Minggu , 25 November 2018
Home / Politik / TGB Kritik Pernyataan Capres Prabowo Soal Pemindahan Kedubes Australia
Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi MA

TGB Kritik Pernyataan Capres Prabowo Soal Pemindahan Kedubes Australia

MATARAM, DS – Pernyatan Capres Prabowo Subianto yang menyebut pemindahan kedutaan besar Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem sebagai hak dan kedaulatan yang harus dihormati, menuai reaksi.  Mantan Gubernur NTB TGH. Zainul Majdi atau yang dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) menyayangkan pernyataan Prabowo tersebut mengingat mayoritas semua umat islam di belahan dunia mengecam pemindahan Kedubes Australia di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem itu.

Menurut TGB, pernyataan Prabowo menafikan jalinan sejarah perjuangan Palestina yang erat dengan perjuangan bangsa Indonesia. Dengan memindahkan kedubes, itu berarti sebuah pengakuan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Padahal Israel dan Palestina masih berkonflik soal Yerusalem.

“Bagi saya, ini bukan sekadar masalah kedaulatan suatu negara sahabat, tetapi ini isu kebangsaan dan keumatan yang selalu menjadi perhatian kita sebagai bangsa,” ujar TGB menjawab wartawan, Sabtu (24/11).

“Prinsipnya, tidak boleh ada statement yang secara langsung maupun tidak langsung melegalkan kondisi yang ada di Palestina,” lanjutnya.

TGB pun mengajak warga Indonesia tidak patah semangat karena statement yanv dilontarkan oleh Prabowo itu. Ia menyebut perjuangan untuk Palestina harus tetap digelorakan.

“Apa pun, pernyataan itu tidak boleh melemahkan semangat kita untuk memperjuangkan hak saudara kita di Palestina untuk merdeka. Pertanggungjawaban kita adalah kepada Allah SWT Sang Pencipta, kepada diri kita sebagai manusia yang merdeka, sebagai bangsa dan kepada sejarah,” tegas TGB.

Ia lalu berbicara soal penjajahan Israel terhadap Palestina yang dinilai sebagai sisa wajah buruk kolonialisme. TGB menyebut penjajahan Israel kepada Palestina bertentangan dengan nalar kemanusiaan, kebangsaan, dan keagamaan.

“Secara kebangsaan, posisi kita jelas sebagaimana yang termaktub dalam alinea pertama pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, ‘maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan’. Setiap pemerintahan kita tanpa kecuali menganggap ini garis merah yang tidak boleh dilampaui. Tidak ada kompromi terhadap penjajahan Israel terhadap Palestina,” jelas TGB.

“Secara keagamaan, saya yakin tidak ada agama yang membolehkan penganiayaan kolektif berkelanjutan yang sistemik sebagaimana yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina. Khusus bagi kita bangsa Indonesia, kita tidak boleh melupakan bahwa Palestina melalui Mufti Besar Syekh Muhammad Amin Husaini adalah salah satu bangsa yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia. Kita senasib dan sepenanggungan dengan rakyat Palestina,” tambahnya.

Pernyataan soal pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem itu tercetus setelah Prabowo berpidato di Indonesia Economic Forum 2018 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (21/11). Saat itu Prabowo menjawab pertanyaan wartawan asing soal sikapnya mengenai rencana pemindahan Kedubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Berikut ini pernyataan Prabowo:

Untuk pemindahan kedutaan, saya belum membaca soal keputusan Australia memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Kita sebagai pendukung Palestina, kita tentu punya pendapat sendiri, tapi Australia juga merupakan negara independen dan berdaulat, maka kita harus menghormati kedaulatan mereka. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Dideklrasikan, GARBI Sebut Ormas Netral di Pileg 2019 

MATARAM, DS – Pengurus Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) yang digawangi Wakil Ketua DPR RI …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *