Senin , 25 Juni 2018
Home / Politik / Debat Pilgub NTB II Berakhir dengan Suasana Kekeluargaan
Empat paslon Pilkada NTB 2018 tengah memaparkan visi dan misi mereka padaa debat kedua Pilgub 2018

Debat Pilgub NTB II Berakhir dengan Suasana Kekeluargaan

Berbeda dengan debat pertama, debat pamungkas yang berlangsung pada Jumat (22/6) malam, di hotel Lombok Raya, Kota Mataram  berlangsung lebih tertib. Empat pasangan calon (paslon) Pilkada NTB 2018 saling-lontar pertanyaan. Semuanya berakhir dengan suasana kekeluargaan.

Dalam pandangan pengamat H.Mujahid Dony Supanra, Debat II mirip dengan Debat I, cuma beda stasiun TV. “Yang jelas No 1 sibuk menjelaskan soal ngutang dan seperti bangga dengan tawaran berhutang. No 2 dan No 4 memiliki masalah yang sama dalam hal kurangnya dukungan Pemrov selama ini untuk pembangunan di daerahnya,” katanya.
Sedangkan nomor 3 seperti biasa menjadi mentor untuk semua calon dalam menjelaskan hal-hal yang belum diketahui. Kepada calon 2, no 3 menjelaskan tentang dua Science Technopark di NTB di Unram dan UTS,  no 2 menjawab dengan Geopark Rinjani dan Sciencetechnopark.

“No 3 terlalu akademis karena pakai istilah yang kurang dikuasai no 2. Wakil no 2 bahkan menjawab dengan penciptaan lapangan kerja. Untuk no 1, no 3 menjelaskan tentang IPO (penawaran saham perdana) serta pendanaan untuk pembiayaan beasiswa 500-1000 orang yang akan dipersiapkan untuk mengetahui masalah keuangan dan tetek bengek persahaman,” kata Dony.

Ini memang bidangnya Dr Zul. Untuk no 4 pada debat kali ini tidak diberikan pertanyaan oleh no 3. Yang pasti Dr Zul telah membingungkan semua paslon lain. No 1 dengan “IPO” (“initial public offering”) atau penawaran saham perdana. No 2 dibingungkan oleh “Science Techno Park” . Dan No 4 dibingungkan oleh “Bio-Technology”. Sayangnya no 1 dan 2 kurang gesit berkelit meski keliru.

“Seandainya pak Ahyar bisa melucu, beliau bisa tambahkan “Mataram Water Park”..he..he…,” ujarnya dalam akun facebooknya.

Dari gesture Dony menilai kali ini no 1 kurang santai, no 2 agak grogi bahkan sedikit gemetar suaranya, no 3 santai saja dan no 4 terlalu santai bahkan dianggap melawak sehingga susana jadi riuh.

KPU NTB sebagai wasit dari rangkaian pesta demokrasi ini merancang jalannya acara dengan pendekatan yang meminimalkan ketegangan antar-paslon.  Debat yang mengusung tema “Penyelarasan Program Pemerintah Pusat dan Daerah”, nampaknya membuat empat paslon memanfaatkannya dengan baik. Mereka juga memperlihatkan kekompakan di akhir acara debat tersebut dalam suasana kekeluargaan. Mirip panggung drama.

Meskipun  mereka akan bertarung merebut suara rakyat 27 Juni mendatang, keempat pasangan calon memperlihatkan kekompakan di akhir acara. Hal ini tentu saja memberikan pemandangan sejuk setelah mereka berdebat sebelumnya.

Pemandangan ini tentunya menyejukkan suasana jelang pencoblosan. Apalagi, saling rangkul semua calon ini dilakukan setelah closing statemen, dimana host acara Tasya Syarief meminta kepada semua calon untuk memperlihatkan ke masyarakat suasana sejuk jelang Pilkada Rabu (27/6).

“Mari semua calon saling rangkul dan kita perlihatkan ke masyarakat jika Riau ini damai, kita ciptakan semuanya dengan kondusif, “demikian diarahkan Tasya Syarief.

Mendapatkan arahan tersebut, awalnya seluruh Paslon Saling bergandengan tangan dan kemudian dilanjutkan saling rangkul dan terlihat pada masing-masing Paslon tidak ada ketegangan dan suasana cair seketika.

Pada waktu bersamaan pula, para pendukung calon bertepuk tangan melihat pemandangan tersebut. Ini mengisyaratkan jika semua Paslon ingin menciptakan Pilkada NTB yang damai dan sejuk

Ketua KPU NTB Lalu Aksar Anshori SP mengatakan, debat  merupakan ajang pertarungan terakhir bagi pasangan calon dalam meraih simpati pemilih. Menurutnya, kemantapan pemilih akan bisa ditentukan dari hasil pelaksanaan debat.

“Makanya, topik kali ini adalah bagian dari kita menguatkan sisi manajerial paslon Pilgub NTB, karena pembangunan itu adalah sinergi yang membutuhkan pusat dan daerah. Harapannya, masyarakat bisa melihat siapa paslon yang tepat dalam menjawabnya untuk memantapkan pilihan hari menuju pencoblosan pada 27 Juni ini,” ujar Aksar dalam sambutannya.

Terpisah, Divisi SDM dan Partisipasi KPU NTB, Yan Marli, mengatakan, pasangan calon dalam debat memaparkan program-program sinergis yang akan dilaksanakan untuk kemajuan NTB lima tahun kedepan. Oleh karenanya, debat kandidat kedua ini merupakan langkah yang ditempuh KPU NTB dalam memaksimalkan sosialisasi pasangan calon kepala daerah kepada masyarakat.

“Kita berharap, masyarakat akan memiliki referensi dalam menentukan pilihannya, sebab pelaksanaannya tidak terlalu jauh dengan hari pemungutan suara,” kata Yan. fm/ian

 

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

KPU ‘Traktir’ 14 Hari Biaya Iklan Kampanye Empat Paslon Pilgub NTB 2018

MATARAM, DS – Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan membiayai iklan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *