Minggu , 1 Oktober 2017
Home / Politik / Lurah Diminta Setor Rp 3,5 Juta Sumbang Deklarasi Ahyar-Mori
Bacagub Mori Hanafi saat bersama Prabowo Subianto dan Bacagub H. Ahyar Abduh

Lurah Diminta Setor Rp 3,5 Juta Sumbang Deklarasi Ahyar-Mori

MATARAM, DS – Larangan para pegawai negeri sipil (PNS) agar tidak terlibat kegiatan politik praktis, seperti menjadi tim sukses baik secara langsung maupun tidak langsung, nampaknya sulit diterapkan. Itu terlihat, di Kota Mataram muncul adanya kabar bahwa setiap Lurah diduga diwajibkan menyumbang sebesar Rp 3,5 juta untuk menyukseskan kegiatan deklarasi akbar pasangan Walikota Ahyar Abduh dan Mori Hanafi M.Comm yang berlangsung di Lapangan Masbagik, Lotim pada 1 Oktober mendatang.

Sumber DS di internal Pemkot Mataram menyebutkan jika sumbangan bagi para Lurah di 50 kelurahan di Kota Mataram untuk kegiatan Pilkada Gubernur tahun 2018 itu bersifat kontribusi dan partisipasi jajaran PNS sebagai bentuk loyalitas terhadap pimpinan yang kebetulan kini ikut mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) 2018.

“Kami ditelepon untuk mengumpulkan dana partisipasi yang besarannya sama antara semua Lurah yakni, Rp 3,5 juta per satu kelurahan,” kata sumber yang kebetulan merupakan salah satu Lurah yang meminta namanya tidak dikorankan, Rabu (27/9).

Menurut sumber itu, sumbangan untuk menyukseskan kegiatan Pilkada Gubernur 2018 sudah sering dilakukan. “Polanya tim sukses pak Walikota yang datang langsung ke kantor kami. Mau tidak mau, karena takut dibilang tidak loyal, maka kita memberikan dana sesuai permintaan yang dimaksud,” ujarnya.

Dikonfirmasi terkait adanya pungutan Pilkada bagi para Luran dan PNS di lingkup pemkot Mataram, bakal calon wakil gubernur (Bacawagub) pendampingi Ahyar Abduh, Mori Hanafi M.Comm mengaku tidak mengetahui jika ada kabar terkait kewajiban para PNS dan Lurah di Kota Mataram untuk menyukseskan kegiatan Pilkada tersebut.

“Setahu saya nggak ada pungutan dan pembebenan ke PNS pemkot Mataram untuk membiayai proses Pilkada Gubernur 2018,” ujar Mori yang dihubungi terpisah DS melalui telepon selulernya, Rabu (27/9) kemarin. .

Wakil Ketua DPRD NTB itu menilai kabar terkait pungutan ke PNS dan Lurah se-Kota Mataram dalam Pilkada kali ini sengaja disebar oleh para pihak lainnnya. Utamanya, para pihak pesaing pasangan Ahyar dan Mori.

“Memang banyak pihak yang sengaja menghembuskan informasi menyesatkan dan tidak benar kayak gitu. Saya dan pak Walikota sedari awal menyadari jika ini gawe politik, maka tentu akan banyak cara-cara tidak baik akan ditempuh oleh pihak pesaing untuk menjatuhkan kami,” tegas Mori.

Politisi Gerindra itu menuturkan kegiatan sosialisasi dan kampanye akbar yang dilakukannya bersama cagub Ahyar Abduh menggunakan dana sendiri yang ditanggung renten berdua. Bahkan, menurutnya, ada sejumlah masyarakat yang rela swadaya menggunakan dana mereka bergotong royong datang ke lokasi deklarasi Ahyar-Mori yang direncanakan dihadiri Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada 1 Oktober mendatang.

“Saya dapat laporan, misalnya warga di Kabupaten Bima tempat kelahiran saya. Mereka akan hadir ribuan orang menggunakan truk dan bus dengan biaya sendiri. Sekali lagi, pembiayaan saya dan Pak Ahyar selama Pilkada, sepenuhnya kita talangi berdua kok,” tandas Mori Hanafi.fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Demokrat Masih Fokus Penjajakan Bacagub 

MATARAM, DS – Kendati baru mulai membuka pendaftaran bakal calon Gubernur NTB dan wakilnya untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *