Kamis , 17 Mei 2018
Home / Politik / TGB Nyatakan Siap Maju di Pilpres
Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi MA

TGB Nyatakan Siap Maju di Pilpres

MATARAM, DS – Masuknya nama Gubernur Dr. TGH Muhamad Zainul Majdi atau yang lazim dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) sebagai salah satu kandidat Cawapres potensial dalam Pilpres 2019 merujuk rilis LSI Deny JA, nampaknya mulai membuat petingga DPP Demokrat mulai memberi sinyal akan membuka pintu bagi kader lainnya diluar nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk dipertimbangkan bakal diusung.

Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan yang dikonfirmasi wartawan dari Mataram, membenarkan jika pihaknya masih membuka pintu bagi kader PD lainnya untuk diusung dalam Pilpres kali ini. Salah satunya, yakni TGB, yang merupakan kader Partai Demokrat, sudah dua periode memimpin NTB.

Ia memimpin NTB sejak 2008 dan akan berakhir pada tahun ini. Selain Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), TGB dipertimbangkan oleh partai berlambang logo mirip Mercy itu. “Sejauh ini, kita memberikan (kesempatan) seluas-luasnya kepada semua kader. Tentu semua survei yang muncul dan tidak hanya TGB, ada Pakde Karwo (Soekarwo) dan lain-lain,” ujar Hinca melalui telpon selulernya, Rabu (16/5).

Di survei LSI Denny JA, popularitas TGB, sebagai kandidat cawapres, sebesar 13,9 %. Meski tingkat pengenalannya masih rendah, namun hasil survei LSI Denny JA menunjukkan tingkat kesukaan publik yang mengenal TGB sangat tinggi, di atas 70 persen.

Dikonfirmasi terkait hasil survei LSI Denny JA itu. Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi menyambut positif dukungan-dukungan itu sambil mempersiapkan diri. Selain itu, ia menyatakan kesiapannya bila dipercaya untuk maju dalam kontestasi pilpres oleh partainya.

Untuk itu, TGB mengaku mendapat kehormatan karena namanya masuk pertimbangan Demokrat. Apalagi, menurutnya, ini merupakan aspirasi yang datang dari masyarakat.

“Bagi saya pribadi, aspirasi dan harapan itu kehormatan. Ada harapan dari elemen masyarakat, dari orang-orang, kelompok berarti ada kepercayaan. Kita lihat proses ke depannya karena semuanya sudah ditentukan oleh Tuhan,” kata Gubernur menjawab wartawan, Rabu (16/5).

TGB menegaskan, sebagai anak bangsa, pantang berkata ‘tidak’ bila mendapatkan tugas mengabdi, khususnya di pemerintahan. Termasuk bila dipercaya maju dalam Pilpres 2019.

“Saya rasa anak bangsa tidak boleh mengatakan tidak siap di mana pun ia mengabdi. Baik di struktural, kultural, pemerintahan, di luar pemerintahan semua ruang pengabdian yang memungkinkan harus siap,” ujar TGB.

Ia menjelaskan,  dukungan-dukungan untuknya juga disertai undangan mengisi acara di berbagai wilayah di Indonesia. Pria 45 tahun ini mengatakan, dalam 6-7 bulan terakhir, banyak memenuhi undangan di berbagai provinsi di Indonesia.

Dari banyaknya dukungan, TGB mengatakan suara dari Ikatan Alumni Al-Azhar-lah yang membuatnya menyikapi dukungan ke Pilpres 2019 dengan berbeda. Pada Januari 2018, Ikatan Alumni Al-Azhar mengamanahkan penerima dua penghargaan Satyalancana Pembangunan ini maju ke Pilpres 2019, baik sebagai capres maupun cawapres.

“Pada bulan yang lalu, bulan Januari, kita ada alumni Al-Azhar Indonesia. Saya kebetulan jadi ketuanya, diminta Pak Quraish Shihab menggantikan beliau. Teman-teman minta, ayolah Anda kami kasih amanah untuk ikut kontestasi, sebagai apa pun. Setelah itulah baru kemudian saya memandang ini beda,” jelas TGB.

Apa bedanya? “Bedanya itu saya harus menyiapkan diri lebih baik lagi,” jawab anggota DPR RI periode 2004-2009 dari Partai Bulan Bintang ini.

TGB lalu bicara soal kondisi sosial masyarakat Indonesia yang menurutnya ‘teracuni’ perbedaan pandangan politik tajam di Pilkada DKI 2014. Dalam kunjungan ke berbagai provinsi, TGB terus menyampaikan pesan-pesan persatuan bahwa tak ada dikotomi dan pertentangan antara kaum nasionalis dan Islam, serta tak ada perselisihan antara nasionalisme dan keislaman.

“Jadi, itu adalah dua hal yang saling memperkuat, dan untuk Indonesia itu dua hal yang sudah dalam sekali di hati orang Indonesia. Jadi itu yang saya ikut coba berkontribusi untuk menenangkan, untuk mengingatkan kita, kita jangan terbiasa mempertentangkan hal-hal baik dalam hidup kita. Kita suka mempertentangkan antara agama dengan bangsa, keislaman dan nasionalisme, itu kan hal-hal baik, menurut saya hal-hal baik ini justru harus disuburkan,” penerima Adhikarya Pangan Nusantara (APN) 2013 ini.

TGB lalu kembali bicara soal pertemuannya dengan Ikatan Alumni Al-Azhar dan dukungan maju ke Pilpres 2019. Dia mengatakan merespons serius dukungan-dukungan itu.

“Nah pascapertemuan di Pondok Cabe dengan teman-teman alumni itu, kemudian ada permintaan-permintaan dari beberapa tokoh yang saya hormati, memang jadi berubah, bahwa saya harus lebih fokus lagi untuk merespons itu,” tandasZainul Majdi yang bakal segera mengakhiri masa baktinya setelah dua periode memimpin NTB ini.fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Ratusan Tuan Guru NTB Dukung Cak Imin Cawapres Jokowi

MATARAM, DS –Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mendapat dukungan politik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *