Rabu , 21 November 2018
Home / Politik / Pendapatan Turun, Pemprov Klaim Coret Penerimaan yang Tak Berkontribusi di RAPBD 2019
Wagub Sitti Rohmi Djalilah saat menyerahkan jawaban gubernur pada pimpinan sidang TGH Mahally Fikri yang disaksikan Ketua DPRD NTB pada sidang paripurna

Pendapatan Turun, Pemprov Klaim Coret Penerimaan yang Tak Berkontribusi di RAPBD 2019

MATARAM, DS – Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan penurunan postur RAPBD tahun anggaran 2019 dibandingkan dengan postur APBD tahun 2018, lantaran Pemprov ingin menghadirkan postur pendapatan daerah yang lebih realistis, yakni  dengan meniadakan sumber-sumber penerimaan yang sudah tidak memberikan kontribusi lagi.

Meski demikian, secara umum pendapatan asli daerah (PAD) mengalami penurunan, walau jika dicermati, terdapat peningkatan penerimaan pajak daerah dari kendaraan bermotor yang dikelola langsung oleh Bappenda NTB sebesar Rp 90 miliar lebih.

“Peningkatan juga terjadi pada sumber penerimaan dari BUMD dari sisi dari deviden yang mempengaruhi pendapatan. Kecuali, PAD yang bersumber dari retribusi daerah memang juga mengalami penurunan,” ujar Rohmi saat menyampaikan jawaban gubernur NTB atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap nota keuangan dan raperda tentang RAPBD NTB tahun anggaran 2019 pada sidang paripurna DPRD, Senin (19/11).

Pihaknya mengatensi masukan dan pertanyaan sejumlah fraksi yang menyoroti penurunan postur RAPBD NTB kali ini. Menurut Rohmi, segala penurunan ini akan terus dilakukan usaha intensifikasi agar kembali positif seiring dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa yang kini tengah berjalan.

Ia menjelaskan, penyebab penurunan pembiayaan daerah dipicu Silpa pada tahun anggaran 2019 hanya direncanakan mencapai Rp 20 miliar. Sedangkan, Silpa tahun anggaran 2018 akan diketahui setelah BPK RI menyampaikan hasil audit atas laporan keuangan Pemprov NTB yang akan disampaikan pada Juni tahun 2019 mendatang.

Terkait Silpa yang tercantum dalam APBDP 2018 sebesar Rp 253 miliar lebih, diakui Rohmi, hal itu merupakan hasil audit BPK RI atas laporan keuangan tahun anggaran 2017 lalu. Yakni, penerimaan pembiayaan juga bersumber dari pengembalian modal  pada PT. DMB mencapai Rp 178 miliar lebih pada tahun 2018, tidak lagi dianggarkan pada tahun 2019.

“Sehingga, berdampak pada penurunan penerimaan daerah yang memicu penurunan postur belanja daerah tahun anggaraN 2019,” jelas Wagub. “Namun yang pasti, belanja daerah akan kita fokuskan dalam mewujudkan program-program NTB Gemilang kedepannya,” tambah dia. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur Janji Bahagiakan Warga NTB

MATARAM,DS-Gubernur NTB, Dr.Zulkieflimansyah menegaskan dalam lima tahun kedepan akan terus fokus mewujudkan tiga hal penting, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *