Selasa , 14 Agustus 2018
Home / Religi / BACA SURAH AL-HUMAZAH, JOKOWI IMAMI SHALAT BERJAMAAH DI LOKASI GEMPA
Presiden Jokowi ketika mengimami shalat berjamaah di lokasi gempa bumi

BACA SURAH AL-HUMAZAH, JOKOWI IMAMI SHALAT BERJAMAAH DI LOKASI GEMPA

KLU,DS-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau beberapa tenda pengungsian korban bencana gempa di KLU. Dalam tinjauannya itu, Jokowi menyempatkan melaksanakan shalat Magrib berjamaah sekaligus menjadi bersama para pengungsi di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, KLU.

Fahrul Mustofa

Mengenakan pakaian putih lengan panjang, Presiden usai berdialog dan menyapa warga di pengungsian di Dusun Karangkates, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, tak lupa menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim, yakni menunaikan shalat Magrib berjamaah.

Dari foto yang diterima wartawan, Jokowi mengambil wudlu di tempat penampungan air bersih untuk para pengungsi. Tampak Gubernur NTB Dr. TGH Zainul Majdi turut melakukan hal yang sama.

Shalat Magrib kemudian digelar di bawah tenda yang dibangun seadanya dengan jumlah sajadah yang terbatas. Untuk mengganti sajadah, kain khas Lombok digelar sebagai garis pembatas shaf bagi para jamaah.

Tenda tersebut juga didirikan dengan tiang-tiang dari bambu. Untuk penutupnya, dipasang ‘dinding’ yang dibuat dari plastik bekas karung.

Saat hendak menunaikan shalat, awalnya Jokowi mempersilakan TGB menjadi imam. Tetapi TGB dan warga justru meminta Jokowi yang menjadi imam. Salat Magrib pun dilaksanakan bersama warga di tenda pengungsian yang sangat sederhana tersebut.

Sebelumnya, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, mengatakan Jokowi menyambangi lokasi pengungsian Desa Gondang, Kecamatan Gangga.

“Di lokasi tersebut, Kepala Negara sempat berdialog dengan warga, menghibur anak-anak di tenda pengungsian, dan melaksanakan ibadah shalat Magrib berjamaah bersama warga setempat,” ucap Bey menjawab wartawan di Tanjung, Selasa (14/8).

Imam Shalat
Presiden Jokowi menjadi imam shalat berjamaah disela-sela melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah memang bukan yang pertama kali. Bahkan ketika pertama mengimami shalat berjamaah di daerah lain, Jokowi dibully dengan menyebut bacaannya tidak fasih dan sebutan lain yang terkesan miring.

Karena itulah, setiap kali Jokowi menjadi imam maka cukup menarik perhatian. Para jamaah pun mendengarkan dengan seksama bacaan shalat yang diperdengarkan Sang Presiden.

Lantas bagaimana bacaan shalat Jokowi ketika menjadi imam disela-sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Lombok Utara?
Dihubungi terpisah, Gubernur NTB, Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi membenarkan jika awalnya Presiden Jokowi memintanya untuk menjadi imam dalam salat Maghrib itu. Bahkan, permintaan sebelum azan berkumandang dilakukan sebanyak tiga kali oleh Presiden pada dirinya.

“Tapi, saya menolak permintaan Presiden karena bagian dari penghormatan. Apalagi Presiden adalah tamu. Sekaligus rasa penasaran akan bacaan shalatnya,” ujar TGB menjawab wartawan dalam siaran tertulisnya.

Menurut TGB, bacaan ayat suci Alquran yang dikumandangkan Presiden Jokowi sangat terang meski tidak sefasih bacaan para santri.

“Bacaan pak Presiden pada surat Al-Humazah di rakaat pertama, serta rakaat kedua pada surat Quraisy, saya rasa sangat baik,” kata Gubernur.

“Termasuk, zikir usai salat dan doa sapu jagat juga bacaanya cukup lumayan baik,” tambahnya.

Surah Al-Humazah sendiri menerangkan tentang kecelakaan bagi para pengumpat dan pencela.

Sedangkan surah Quraisy menerangkan tentang kebiasaan orang-orang Quraisy pada musim dingin dan musim panas dan anjuran agar mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka’bah).

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

TGB Sebut Sentimen Keagamaan di Pilpres 2019 Berbahaya 

MATARAM, DS –  Para ulama memiliki peran besar dalam menjaga keutuhan bangsa melalui konsep pemikiran wasathiyyah atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *