Minggu , 4 Maret 2018
Home / Politik / Suhaili Sebut Ahyar Masih Kader Golkar
HM Suhaili FT dan TGH. Ahyar Abduh

Suhaili Sebut Ahyar Masih Kader Golkar

MATARAM, DS – Calon gubernur (Cagub) yang diusung koalisi tiga parpol, yakni Partai Golkar, Nasdem dan PKB, HM. Suhaili FT, menegaskan antara dirinya dan cagub TGH. Ahyar Abduh, tidak memiliki permusuhan.

Menurutnya, Ahyar tercatat sebagai kader Golkar, namun kini menjadi pesaingnya dalam kontestasi Pilkada NTB 2018. Hal tersebut sangat lumrah. Oleh karena itu, Suhaili yang kini tercatat selaku Ketua DPD Golkar NTB mengaku sangat menghormati keputusan politik yang dijalankan Ahyar Abduh.

“Saya dan Pak Ahyar, sama-sama adalah kader Golkar. Wajarlah, kalau sekarang kita sama-saling berikhtiar menjadi calon kepala daerah yang sedang berkompetisi. Dan, Insya Allah, antara kami tidak akan ada permusuhan apapun,” ujar Suhaili menjawab wartawan, Jumat (2/3).

Bupati Lombok Tengah (Loteng) nonaktif itu mengaku sangat menghormati TGH. Ahyar Abduh yang menjabat dua periode selaku Walikota Mataram.  Sehingga, ia pun memosisikan Ahyar Abduh sama dengan para calon gubernur dan wakil gubernur lainnya.

Kata Suhaili, semua calon yang bertarung di Pilkada NTB 2018,  masing-masing pasangan TGH Ahyar Abduh – Mori Hanafi, pasangan H Zulkieflimansyah – Hj Sitti Rohmi Djalilah, dan pasangan Ali Bin Dahlan – TGH Gde Sakti, merupakan tokoh-tokoh dan putra-putri terbaik NTB.

“Bagi saya, pak Ahyar Abduh itu adalah tokoh NTB. Dan kini, kita juga sama-sama kader di Golkar. Lalu kita dituntut untuk dukung, tidak mungkin kita paksakan. Yang penting adalah tidak boleh ada permusuhan, saling jelek menjelekkan meski ada perbedaan,” tegasnya.

Suhaili berharap semua kader dan simpatisan Partai Golkar  bisa menghargai setiap perbedaan yang ada. Oleh karenanya, ia tidak mempersoalkan bilamana ada kader maupun simpatisan Golkar untuk memilih Ahyar atau dirinya di Pilkada NTB 27 Juni 2018.

“Silakan kader Golkar Mataram tidak bersama-sama, tapi jangan ada permusuhan. Kita menghargai perbedaan yang ada, kalau tidak ada suara di kota Mataram, Insya Allah kita ambil suara dari daerah lain. Kita buat politik itu asyik,” kata Suhaili.

“Saya tidak akan banyak janji, tapi saya hanya ingin menjadi pelayan masyarakat NTB, pelayan bagi yang dipimpinnya,” tuturnya.

Suhaili menjelaskan guna menciptakan pelaksanaan Pilkada NTB yang berlangsung aman, nyaman dan tertib, pihaknya menyatakan siap menerima jika nantinya kalah dalam kontestasi Pilkada NTB 2018, asalkan pelaksanaan pilkada tidak dibumbui kecurangan.

“Pokoknya, jangan ada upaya apapun mengotori dan mengorbankan pilkada ini dengan segala cara untuk mencapai keinginan. Saya rela tidak jadi gubernur dan wakil gubernur, terpenting masyarakat nyaman,” tandasnya. fahrul.

 

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Pernyataan Kadis Dibud NTB Langgar SE Menpan RB

MATARAM, DS – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTB menilai pernyataan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *