpikir cerdas. Ketika hal itu terjadi, bisa saja orang berprasangka buruk, namun sesungguhnya pertanyaan mesti dilontarkan pada sesuatu yang paling pokok, yakni apakah yang telah diperbuatnya untuk masyarakat selama ini, bukan pada situasi sesaat saja. r.rabbah

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Ali BD Kian Akrab dengan Warga NTB

SELONG,DS-Sosok sederhana walaupun berlimpah kekayaan yang saat ini menjabat Bupati Lombok Timur, HM. Ali Bin …

No comments

  1. Your comment is awaiting moderation.

    Woah! I’m really loving the template/theme of this blog.
    It’s simple, yet effective. A lot of times it’s hard to get that “perfect balance” between usability and visual appeal.

    I must say that you’ve done a great job with this.
    Additionally, the blog loads super fast for
    me on Firefox. Superb Blog!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *