Minggu , 11 Juni 2017
Home / Seni Budaya / PUISI-PUISI H.DINULLAH RAYES
H.DINULLAH RAYES

PUISI-PUISI H.DINULLAH RAYES

Dinullah Rayes

CINTA ITU

Cinta itu ketika purnama dan gerhana bulan bercahaya,
berpendaran di danau mata hati kita. Ketika kau menangis,
air mata itu menetes dan jelma bianglala di bola matahari ku
Cuaca, aroma rahasia itu memahat puisi abadi
Dinding hati kita dilukis pilar kalam alif-Mu
Goresannya bergetar dalam hari-hari berlari
Hinga ujung nyawa yang kembali, merebut rindu bercahaya
tanpa air mata

Sumbawa besar, 31 mei 2013

RINDU DAN RINDU

Siang ini asap rindu mengepul dari tungku batu kepalaku
Disambut sekawan angin merebut senyumanmu
yang mekar dalam sunyi imaji
Tidur lelap yang senyap membaring mimpimu
Rindu cahaya purnama dibola matamu
Bergegas kuketuk daun pintu surgamu
Tiba-tiba mata jiwamu jelma pijar pelangi
Akupun tenggelam dalam
basah kuyup menghirup cairan cahayamu
Buah rinduku saripati rindumu

Rumah berkaki bukit, 15 mei 2013

SALAM

Benang-benang angin dingin ku tenun
dengan alat tenun bukan mesin
Jelmalah selimut tebal cuaca
Di mana pun aku merebahkan badan
di dipan, lembaran papan, padang rerumputan
tidurku nyenyak dan pulas
Aneh tiada mimpi nongol pada nol kesadaranku
Padahal aku ingin bulan jatuh di haribaan ku
Disaksikan matahari yang senantiasa
membuka kran pori-poriku. Tiada satupun
mimpi dalam tidurku. Namun, tiba-tiba mimpi itu datang
ketika aku bangun dalam kesadaran prima
yang memompa sukma ku untuk berlari
mengejar waktu baru selangkah mendahuluiku

Sumbawa, 6 april 2013

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *