Sabtu , 2 September 2017
Home / Tokoh / Inilah Sosok Selly yang Digadang Bersama Ali BD
Dra Hj. Putu Selly Andayani MSi

Inilah Sosok Selly yang Digadang Bersama Ali BD

MATARAM,DS-Ungkapan pepatah yang menyatakan bahwa ‘buah tak jatuh dari pohonnya’, sangat tepat menggambarkan sepak terjang Dra. Hj. Putu Selly Andayani MSi dalam birokrasi di lingkup Pemprov NTB saat ini. Pola kepemimpinan wanita berusia 51 tahun itu diwarisi, Drs. Ketut Ginantra, yang mantan Bupati Buleleng. Inilah sekelumit tentang Hj.Putu Selly Andayani.

Kakek Selly, Wayan Sura Phd, dikenal sempat menduduki Kepala Keuangan Sunda Kecil. “Sedangkan, sosok Ginantra dikenal masyarakat NTB merupakan salah satu pendiri Sunda Kecil, nama sebelum Provinsi NTB pada tahun 1959 lalu,” ungkap H. Rahmat Hidayat, suami Selly Andayani, menjawab wartawan, Selasa (1/8).

Anggota DPR itu mengatakan filosofi kepemimpinan sudah sejak lama diperoleh Selly dari ayah dan kakeknya yang secara langsung menjadi mentor pribadinya. Terlebih, ayah Selly (Ketut Ginantra) sempat menjabat bupati Buleleng pada periode tahun 1988-1993. Sehingga, kontribusi faktor genetik seseorang untuk bisa sukses menjadi seorang pemimpin hanya 30 persen dan 70 persen lainnya sangat tergantung dari hasil penempaan. Ini sangat tepat menggambarkan kepribadian Selly.

Rahmat menilai sangat wajar Selly ditempatkan menjabat di SKPD lingkup pemprov selama ini diantaranya Kabid di Bappeda, Dinas Pariwisata, Biro Ekonomi, Biro Keuangan, kepala Dispenda, Dinas Koperasi. Selanjutnya, Penjabat Walikota Mataram. Dan kini, Kepala Dinas Perdagangan NTB, umumnya Selly dirasa mampu berprestasi dan gemilang di dalam jabatannya.

”Itu adalah bukti jika tempaan dan hasil didikan dari keluarga asli birokrat dan darah seorang pemimpin. Prinsip, eksistensi dan mengabdi dengan tulus yang terus digelorakan Selly selama menjabat tidak lain guna menjaga marwah keluarganya,” tegasnya.

Rahmat menuturkan, hampir di semua jabatan yang dipegang oleh Selly selama ini, prinsip kepemimpinan yang diajarkan oleh Nabi Muhamad SAW dan ajaran Bhagawadgita dalam agama Hindu, selalu dipegang teguh. Sehingga, Ketua DPD PDIP NTB itu pun merasa percaya dan yakin akan kapasitas, dedikasi, loyalitas dan kompetensi yang dimiliki istrinya.

“Sebagai suami, saya pun membiarkan aspirasi rakyat yang terus tumbuh dan berkembang guna menghendaki istri layak tampil dalam konstestasi Pilkada NTB tahun 2018 ini. Kan aspirasi bukan dari kami, tapi masyarakat yang terus berdatangan meminta istri saya maju hingga kini,” ujar Rahmat.

ASPIRASI RAKYAT

Terkait keinginan rakyat agar Selly tampil di Pilkada 2018. Wakil Ketua DPD PDIP NTB bidang Informasi dan Komunikasi, Drs. Ruslan Turmudzi, mengakui partainya (PDIP) tengah menggodok hal tersebut. Meski demikian, jika merujuk track record dan kemampuan, memang Selly Andayani sangat layak jika diorbitkan dan diprioritaskan.

“Sangat tepat semua kader PDIP menjadikan bu Selly sebagai bakal calon wakil gubernur (Bacawagub) NTB. Pandangan saya, tata kelola pemerintahan NTB, memang butuh figur sang pendobrak yang punya kemampuan dan pengalaman, maka pilihan rakyat untuk Bu Selly, kita sangat atensi. Jujur ya, merujuk kemampuan, maka kapasitas Bu Selly jauh lebih unggul daripada Wagub NTB saat ini,” tandas Ruslan Turmudzi.

Terpisah, Wakil Ketua DPD PDIP NTB, Bidang Kaderisasi, Hakam Ali Niazi menegaskan, keharusan mengusung kader PDIP itu sudah diputuskan secara resmi dalam Rakerda PDIP NTB di Sumbawa, 15 November 2016 lalu. Meski mengusung kader sudah final sebagai keputusan DPD PDIP NTB, namun kepastian soal apakah kader PDIP akan diposisikan sebagai Calon Gubernur atau Calon Wakil Gubernur tentunya masih harus menunggu proses politik yang lebih lanjut.

“Itu tergantung hasil komunikasi politik apakah Calon Gubernur atau Calon Wagub. Yang jelas kita tidak mengusung dari yang lain. Kita ambil dari kader,” ujar Hakam tegas.

Menurut Hakam, dari sekian banyak kader yang dimiliki, salah satu nama yang mencuat adalah Hj. Putu Selly Andayani. Nama Selly yang sudah mulai diungkap sejumlah media massa beberapa waktu terakhir menurut Hakam menjadi salah satu indikator yang bisa dipakai untuk memetakan peluangnya di Pilgub NTB 2018 mendatang.

“Saya juga tidak tahu kenapa muncul Bu Selly. Karena mungkin pertimbangan mereka pernah menjadi Plt Walikota Mataram. Mungkin saat itu ada beberapa gerakan beliau yang signifikan. Mungkin itu yang jadi pertimbangan. Dianggap sudah teruji,” ujar Hakam.

Menurutnya, sejauh ini, garis politik yang sudah diambil PDIP NTB adalah memastikan salah seorang kadernya bisa tampil di Pilgub NTB. Soal siapa dan di mana posisi sang kader, hal itu akan tergantung pada perkembangan berikutnya.

“Yang jelas kita sudah kasih awig-awig bahwa partai harus mengajukan kadernya. Bisa Bu Selly jadi opsi utama yang kita usulkan,” ujar Hakam.

Saat ini, para kader yang berpeluang serta sudah masuk dalam bursa memang masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk menjalani proses politik demi meningkatkan kans dan elektabilitas mereka. Proses krusial berikutnya, baru akan dilaksanakan pada 2017 mendatang. Dimana, melalui Rakerda PDIP NTB 2017, proses penyaringan dan penjaringan akan dikerucutkan. Dari Rakerda itu, akan muncul sedikitnya dua nama bakal calon yang akan diajukan ke DPP PDIP. Nantinya, DPP PDIP NTB akan mengambil keputusan akhir soal siapa pasangan calon yang diusung oleh PDIP NTB.

Untuk diketahui, Selly adalah istri Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat, SH. Sebagai birokrat, Selly karir Selly memang mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Ia sempat menduduki beberapa jabatan strategis, seperti Kepala Biro Keuangan Setda NTB, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda NTB), dan kini sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB. Namun, lonjakan karirnya terjadi pada 2015 lalu, saat ia dipercaya oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi sebagai Plt. Walikota Mataram.

Hakam menilai, gebrakan Selly selama menjabat Plt. Walikota Mataram bisa saja telah menjadi salah satu pertimbangan yang membuat namanya mencuat dalam bursa. Meski demikian, ia menegaskan bahwa sejauh ini semua kader tentu harus menjalani proses yang sama untuk bisa diusung oleh PDIP di Pilgub 2018 mendatang.

“Tapi partai sendiri tentu harus mempertimbangkan aspirasi. Sejauh ini kita tampung semua, apapun usulan masyarakat,” pungkasnya.

Rahmat pun angkat bicara terkait derasnya aspirasinya rakyat yang menghendaki istrinya masuk dalam kontestasi Pilgub NTB 2018. “Kalau memang itu takdirnya menjadi Wagub NTB, ya saya nggak bisa melarang. Apalagi, aspirasi itu berasal dari seluruh lapisan masyarakat NTB,” tandasnya.

Panggil Tanzilul Khodijah Amiroh

Selly Andayani, putri Drs. Ketut Ginantra ternyata telah mengikrarkan memeluk agama Islam pada 15 September tahun 2012 lalu. Menariknya, dari sejumlah pejabat PNS pemprov NTB yang berkeinginan meminta izin menikah, justru hanya Selly seorang diri yang diijinkan oleh Gubernur Harun Al Rasyid.

Bahkan, istri Gubernur Harun yang langsung memberikan sendiri nama muslimah ke Selly, yakni, Tanzilul Khodijah Amiroh. “Waktu itu, seingat saya pada hari Jumat, saya yang meminta izin juga menikahi bu Selly, beliau (Bu Harun) bersyukur dan merestui saya mempersunting stafnya. Dan nama Tanzilul Khodijah Amiroh yang berarti ‘wanita dermawan untuk berjuang menjadi pemimpin’ adalah hasil perundingan saya dengan bu Harun yang memberi nama muslimah ke istri saya,” ungkap Rahmat Hidayat.

Menurutnya, kebijakan Gubernur Harun Al Rasyid kala itu yang melarang menikah pada staf dan pejabatnya berimbas pula pada salah satu pejabat, yakni almarhum H. Iskandar  yang pengajuan izinnya beserta pejabat pemprov lainnya juga ditolak.

“Makanya, saya langsung mencium tangan bu Harun kala itu. Saat itu, bu Selly langsung di islamkan di rumah almarhum TGH. Mustofa Umar Abdul Aziz sekaligus pimpinan Ponpes Al Aziziyah, Gunungsari, Lombok Barat,” ujar Rahmat seraya menambahkan, menikahi Selly adalah anugrah dan pemberian Allah yang terbaik sepanjang hidupnya selama ini. fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Kisah Unik Ali BD : Perjuangan untuk Pol PP

PADA penerimaan CPNS tahun 2003, suatu kali diumumkan akan disediakan lowongan untuk 10 formasi Satpol …

No comments

  1. Your comment is awaiting moderation.

    Terrific work! This is the kind of info that are supposed
    to be shared across the net. Shame on the search engines
    for now not positioning this submit upper! Come on over
    and talk over with my site . Thank you =)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *