Senin , 8 Oktober 2018
Home / Politik / Hasto Minta Prabowo Stop Bicara Tanpa Data 
Sekjen Hasto Kristiyanto

Hasto Minta Prabowo Stop Bicara Tanpa Data 

MATARAM, DS – Tudingan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang menyebut perekonomian Indonesia sudah keluar dari amanat UUD 1945, menui kritik Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PDIP NTB, Hasto menyindir Prabowo agar berbicara sesuai prestasi dan capaian kinerja. “Jadi pemimpin itu sebaiknya bicara berdasarkan prestasi ya, jangan ngomong seenaknya saja” ujarnya, Sabtu (6/10).

Hasto menyebut seorang pemimpin sebaiknya berbicara berdasarkan data dan fakta, bukan asal mengeluarkan pernyataan atas dasar ketidaksukaan.

“Menjadi pemimpin itu berbicara berdasarkan kinerja terhadap apa yang dilakukan, bukan berdasarkan kemudian melakukan upaya-upaya tanpa data tanpa fakta hanya karena rasa tidak suka,” tegasnya.

Hasto yang juga Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pemenangan Joko Widodo-Maruf Amin mengajak Prabowo bersaing secara sehat melawan Joko Widodo di Pemilu Serentak 2019.

Sejauh ini, kata Hasto, Jokowi telah menunjukkan gaya kepemimpinan milenial dengan menampilkan kinerja bukan hanya bicara. “Marilah kita berkompetisi secara sehat dengan menyampaikan prestasinya di hadapan rakyat,” tandas Hasto.

Stop Hoax

Dalam kesempatan itu, ia berharap hoax jadi yang terakhir dalam kontestasi politik Pilpres 2019. Dia mengajak semua pihak membangun politik yang beradab.

“Kita semua yang mendambakan pemilu yang demokratis dan berkeadaban harus bergandengan tangan menolak fitnah dan kampanye hitam. Apa yang disampaikan Pak Prabowo pada tanggal 3 Oktober 2018, di mana narasi penganiayaan Ratna Sarumpaet sebagai pintu masuk serangan ke Pak Jokowi tidak boleh terjadi lagi,” ujar Hasto.

Sekretaris Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin lantas mengingatkan kubu rivalnya untuk memegang teguh komitmen kampanye damai. Sehingga hal seperti ini jangan diulangi kembali. “Jangan hadirkan setan kekuasaan hanya karena ambisi untuk menang,” kata Hasto.

Sebelumnya Prabowo sudah minta maaf. Permintaan maaf itu didahului oleh pengakuan Ratna dan surat dari aktivis tersebut. “Saya atas nama pribadi dan sebagai pimpinan dari tim kami ini, saya minta maaf ke publik bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya,” kata Prabowo di kediamannya, Rabu (3/10) lalu.

Ratna pun saat mengungkap kebohongannya mengaku berawal dari mencari cara lantaran terus ditanyai anaknya. Hingga akhirnya dia menyusun sebuah khayalan.

“Itu yang yang terjadi itulah yang terjadi, jadi tidak ada penganiayaan itu hanya cerita khayalan yang diberikan setan mana ke saya dan berkembang,” ungkap Ratna di kediamannya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Hadiri Deklarasi Kampanye Damai Gubernur NTB Yakin Pileg dan Pilpres 2019 Berjalan Aman

  MATARAM, DS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB mengelar Deklarasi Kampanye Damai. Deklarasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *