Senin , 2 Oktober 2017
Home / Politik / Gerindra Ternyata Sempat Tolak Rohmi jadi Cawagub
Ketua DPD Gerindra NTB H. Ridwan Hidayat (kiri) saat memberikan keterangan pers didampingi juru bicara Ahyar-Mori, Sueb Qury di Mataram

Gerindra Ternyata Sempat Tolak Rohmi jadi Cawagub

MATARAM, DS –DPD Gerindra NTB mengaku masih membuka ruang untuk berkoalisi dengan parpol lain diluar koalisi empat parpol yang tergabung dalam koalisi poros (kopor) tengah. Termasuk, Demokrat dan Partai Golkar. Meski demikian, syarat parpol yang akan bergabung belakangan harus mendukung pasangan Bacagub H. Ahyar Abduh dan Bacawagub Mori Hanafi M.Comm, serta tidak menyodorkan figur lainnya termasuk Sitti Rohmi Djalilah.

Ketua DPD Gerindra NTB H. Ridwan Hidayat mengaku pihaknya terus melakukan komunikasi dengan parpol lain diluar empat parpol kopor tengah. Salah satunya DPD Demokrat NTB. “Namun saat petinggi Demokrat menyodorkan nama Siti Rohmi Djalilah sebagai pendamping pak Ahyar, tawaran itu terpaksa tidak kita lanjutkan, kecuali Demokrat ikut dalam gerbong koalisi kami tanpa menyodorkan nama apapun,” tegasnya menjawab wartawan di Mataram, Kamis (28/9).

Ridwan menegaskan, pasangan Ahyar dan Mori sudah final dan mengikat yang tidak bisa lagi diganggu untuk digantikan oleh figur manapun. Terlebih, pencarian figur kandidat pendamping Walikota Mataram dua periode dalam Pilgub 2018 telah dilakukan melalui proses panjang.

Menurutnya, dari lima calon wakil gubernur yang telah mengerecut, Mori yang juga Wakil Ketua DPRD NTB itu dianggap memenuhi unsur yang mencerminkan geopolitik. “Bagi kami dan pak Ahyar, pertimbangan untuk tetap mentradisikan dua pulau di NTB sesuai sejarah NTB akan tetap tidak dilanjutkan. Dan pak Mori Hanafi kami anggap menggunguli lima kandidat lainnya dari sisi kemampuan dan rekam jejak keluarga yang agamis di NTB,” ujar Ridwan.

Untuk itu, kata dia, tawaran koalisi apapun khususnya untuk mencoba memisahkan duet Ahyar dan Mori, dipastikan akan tidak direspon. “Keputusan Ahyar dan Mori berpasangan sudah final dan mengikat. Ini pula telah dipesankan oleh Pak Prabowo agar kedua figur ini tetap memainkan politik santun kepada siapapun,” tandas Ridwan Hidayat.

Gelar Deklarasi

Sementara itu, ribuan orang dari berbagai daerah di NTB menghadiri deklarasi pasangan H. Ahyar Abduh sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) dan Mori Hanafi M.Comm di Lapangan Masbagik, Lombok Timur pada 1 Oktober. Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Prabowo Subianto  datang langsung menghadiri kegiatan akbar tersebut.

Menurut Ridwan Hidayat, dipilihnya wilayah Kecamatan Masbagik, Lotim yang bukan merupakan wilayah asal pasangan Ahyar dan Mori lantaran adanya permintaan masyarakat melalui para tokoh agama, masyarakat dan pemuda di wilayah tersebut yang menghendaki wilayahnya dijadikan lokasi deklarasi.

Oleh karena itu, pihak parpol koalisi harus membuat dua kepanitian untuk menghelatnya, yakni panitia pusat dan panitia lokal yang berisi para tokoh dari Masbagik.

“Namun yang utama, pertimbangannya, Lombok Timur merupakan salah satu daerah di NTB yang memiliki pemilih paling besar di NTB. Minimal, dengan banyaknya warga yang berkumpul, maka akan menjadi syiar untuk suksesi pasangan ini kedepannya,” ujar Ridwan menjawab wartawan di kantor DPD Gerindra NTB di Mataram, Kamis (28/9). fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Parsindo NTB Target Lolos Pemilu 2019

MATARAM, DS – DPW Partai Suara Rakyat Indonesia ( Parsindo ) NTB menggelar rapat kerja dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *