Senin , 2 Juli 2018
Home / Politik / Tiga Paslon Pilgub NTB Saling Klaim Kemenangan
Ketua tim pemenangan paslon Suhaili-Amin, Hj. Baiq Isvie Rupaedah MH (tiga kanan) didampingi tim pemenangan lainnya saat memberikan keterangan pers terkait hasil qc LSI Denny Ja Pilgub NTB

Tiga Paslon Pilgub NTB Saling Klaim Kemenangan

MATARAM, DS – Belum finalnya penghitungan suara Pilgub NTB 2018 membuat para paslon masih melakukan klaim kemenangan, terutama tiga paslon yang berasal dari partai. Pasangan Zulkieflimansyah-Rohmi Djalilah sendiri merupakan pendatang baru yang diluar dugaan dalam  memenangi pertarungan dalam versi hitung cepat.

Paslon Suhaili-Amin mengaku memiliki data tabulasi form C1-KWK dari seluruh saksi di TPS di NTB yang menyebutkan jika paslon yang didukung koalisi tiga parpol, yakni Golkar, PKB dan Partai Nasdem itu unggul dibanding paslon Zul-Rohmi.

“Memang kita punya tabulasi perhitungan suara dari para saksi. Itu masih berjalan hingga kini…. Namun, kami berkomitmen menunggu perhitungan resmi dari real count KPU NTB,” ujar Ketua Tim Koalisi Parpol Suhaili-Amin,  Hj. Baiq Isvie Rupaedah menjawab wartawan, Kamis (28/6).

Sebelumnya Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis posisi teratas yang menempatkan Zul-Rohmi. Namun, kata Isvie, batalnya LSI Denny Ja merilis hasil quick count pada Rabu (27/6) petang, menjadi indikator Pilgub NTB kali ini menunjukkan belum ada satupun paslon pemenangnya.

Oleh karena itu, Isvie mengimbau semua pihak, baik relawan dan pendukung paslon Suhaili-Amin agar bersabar menunggu hasil perhitungan secara resmi oleh pihak KPU NTB. Ketua DPD Golkar NTB telah pula mengeluarkan instruksi pada semua Ketua DPD II Partai Golkar di semua wilayah NTB agar mengamankan form C1-KWK yang telah dikumpulkan para saksi di semua TPS.

“Jadi, kalau ada sekarang ini paslon yang menyatakan dirinya menang maka belumlah. Kan LSI Denny JA memiliki dua versi hasil yang berbeda-beda hasilnya di dua media berbeda, yakni Antara dan Tempo dengan selisih 0,02 persen. Baiknya, kita serahkan ke lembaga resmi yakni KPU,” kata Isvie.

Juru bicara paslon Suhaili-Amin, Hasan Masat, menyatakan menolak hasil perhitungan cepat yang dilakukan oleh LSI Denny JA. Sebab, proses pilkada NTB hingga kini masih berjalan. Selain itu, seluruh tim pemenangan Suhaili-Amin juga menyaksikan secara langsung sempat terjadi penarikan hasil quick count oleh lembaga LSI itu.

“Wajarlah, kami mengherankan jika Pilkada NTB ada masalah, yaitu reaksi dan opini dari hasil quick count yang dihembuskan oleh tim pemenangan paslon tertentu. Kami menolak hasil quick count yang terlihat berupaya melakukan penggalan opini sehingga kami akan sabar menunggu hasil real count oleh KPU NTB,” tandas Hasan Masat.

Ahyar Mori Ngaku Menang

Sementara itu, DPD Partai Gerindra NTB juga mengklaim jika pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut dua, TGH. Ahyar Abduh-Mori Hanafi M.Comm (Ahyar-Mori) masih memiliki kans memenangi Pilgub kali ini. Dari data tabulasi real count yang dilakukan partai besutan Prabowo Subianto di kantor DPD setempat, tercatat paslon berjargon ‘NTB untuk Semua’  memimpin dengan raihan sekira 30 persen suara.

Sekretaris DPD Gerindra NTB, Ali Usman Al Khairi, mengemukakan dari proses tabulasi data yang masuk, tercatat paslon nomor urut dua unggul dengan raihan sekitar 30 persen.

“Proses pendataan di lima kabupaten lainnya masih berjalan. Sehingga, kami masih optimis jika kita unggul dari tiga paslon lainnya,” ujar Ali Al Khairi menjawab wartawan, Kamis (28/6) petang.

Ia menegaskan tidak akan pernah memercayai adanya hasil quick count yang telah dirilis salah satu lembaga survei nasional pada Kamis (27/6) sore. Mengingat, jika merujuk sampling yang ada hal tersebut dirasa sulit menjabarkan kondisi seluruh TPS di NTB yang umumnya memiliki wilayah pedesaan dengan akses jaringan komunikasi yang sulit.

“Pokoknya, kami terus bekerja melakukan tabulasi data penghitungan form C1-KWK. Data ini, nantinya akan kita jadikan bahan saat rapat pleno rekapitulasi manual oleh KPU NTB maupun bila ada proses gugatan ke MK kedepannya,” tandas Ali Usman Al Khairi.

Belum Berani Dipublish

Diketahui, LSI Denny JA bekerjasama dengan Konsultan Citra Indonesia (KCI) sempat batal merilis hasil quick count Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Barat periode 2018-2023. Pasangan Suhaili-Amin seperti yang dirilis LSI Deny JA yang dipublish di media meraih 29,38 persen, dan pasangan Zul-Rohmi 29,43 persen. Sedangkan pasangan Ahyar-Mori 24,47 persen, dan pasangan Ali-Sakti 16,73 persen, dari data masuk 99,55 persen.

Standar suara masuk sehingga bisa dipastikan ada paslon menang kisaran 90-95 persen. Namun, dilihat dari angka itu, ada selisih sangat tipis. Oleh sebab itu, harus menunggu hasil penetapan KPU. Dalam Pilgub NTB 2018 ini, LSI menetapkan margin of error sekitar 1 persen jika dilihat dari angka partisipasi pemilih. Selain itu, informasi yang dihimpun, tidak ada satu pun lembaga survei yang berani merilis resmi hasil Pilgub NTB lantaran silisih sangat tipis di bawah satu persen, yakni 0,05 persen. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Ahyar-Mori Klaim Unggul 30 Persen

MATARAM, DS – Kendati hasil quick count sudah menempatkan Zulrohmi sebagai pemenang, DPD Partai Gerindra …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *