Senin , 25 Juni 2018
Home / Politik / Survei SDI Dianggap Abal-Abal, Tim Ahyar-Mori Klamin Unggul
Ridwan Hidayat

Survei SDI Dianggap Abal-Abal, Tim Ahyar-Mori Klamin Unggul

MATARAM, DS –  Ketua Tim Pemenangan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut dua, TGH. Ahyar Abduh dan Mori Hanafi (Ahyar-Mori), Ridwan Hidayat, menilai data rilis yang disuguhkan Lembaga survei Sinergi Data Indonesia (SDI) yang menyebutkan jika paslon nomor urut satu, Suhaili-Amin berada pada peringkat pertama mengungguli tiga paslon lainnya dengan raihan sebesar 25,50 persen, masih prematur.

Menurutnya, hasil survei SDI yang dilakukan pada tanggal 5-9 Juni 2018, sangat tidak sesuai dengan tipologi lembaga survei selama ini yang biasanya melakukan pengolahan data minimal 10-15 hari. “Tapi tetap, kita hargai kinerja mereka, apalagi SDI adalah lembaga pendampingnya paslon nomor satu. Sekali lagi, kami anggap hasilnya prematur dan abal-abal sehingga kita belum bisa percayai kevalidannya,” ujar Ridwan Hidayat menjawab wartawan, Sabtu (23/6).

Ketua DPD Gerindra NTB itu menegaskan pihaknya juga memiliki survei internal yang dilakukan lembaga kredibel nasional, yakni Polmark Indonesia. “Kalau di hasil kami, paslon Ahyar-Mori berada pada peringkat teratas dan unggul dari tiga paslon lainnya. Untuk angkanya, maaf kita rahasiakan, karena itu hanya konsumsi tim internal dan paslon saja,” tegas Ridwan.

Kakak kandung Cagub Ahyar Abduh itu mengatakan, hingga kini, kinerja tim relawan hingga parpol pengusung Ahyar-Mori masih on the track bekerja sesuai jalur mereka. Dimana, gerakan mereka, sejauh ini telah diukur, serta memiliki standar kerja masing-masing.

Oleh karena itu, Ridwan mengklaim tak bakal mempercayai hasil survei apapun yang menempatkan paslon nomor dua pada peringkat terakhir maupun kedua sebagai paslon penantang kuat Suhaili-Amin pada Pilkada NTB 2018.

Apalagi, kata dia, jika disebutkan swing voters tertinggi berada di Kota Mataram pada Pilgub kali ini. “Ingat lho, Pak Ahyar itu sudah 23 tahun memimpin di Kota Mataram, mulai dari Ketua DPRD, Wakil Walikota dan Walikota Mataram. Sehingga, dengan pengalamannya duduk di kursi legislatif dan eksekutif, maka warga Mataram sudah banyak yang mengenal kiprahnya selama ini,” jelas Ridwan.

Ia menambahkan, sosok Dwifungsi antara Ahyar dan Mori merupakan kombinasi terbaik dan dibutuhkan warga NTB di lima tahun kedepannya. Sebab, pada kedua figur ini terdapat integritas, yakni satu kata dan perbuatannya dalam bekerja selama ini.

Selain itu, mereka merupakan dua orang yang memiliki rekam jejak tata kelola pemerintahan yang baik. “Kalau mau jujur, dari berbagai daerah di NTB, hanya Kota Mataram yang minim konflik serta paling progresif tertinggi peningkatan PAD-nya di NTB. Yang pasti kami memberikan figur itu bukan sembarangan, karena kita ingin ada perbaikan di pemerintahan NTB kedepannya,” tandas Ridwan Hidayat. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Dua Ranperda Prakarsa Dewan Dibutuhkan Masyarakat

MATARAM, DS – Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi menilai pengusulan dua buah ranperda inisiatif …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *