Rabu , 16 Agustus 2017
Home / Politik / TMP NTB Nilai TGB ‘Pemimpin’ Tak Siap Kritik
Suhaimi

TMP NTB Nilai TGB ‘Pemimpin’ Tak Siap Kritik

MATARAM, DS – Kritik konstruktif yang dilontarkan DPD PDIP NTB dengan sajian data-data otentik terkait kegagalan kinerja TGB-Amin selama lima tahun menjabat di NTB, terus menggelinding. Bahkan aksi saling bela khususnya dari pihak yang pro pemda NTB hingga kini, baik di media sosial mulai Twitter, Facebook serta media massa terus bermunculan. Menariknya, kalangan akademisi pun ikut latah mengomentari ‘pertikaan’ antara PDIP dengan pemerintahan TGB-Amin tersebut. Salah satunya, Prof Zaenal Asikin.
Dewan Pembina Taruna Merah Putih (TMP) NTB, Suhaimi SH, menyayangkan aksi pembelaan yang kini terus viral yang dilakukan sekelompok masyarakat yang mengklaim pendukung pemda NTB tersebut. Menurutnya, siapapun m manusia akan membutuhkan nasehat dan peringatan dari pihak orang lain lantaran manusia itu tidak akan pernah berhasil secara utuh melihat dirinya sendiri.
Kata Suhaimi, untuk menilai dirinya maka manusia tersebut harus mencari orang lain sebagai cermin pantulan nilai. “Tentunya cermin yang baik adalah cermin yang datar, tidak cembung,tidak pula cekung,” ungkapnya menjawab wartawan, Jumat (11/8).
Anggota DPRD Loteng itu mengatakan seseorang yang telah memperoleh nasihat dan peringatan. Tentunya, akan semakin meningkat kadar kebutuhannya bagi seorang manusia yang telah diberi amanat memimpin. Lantaran, pemimpin telah dimandatkan oleh negara untuk dapat berbuat selama pengabdiannya harus berbuat untuk orang banyak, serta tidak lagi hanya untuk diri, keluarga dan kelompoknya semata.
“Saya rasa, pemimpin itu jauh lebih siap dan lebih intens menerima kritik dan masukan, manakala  lebih bijak menerima kritik tersebut. Bukan dengan melakukan perlawanan seperti saat ini,” ujar Suhaimi.
Menurutnya,  kritik yang dilontarkan PDIP NTB itu seyogyanya direspon sebagai nasehat dan peringatan sebagaimana bimbingan Allah SWT dalam surat Al-Ashr. “Semestinya yang direspon itu subtansi masalah yang disampaikan, bukan malah berdebat metode. Apalagi, melakukan serangan balik mengerahkan seluruh ‘pembantu’ untuk serangan balik tersebut,” kata Suhaimi lantang.
Ia mengatakan, serangan balik yang tidak subtansi cenderung memperlihatkan Gubernur dan pembantunya sebagai ‘amatiran’. Yakni, seperti, baru tumben menjabati kepala daerah, padahal sudah dua periode. “Wajarlah publik berpresepsi kayak anak kecil, jangan-jangan karena tidak terbiasa dikritik atau memang beginilah selalu cara mereka (kelompok pendukung TGB) merespon kritik itu,” tukas Suhaimi.
Terkait pernyataan Prof. Zainal Asikin yang menganggap kritik PDIP tidak tepat. menurutnya, hal itu telah menggambarkan dengan jelas sesuai dengan kepribadian tingkah laku kesehariannya. Sebab, publik mengetahui, selama ini, Guru Besar ilmu hukum Unram tersebut melakukukan pekerjaan sesuai pesanan pelanggannya. Diantanya, kadang menjadi pengamat politik, tim survei, lawyers.
“Jadi Pak Prof Asikin harus mulai bercermin pakai cermin datar agar nampak jelas pantulan diri kita. Berhentilah mau dijadikan pembantu sebagai cermin, karena pasti itu adalah cermin cembung yang memantulkan penampakan lebih besar dari aslinya. Sebab, sebenarnya cermin cembung membuat kita jelek dan tidak proporsional. Sehingga, jangan dipakai lagi ya,” tandas Suhaimi.fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

TIGA SYARAT INDONESIA KUAT & MAJU

MATARAM,DS-Suatu negara akan maju dengan tiga syarat yang harus dimiliki, yakni apabila rakyatnya menguasai ilmu …

No comments

  1. Your comment is awaiting moderation.

    Ini Suhaimi hanya bisa ngomong ndak jelas tanpa bukti apa2. Bukti jadi anggota dewan bukan orang pintar tapi asal bunyi. Padahal TGB santai menjawab kritikan. Orang PDIP mengkritik dijawab, yang mengkritik dikritik balik malah melas-melas, bilang orang anti kritik. Cemen memang orang PDIP ini termasuk pendukungnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *