Kamis , 23 November 2017
Home / Religi / PRESIDEN JOKOWI BUKA MUNAS NU DI MATARAM
Presiden Jokowi pada Munas Ulama NU di Mataram

PRESIDEN JOKOWI BUKA MUNAS NU DI MATARAM

MATARAM,DS-Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU merupakan forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar. Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar sehingga menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi seluruh umat.

Dari 18 pokok permasalahan yang akan dibahas pada Munas kali ini, rekomendasi terkait radikalisme agama dan penguatan ekonomi warga merupakan yang paling dinanti Presiden.

“Saya tunggu rekomendasi Munas dan Konbes untuk kami tindaklanjuti, terutama persoalan yang menyangkut pemerintah, seperti rekomendasi terkait pembahasan redistribusi aset dalam pandangan Islam,” ujar Presiden di hadapan ribuan para ulama se-Indonesia yang hadir saat membuka Munas Alim Ulama Konferensi Besar Nahdlatul Ulama tahun 2017 di kompleks Masjid Hubbul Wathon Islamic Center Nusa Tenggara Barat, Kamis (23/11/2017).

Tepat pukul 13.50 wita Presiden Jokowi didampingi Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi tiba di tempat acara disambut ribuan santri NU dengan lantunan Shalawat Badar. Hadir pula para menteri anggota kabinet kerja, sejumlah pejabat tinggi negara, para duta besar negara sahabat, tokoh dan sesepuh nasional.

Ditegaskan oleh Presiden Jokowi bahwa pandangan para ulama sangatlah penting agar apa yang menjadi kebijakan pemerintah terkait retribusi aset bisa sesuai aturan agama dan hukum yang ada. “Karena persoalan aset bukanlah menyangkut nominal kecil sehingga harus dipastikan adil dan sesuai aturan hukum,” terangnya.

Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB yang juga cucu pahlawan Nasional Maulana Syaikh saat menyampaikan sambutan selamat datang kepada ribuan undangan, mengungkapkan sebuah pesan dari guru besar sekaligus pahlawan nasional asal Nusa Tenggara Barat, TGKH Muhamad Zainuddin Abdul Majid, Yakni untuk senantiasa menghidupkan iman dan taqwa, cinta teguh pada agama dan negara.

Gubernur juga berharap, seluruh rangkaian acara Munas dan Konbes dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat.

Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU), KH Said Aqil Siroj, mengatakan, Munas Alim Ulama & Konbes NU 2017 mengambil tema ‘Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga’. Tema ini dipilih mengingat perkembangan kekinian yang dihadapi bangsa Indonesia.

“Mengapa tema ini penting? sebab akhir-akhir ini semangat nasionalisme kita agak pudar dan agak luntur, dengan adanya keterbukaan era reformasi dan teknologi yang sangat canggih, kemajuan yang luar biasa, banyak bangsa yang terpengaruh oleh provokasi radikalisme,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan penyelenggaraan Munas Alim Ulama & Konbes NU dilaksanakan dalam rangka menghasilkan keputusan-keputusan strategis dan fundamental bagi kemaslahatan umat, untuk keutuhan bangsa dan negara. Pada Munas kali ini, ungkapnya, akan dibahas 18 persoalan strategis bangsa dalam Bahtsul Masail oleh para kiai NU. Di antaranya pembahasan masalah undang-undang yang mengatur tentang penyandang disabilitas, agar mendapat perlakuan dan hak yang sama dari negara.

Munas Alim Ulama & Konbes NU 2017 akan berlangsung Kamis-Sabtu, 23 hingga 25 November 2017 di Nusa Tenggara Barat (NTB), dipusatkan di lima pondok pesantren NU seperti Ponpes Darul Hikmah, Darul Quran, Darul Fallah, Nurul Islam, dan Ponpes Al Halimi. hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Wagub : MTQ Ajang Umat Islam Cinta Alquran

MATARAM, DS – Wakil Gubernur, H. Muhamad Amin MSi mengingatkan, ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) agar tidak menjadi kegiatan rutin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *