Selasa , 11 September 2018
Home / Politik / Pemprov NTB Klaim Sudah Ajak Bicara Pemkab Loteng Terkait Perubahan Nama Bandara BIL jadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid 
Sekda Dr. H.Rosiady Sayuthi

Pemprov NTB Klaim Sudah Ajak Bicara Pemkab Loteng Terkait Perubahan Nama Bandara BIL jadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid 

MATARAM, DS – Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Dr. H. Rosiady Sayuthi menanggapi santai penolakan masyarakat Lombok Tengah yang dikomandai Bupati Suhaili FT terkait perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.

          Menurut Sekda, perubahan nama yang telah ditetapkan dalam SK Kementerian Perhubungan RI pada Rabu (5/9) lalu itu, justru telah didiskusikannya dengan Pemkab Lombok Tengah terkait pergantian nama bandara terbesar di NTB tersebut.

          “Menurut saya, adanya pro kontra itu adalah yang biasa. Kan semuanya, berproses. Termasuk saat ini,” ujar Rosiady menjawab wartawan, Sabtu (8/9).

          Sekda menegaskan, dirinya telah duduk bareng dengan Pemkab Lombok Tengah sebelum memutuskan pergantian nama bandara dan tidak ada masalah. Oleh karena itu, nama Lombok pada bandara bersifat generik atau umum, seperti bandara Cengkareng yang menjadi Bandara Internasional Soekarno Hatta di Tangerang, Banten.

          “Lombok itu kan nama generik sama seperti Cengkareng, harus ada nama yang spesifik dan selalu menggunakan nama pahlawan nasional,” tegas Rosiady.

          Sekda berharap Pemkab Lombok Tengah bisa berbesar hati untuk menerima nama ZAM menjadi nama bandara Lombok yang baru.

          “Mudah-mudahan kawan-kawan di Lombok Tengah bisa memahami, kan sudah tradisi di mana-mana nama bandara itu pahlawan nasional, bukan tokoh legenda. Mereka (Lombok Tengah) kan maunya Mandalika, Mandalika kan tokoh legenda, kita sudah punya KEK Mandalika,” tandas Rosiady Sayuthi.

Sebelumnya, keputusan pemerintah mengubah nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, terus menuai polemik di tengah masyarakat Pulau Lombok. Salah satunya di Kabupaten Lombok Tengah.

Itu ditunjukkan warga yang menggelar pelaksanaan istighosah atau doa bersama untuk menolak pergantian nama bandara terbesar di NTB itu pada Jumat (7/9).

Menariknya, kegiatan itu dipimpin langsung oleh Bupati Loteng HM. Suhaili FT di lapangan bundaran di sekitar bandara setempat. Selanjutnya, warga secara bersama-sama secara bergantian melakukan petisi cap jempol darah untuk menolak pergantian nama itu.

Bupati Lombok Tengah, Suhaili FT, menegaskan, jika pihaknya menentang perubahan nama bandara itu. Ia mengaku, siap mundur dalam jabatannya sebagai bupati jika nama bandara diganti.

“Pokoknya, saya tidak ikhlas, saya tidak rela nama bandara diganti. Saya akan pasang badan dan saya siap mengundurkan diri sebagai bupati bila nama bandara tetap diganti,” tegasnya dalam sambutannya, kemarin.

Menurut Suhaili, pergantian nama bandara itu, tidak pernah melalui metedologi komunikasi dan sosialisasi dengan kepala daerah dan masyarakat setempat. Oleh karena itu, masyarakat Lombok Tengah tidak setuju dengan nama baru bandara itu. “Perubahan nama itu yang pasti sangat melecehkan masyarakat Lombok Tengah,” ujarnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Sandiaga Uno Bantu Korban Gempa Rp 2,3 Miliar

LOBAR, DS – Anggota Komisi XI DPR RI dapil NTB, H. Willgo Zainar, mendampingi kunjungan …

No comments

  1. Your comment is awaiting moderation.

    What’s up, after reading this awesome paragraph
    i am too glad to share my experience here with friends. //y.saudhosting.com/kingsgoldketodietpills595978

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *