Minggu , 11 Juni 2017
Home / Religi / KEAJAIBAN SEDEKAH : SARUNG
kujungan pengurus Bazda ke mustahik yang terkena musibah kebakaran

KEAJAIBAN SEDEKAH : SARUNG

Bulan Ramadhan telah tiba. Bulan ini mengingatkan aku pada kejadian empat tahun lalu, tahun 2010. Waktu shalat Isya telah tiba. Aku memasuki masjid dengan langkah pelan. Seorang laki-laki mendahuluiku. Ternyata pak Sahli, seorang buruh angkut. Kami bertegur sapa. Aku kebetulan mengenalnya.

Ada yang menarik dari pakaiannya. Mataku sempat melihat sarung yang dikenakannya. Sudah tidak layak pakai. Warnanya mulai memudar. Garis sarung seperti garis patah-patah, hilang di tiap ujungnya. Bagian bawah bergulung ke atas. Tak pernah tersentuh seterika.

Tiga hari berturut-turut aku perhatikan, pak Sahli selalu mengenakan sarung yang sama. Masyaallah…kekurangmampuannya sedikitpun tidak mengurangi ketaatannya beribadah.

Sepulang dari masjid, aku membuka lemari. Aku menimbang-nimbang, sarung mana yang akan kuberikan pada pak Sahli. Untung pada awal Ramadhan aku membeli beberapa sarung. Aku merasakan langsung manfaatnya sekarang.Seketika aku teringat anjuran Rasulullah. Jika ingin memberikan sesuatu kepada orang lain, berikanlah milik kita yang terbaik bahkan yang paling kita sukai. Akhirnya pilihan jatuh pada sarung berwarna putih, paling bagus menurutku. Sarung kubungkus rapi. Kumasukkan dalam tas kresek. Besok malam akan kubawa saat tarawih.

Aku sengaja menunggu pak Sahli di depan pintu gerbang masjid. Tidak lama kemudian, pak sahli datang. Aku menghampirinya. “Terima ini untuk shalat Pak,”ujarku. “Oh, terima kasih Bu, “katanya. Pak Sahli sempat melongo, seperti tidak percaya. Aku bersyukur telah diberikan kesempatan untuk berbuat sedikit kebaikan. Terima kasih atas pilihan-Mu ya Allah.

Malam berikutnya aku melihat pak Sahli. Alhamdulillah, sarung yang kuberikan kini sudah dipakainya. Mudah-mudahan beliau tetap rajin beribadah ke masjid.

Tanpa diduga, aku bertemu kawanku dari Kalimantan. Aku diajak bertandang ke rumahnya. Dia memberikan aku sebuah sarung tenun khas Samarinda. Tal lupa kuucapkan terima kasih.Seperti mendapat durian runtuh, pucuk dicinta, ulam tiba. Sudah lama aku menginginkannya. Kini sarung itu telah berada di tanganku. Kejadian yang mungkin bukan suatu kebetulan. /nurwahidah, salah satu pemenang lomba kisah keajaiban sadaqah Bazda Kabupaten Lotim/

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Ribuan Ulama akan Tumpah ke NTB

MATARAM, DS – Nahdatul Ulama (NU) bakal menggelar Musyarawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *