Selasa , 30 Januari 2018
Home / Religi / Alhamdulillah, Rumah Sakit Islam KITA Lotim Hampir Rampung
Inilah fisik bangunan RSI KITA Lotim yang hampir rampung

Alhamdulillah, Rumah Sakit Islam KITA Lotim Hampir Rampung

SELONG,DS-Bazda Kabupaten Lombok Timur bekerjasama dengan Pemkab setempat merancang pembangunan rumah sakit tipe C yang diberi nama Rumah Sakit Islam KITA. Bulan Januari 2018 bangunan rumah sakit itu sudah nampak mentereng.

Rumah sakit ini dihajatkan untuk melayani pasien miskin sehingga segala pelayanan yang diberikan bersifat gratis. Hal ini juga disebabkan komposisi antara jumah penduduk dan keberadaan rumah sakit belum ideal.

Pembangunan RSI KITA yang dilakukan Yayasan RSI KITA  bermula dari pertemuan antara Bupati/Wakil Bupati Lombok Timur, pengurus Bazda, SKPD dan camat se Lotim di Rupatama, Kamis (13/11). Bupati Lombok Timur, H.Moh.Ali bin Dachlan, mengemukakan harus ada gagasan besar yang dilakukan Bazda Lotim, tidak sebatas upaya-upaya karitatif menghimpun dan menyalurkan zakat.

 

RSI Kita yang didanai zis yang dihimpun Bazda Lotim

“Diusia kita seperti sekarang harus ada gagasan besar. Suatu saat jika kita dipanggil Allah maka sudah ada sesuatu yang bermanfaat yang kita tinggalkan,” kata Bupati Ali. Semula direncanakan pembangunan semacam klinik, namun Bupati meminta agar ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe C.

Menurut Bupati, Pemda akan mendukung pendanaan pembangunan rumah sakit tipe C tersebut. Sedangkan nantinya dana zakat, infak/sadaqah bisa digunakan untuk pembiayaan seperti pengobatan pasien miskin yang mengandalkan tenaga dokter secara profesional.

“Jika Bazda hanya berupaya menghimpun dan menyalurkan zakat, siapapun bisa melakukannya. Tetapi harus ada gagasan besar yang dilakukan agar masyarakat miskin benar-benar terlayani,” cetusnya seraya mengkritik Bazda yang menyantuni Rp 1.000 anak yatim panti asuhan setiap hari, agar ditingkatkan menjadi Rp 2.000. Masyarakat miskin merupakan sasaran yang menjadi tanggung jawab Bazda.

Menurut Bupati Ali,  apa yang dilakukan Bazda Lotim sementara ini belumlah cukup. “Pak Ketua Bazda sempat menginformasikan bahwa berhasil menghimpun dana zakat Rp 7 miliar dalam setahun. Anda kira saya senang mendengarnya? Itu masih jauh ya dari harapan,” katanya.

Ia menargetkan minimal zakat yang bisa dihimpun dari SKPD mencapai Rp 1 miliar. Apalagi jika melihat kegiatan proyek di Lotim mencapai Rp 1 trilyun.  Karena itu, kepala SKPD memiliki tanggung jawab dalam melakukan penghimpunan zakat di lingkungannya, terlebih zakat ini  sudah diatur dalam Undang-undang.

“Zakat itu perintah, ambillah zakat mereka, itu kata Islam,” terangnya. Setiap penghasilan apakah gaji ataupun honor wajib hukumnya dizakatkan. “Termasuk honor-honor saya. Sering saya menerima honor kok belum dipotong zakat. Karena itu mulai sekarang setiap honor mesti dipotong zakatnya,” kata Ali seraya mengutip Al-Qur’an Surah Attaubah ayat (103) yang menyebutkan: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka, dan Allah lagi Mendengar dan  Maha Mengetahui”.

Upaya penghimpunan dana zakat yang berlangsung sekarang belumlah bisa digunakan untuk mengentaskan kemiskinan. Jika berhasil menghimpun dana zakat sebesar Rp 1 miliar, Ali mengemukakan pembangunan rumah sakit tipe C dalam membantu rakyat miskin bisa dilakukan. Ia pun berharap pengurus Bazda yang memiliki jaringan ke Timur Tengah maupun negara lain agar berupaya maksimal kemampuannya sehingga cita-cita besar itu terlaksana.

Harapan agar dana zis terhimpun mencapai Rp 1 miliar nampaknya terlaksana begitu rencana itu digulirkan. Setidaknya, setiap tahun Bazda bisa menghimpun Rp 12 miliar. Selain untuk pembangunan RSI KITA, asnaf lain pun tidak dilupakan seperti menyalurkan zakat untuk orang miskin. Ada 86 LKSA yang tetap menerima santunan setiap bulan yang disalurkan untuk anak yatim piatu. Begitu juga orang sakit yang kurang mampu disantuni.

Pembangunan RSI KITA merupakan cita-cita besar yang hampir rampung terutama bangunannya yang berlokasi di Labuhan Haji. Diperkirakan tahun ini sudah operasional sehingga pasien dari kalangan miskin bisa terlayani. Apalagi jumlah rumah sakit yang ada belum setara dengan warga masyarakat Lombok Timur yang jumlahnya sekira 1,3 juta jiwa. ian

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Kelola Keberagaman, Negara Arab Harus Belajar dari Indonesia

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, diwawancara secara eksklusif oleh presenter Al-Ghad TV tentang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *