Selasa , 21 November 2017
Home / Tokoh / CERITA UNIK ALI BD : HIDUP Mandiri
Ali BD membantu anak yatim dan orng jompo

CERITA UNIK ALI BD : HIDUP Mandiri

Ketika aktif di dunia LSM, Ali berpikir, apakah orang-orang LSM harus secara terus-menerus bergantung kepada funding? Tentu saja tidak bukan? Nah, itulah pemikiran Ali. Pada tahun 80-an, banyak LSM berdiri dan mengandalkan donatur luar negeri. Setelah kucuran dana terhenti, maka mati jugalah LSM itu. Ali ternyata ingin mengubah keadaan tidak lagi sebagai orang yang diberi hibah, melainkan kelak menjadi orang yang bisa memberi.

Itulah sebabnya, ketika bekerja di HIVOS ada keinginan Ali bangkit dari kebiasaan lama. Caranya, ketika terjadi kenaikan Gulden terhadap nilai mata uang lain, dana yang berhasil dikumpulkan untuk proyek pekerjaannya meningkat tajam. Terpikirlah mau diapakan dana itu. Nah, langkah baru mulai ditempuh, yakni dengan melakukan sesuatu, yaitu mendirikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Di tengah suasana pro kontra para aktifis LSM tentang langkah yang ditempuhnya bersama Ayip Rosidi itu, Ali tetap berjalan pasti. Ternyata, sangat banyak warga masyarakat yang memerlukan bantuan pinjaman. Saluran kredit pun dikucurkan kepada mereka. Alhasil, BPR itu maju pesat. Bank Segara Anak yang didirikannya itu kemudian melebarkan sayapnya dan mendirikan BPR baru bernama Bank Samawa Kencana, kemudian BPR Bima Abdi Swadaya. Kini puluhan kantor cabang maupun kantor kas berdiri megah dari Mataram hingga Sape.

Kemajuan yang ditunjukkan memang membuat masyarakat terheran-heran. Bayangkan, dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, kecerdasan dalam menyikapi keadaan membuahkan hasil yang signifikan. Keuntungan ketiga BPR itu dalam setahun mencapai milyaran rupiah. Terbuktilah setelah berhasil dengan langkah-langkah tersebut, Ali kini bisa mendonasikan sejumlah uangnya kepada masyarakat yang memerlukan.

Ketika pemerintah pada masa tahun 1990-an sangat sulit memberikan bantuan dalam jumlah besar kepada lembaga maupun perorangan, Ali mampu membiayai kegiatan seniman, misalnya yang tergabung dalam yayasan Esa, dalam jumlah puluhan juta rupiah.Kala itu, sejumlah tokoh seperti Emha Ainun Nadjib dan Sapardi Djoko Damono meberima penghargaan Mataram Award.

Warga masyarakat lain yang memerlukan bantuan tidak segan-segan datang kepadanya, baik seniman, politisi, aktifis LSM, dan lain-lain. Sebagai orang Islam, Ali selalu membantu dan nyaris tidak pernah mengatakan tidak. Namun dibalik itu, dia terus memotivasi. r.rabbah

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Kisah Unik Ali BD: Cara “Sang Pendobrak” Menipu Penipu

Suatu kali, Ali dikirimi proposal, kemudian dikontak langsung investor yang mengaku punya duit Rp 370 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *