Rabu , 25 Juli 2018
Home / Politik / Wagub Amin : “Saya Tidak Tahu Bila TGB Pindah ke NasDem”
Wagub H. Muhamad Amin SH MSi

Wagub Amin : “Saya Tidak Tahu Bila TGB Pindah ke NasDem”

MATARAM, DS – Ketua DPW Partai NasDem NTB, H. Muhamad Amin, mengaku menghargai pilihan Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi mundur dari Partai Demokrat. Meski demikian, Wakil Gubernur NTB itu belum mengetahui jika Tuan Guru Bajang (TGB) akan merapat ke partainya.

“Sampai sekarang, saya belum dapat konfirmasi soal beliau (Gubernur NTB) akan merapat ke NasDem. Sebaiknya, pilihan pak Gubernur mundur dari partainya, tentu adalah hak politik beliau, dan maaf tidak elok saya ikut campur urusan internal partai Demokrat,” ujar Muhamad Amin yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya terkait mundurnya TGB dari Partai Demokrat, Selasa (24/7).

Wagub Amin mengaku, kendati sejumlah kader ormas yang dipimpin TGB, yakni Nahdatul Wathan (NW) telah berpindah menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) ke partainya dalam Pemilu 2019 ini, ia tidak memperoleh informasi resmi detail terkait kabar akan merapatnya TGB ke partai yang dipimpin oleh Surya Paloh itu.   Amin membenarkan, jika hubungan Gubernur NTB dengan Surya Paloh telah berlangsung lama. Bahkan, keduanya sangat akrab.

“Pak Surya Paloh pernah bercerita ke saya jika ia sangat menganggumi kiprah TGB sebagai sosok pemimpin muda potensial yang lengkap dari sisi kepemimpinan dan keulamannya,” kata Amin.

Jika TGB jadi berpindah ke Partai NasDem, kata dia, tentu hal tersebut merupakan kebijakan dan kewenangan DPP. Sebab, ketokohan TGB telah diakui secara nasional. Apalagi, saat di Partai Demokrat Gubernur NTB dua periode itu adalah anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat.

“Sangat mungkin DPP akan menerima TGB bergabung, kan bagi saya TGB itu adalah panutan umat di NTB. Jika seandainya beliau berkehendak ingin gabung ke NasDem, tentu kami akan welcome menerima pak Gubernur NTB dengan senang hati,” tegas dia.

Sebagai orang yang lima tahun mendampingi TGB menahkodai provinsi NTB. Amin mengaku sangat mengagumi keperibadian dan kepemimpinan TGB selama ini. Oleh karena itu, jiwa inovatif dan semangat perubahan yang selama ini diusung oleh TGB sangat cocok dicurahkan pada Partai NasDem yang fokus kerjanya tidak lain mengusung semengat restorasi bagi bangsa Indonesia.

“Insya Allah, pak Gubernur akan bisa masuk di struktur kepengurusan apapun di partainya. Apalagi, jika memang menjadi Sekjen dan Wakil Ketua Umum DPP Nasdem, bagi saya sangat sesuai dengan kiprahnya selama ini. Yang pasti pak Gubernur sangat cocok berkiprah di DPP, karena pemikiran beliau tentang kebangsaan Indonesia dengan semangat islam modernasasi sangat dibutuhkan bangsa ini kedepannya,” tandas Muhamad Amin.

TGB telah resmi mundur dari Partai Demokrat. TGB mundur sebelum sanksi dari partainya dijatuhkan menyusul dukungannya kepada Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019. Wartawan  sempat berusaha mengkonfirmasi langsung kepada TGB soal ini. Ia pun merespons singkat lewat layanan pesan singkat.

“Benar. Saya mundur dari Demokrat. Karena alasan pribadi,” kata TGB, Senin (23/7) malam. TGB menegaskan tidak ada kericuhan yang terjadi antara dirinya dan Partai Demokrat. Keputusannya semata untuk menggunakan hak politisnya sehingga ia pun keluar dari Partai Demokrat.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) ini memahami pasti akan ada pro dan kontra terkait keputusannya. Namun, ia mengatakan hal tersebut  harus diambil untuk kepentingan bersama.

Dukung Jokowi-TGB

Sementara itu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem NTB akan melakukan deklarasi dukungan kepada TGB. Terutama, dukungan untuk menjadi cawapres dan berpasangan dengan Joko Widodo (Jokowi).

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW Nasdem NTB Ardani Zulfikar mengatakan deklarasi ini akan dilakukan di Kantor DPW Nasdem NTB di Jalan Langko, Kota Mataram, NTB, pada Rabu (25/7). Ardani menyampaikan, deklarasi ini merupakan bentuk usulan dari DPW Nasdem NTB kepada DPP Nasdem sebagai pertimbangan.

“Deklarasi besok sudah positif, kami malah berharap supaya diperjuangkan oleh partai di DPP Nasdem,” ujar Ardani kepada wartawan di Mataram, NTB, Selasa (24/7).

Ardani menjabarkan alasan dukungan kepada TGB untuk mendampingi Jokowi. Menurutnya, Jokowi sudah memberikan keberhasilan yang nyata dalam memimpin bangsa.

Jokowi, lanjutnya, juga begitu memberikan perhatian besar kepada pembangunan di NTB, yang notabene pada Jokowi kalah telak saat Pilpres 2014 di NTB. Namun, kata dia, selama ini banyak anggapan dan isu bahwa Jokowi kurang dekat dengan ulama hingga kriminalisasi ulama.”Saya anggap ini bisa menjadi bom waktu, saya khawatir masyarakat termakan hoaks,” lanjutnya.

Oleh karena itu, ia menilai, sangat strategis menjadikan TGB sebagai pendamping Jokowi. Hal ini bisa membuka mata umat dan masyarakat bahwa pasangan ini bentuk kombinasi ideal yakni nasionalis dan religius.

“Walau TGB bukan orang Nasdem ketika dia memiliki potensi maka Nasdem akan mendukung. TGB bukan hanya milik NTB, tapi Indonesia, jadi enggak main-main kita dukung bukan hanya formalitas tapi berdasarkan pertimbangan matang,” tandas Ardany Zulfikar. RUL.

 

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Tiga Anggota Dewan Belum Ajukan Surat Pengunduran Diri

MATARAM, DS – Tiga dari total sebanyak 65 anggota DPRD NTB yang akan maju dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *