Senin , 2 Oktober 2017
Home / Politik / Lakukan Kesalahan Besar, Fauzan Khalid Terlempar dari Bursa Cabup Golkar
Fauzan Khalid dan Jubir Partai Golkar Chris Parangan

Lakukan Kesalahan Besar, Fauzan Khalid Terlempar dari Bursa Cabup Golkar

MATARAM, DS – Nama kandidat petahana Fauzan Khalid yang akan berpasangan dengan kader Golkar Hj. Sumiatun dipastikan tersingkir dalam simulasi bakal calon bupati (Bacabup) yang kini telah digodok oleh DPP Partai Golkar. Sesuai hasil konsultasi Tim Pilkada DPD I Partai Golkar dengan DPP, justru hanya dua nama yang terus digodok untuk dibuatkan rekomendasi dalam kontestasi Pilkada Lobar 2018.

Kedua figur Bacabup yang kini terus dimatangkan oleh DPP, yakni HM. Izzul Islam (HMI) dan Nauvar Farin Farinduan. “Itu artinya nama Fauzan telah tereleminasi. DPP sudah menginformasikan ke kami,  hanya dua nama Bacabup yang akan bersaing memperoleh rekomendasi partai. Jadi, dua orang ini akan bersaing untuk terus digodok dan dimatangkan,” ungkap juru bicara DPD I Partai Golkar NTB, Chris Parangan menjawab wartawan, Jumat (29/9).

Wakil Ketua DPD I Partai Golkar itu menegaskan,  pihaknya sama sekali tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa partainya telah mendukung Fauzan Khalid. “Pokoknya, nama Fauzan tidak ada di keybord DPP. Kok aneh jika dia (Fauzan) jadi bingung, kecuali kalau dia mendengarkan pernyataan mantan pengurus,” tegas Chris Parangan.

Menurutnya, partai Golkar tidak mendukung Fauzan Khalid yang merencanakan  dirinya berpasangan dengan Ketua DPD II Partai Golkar Lombok Barat, Hj. Sumiatun (Sopok Angen), karena Golkar memiliki alasan yang sangat kuat.  Salah satu alasannya adalah, Fauzan bersama Sumiatun telah memberikan kerugian yang sangat besar bagi partai beringin di Lombok Barat, yakni, membiarkan jabatan Wakil Bupati lowong — di mana seharusnya menjadi hak Partai Golkar.

Padahal, DPP Partai Golkar telah mengirim nama Nauvar Farinduan dengan SK, nomor B-641/Golkar/X/2016, untuk mengisi posisi jabatan Wakil Bupati Lobar yang lowong. Namun tidak dilaksanakan oleh Fauzan dan Sumiatun (Sopok Angen).

“Waktu itu DPD II Lobar bersurat pada DPP melalui DPD I dengan nomor 210/Golkar-Lobar/VIII/2016, yang isinya memohon pada DPP untuk pengisian Wakil Bupati Lobar, sebulan kemudian. Setelah dijawab tidak diindahkan. Terus sekarang mau minta apa lagi, jadi kalau nantinya mereka tidak mendapatkan surat rekomendasi dukungan dari DPP, itu kan tabur tuai. DPP sudah meragukan keduanya,” ujar Chris.

Merujuk hasil diskusi dengan para pengurus DPD I Golkar setelah mendengar pemaparan dari pengurus DPD II Partai Golkar, maka pihaknya semakin tidak bersemangat untuk mendukung Fauzan, karena partai-partai pengsung dan pendukungnya pada Pilkada 2013 lalu, sudah meninggalkannya seperti Partai Demokrat. Situasi itu juga menjadi pertanyaan Golkar pada Fauzan.

“Wajarlah, jika kami bertanya kemana dukungan partai terhadap Fauzan sekarangan ini? Kalau tidak didukung, berarti ada apa dengan Fauzan. Jadi kalau nantinya Sopok Angen tidak mendapatkan rekomemdasi sebagai bakal calon, karena dua hal tadi yang sangat esensi bagi kami,” kata Chris Parangan.

Ia menuturkan, jika pernyataanya kali ini disampaikan untuk menanggapi sorotan dari Fauzan Khalid yang menilai ada perbedaan sikap dan pernyataan antara pengurus Golkar yang satu dengan yang lainnya terkait Pilkada Lobar.

“Karena, ketika (tokoh) Golkar A, lain ngomong, Golkar B lain ngomong, mana yang benar kita belum tahu,” paparnya. Namun, jika benar apa yang disampaikan oleh Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB, H Misbach Mulyadi, Fauzan menilai itu adalah hak partai tersebut.

Tetapi, sekali lagi mantan Ketua KPU NTB ini masih ragu, karena belum mengetahui siapa yang benar-benar mewakili konteks tersebut. “Misal kalau tanya Bu Isvie, beda lagi, ditanya yang ini beda lagi,” kata Fauzan bingung.

Karena itu, Fauzan lebih mempercayakan hal-hal Golkar kepada Ketua DPD II Partai Golkar Lobar Hj Sumiatun. Jabatannya sebagai ketua partai lebih dapat dipastikan kebenarannya. “Untuk Golkar lebih percaya statemen Hj Sumiatun karena ia Ketua Golkar di Lobar,” tandasnya. fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gerindra Ternyata Sempat Tolak Rohmi jadi Cawagub

MATARAM, DS –DPD Gerindra NTB mengaku masih membuka ruang untuk berkoalisi dengan parpol lain diluar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *