Kamis , 15 November 2018
Home / Politik / Dideklrasikan, GARBI Sebut Ormas Netral di Pileg 2019 
Fahri Hamzah pada Deklarasi GARBI

Dideklrasikan, GARBI Sebut Ormas Netral di Pileg 2019 

MATARAM, DS – Pengurus Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) yang digawangi Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah membantah jika pendirianya untuk menggembosi keberadaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pileg tahun 2019.

Munculnya poros GARBI yang dideklarasikan di Sumbawa pada Selasa (13/11) petang, serta keanggotaanya banyak dari kader PKS, dipastikan merupakan gerakan yang berbentuk organisasi masyarakat (Ormas).

“Tentunya, pilihan politiknya adalah netral dan bukan menyaingi atau menggembosi PKS karena banyak terhimpun kader PKS dalam kepengurusannya,” ujar Ketua GARBI NTB, Lalu Fahruroji menjawab wartawan di Mataram, Rabu (14/11) kemarin.

Fahruroji menegaskan jika ada kekuatan politik yang merasa terganggu dengan aktivitas GARBI berarti mereka salah alamat. Termasuk jika ada kesan GARBI muncul untuk menggembosi PKS dalam pileg 2019 mendatang.

Oleh karena itu, pihkanya menampik jika GARBI terkesan lahir dari ‘konflik’ internal PKS. Tapi tujuan kehadiran GARBI lebih pada diseminasi gagasan arah baru. Karena GARBI berbentuk ORMAS, maka pilihan politiknya netral.

“Setiap anggota yang berhimpun di GARBI bebas menentukan pilihan politiknya,” tegas Fahrurozi.

Menurut dia, kepengurusan GARBI NTB akan segera mendeklarasikan diri secara wilayah atau chapter setelah 50 persen kabupaten dan kota se-NTB sudah rampung melaksanakan deklarasi.

Terkait deklarasi GARBI di Sumbawa. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah selaku pembicara nasional GARBI, menjelaskan setelah 20 tahun reformasi, bangsa ini mengalami apa yang disebut sebagai gelombang kegelisahan bangsa. Gelombang ini muncul karena reformasi yang dulu diperjuangkan dan menjadi puncak dari gerbang cita-cita rakyat akan masa depan negerinya, tidak juga terwujud.

Alasan reformasi belum terwujud karena sekarang masyarakat berharap lapangan pekerjaan terbuka luas. Tapi justru menghadapi kenyataan pahit, lapangan pekerjaan itu diisi buruh asing.

Selain itu, masyarakat berharap bangsa bebas dari korupsi. Tetapi kenyataannya masyarakat disuguhkan aksi teatrikal lembaga yang mengekploitasi korupsi sebagai drama yang memuakkan setiap harinya.

“Dulu kita bermimpi, tanah negeri ini akan kita jadikan sebagai sumber kehidupan anak bangsa, tapi kita menghadapi kenyataan bahwa seluruh kekayaan kita diobral murah,” ujar Fahri.

“Kita hanya makan dari tanah warisan kita. Kreatifitas kita mati dan inilah bencana yang sesungguhnya. Kekayaan negeri yang salah kelola ini menyisakan residu kerusakan alam dan lingkungan yang entah sampai kapan bisa kita perbaiki,” tambahnya.

Fahri juga menyatakan GARBI akan menjadi tempat yang mengkanalisasi seluruh kegelisahan generasi hari ini. Bahwa mereka menghadapi masa depan yang samar yang harus kita jawab segera seluruh kegelisahan itu. “Hal ini, agar tidak mencapai puncak berupa gelombang instabilitas sosial yang meluas dan mengancam bangsa ini,” tandas dia. RUL.

 

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Konflik Antar Pengurus Terus Terjadi DPRD NTB Wacanakan Moratorium Dana Hibah ke BPPD NTB

  MATARAM, DS – Kisruh kepengurusan di Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB antara kubu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *