Minggu , 11 Juni 2017
Home / Politik / Blusukan Ali BD Di Mata Kepala Dusun
Misbah

Blusukan Ali BD Di Mata Kepala Dusun

SELONG,DS-Ali BD dikenal sebagai tokoh yang sangat cerdas dan seorang pekerja keras, kaya namun hidup sederhana, religius dan selalu merakyat. Kebesaran nama Ali BD juga ditopang dengan keberaniannya mempertahankan visi dan misinya yang walau bagi sebagian orang dianggap sebagai langkah yang kontroversial atau melawan arus. Namun Ali BD adalah tetap Ali BD, sosok yang selalu bergerak, membela dan berbuat bagi kemanusiaan.

Dua kali menjadi Bupati Lombok Timur merupakan salah satu bukti kecerdasan sosok sederhana pria yang senang dipanggil sebagai amaq-amaq (sebutan untuk ayah dalam Bahasa Sasak) ini. Selama menjadi bupati, Lombok Timur dibangun menjadi daerah yang sangat diperhitungkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan juga dalam skala nasional dengan percepatan pembangunan di segala bidang. Kota Selong yang menjadi Ibu Kota Kabupaten yang tadinya tak berwarna karena lebih terlihat seperti kota tua dengan bangunan-bangunan yang jauh dari kesan kekinian, disulap menjadi kota yang terkonsep menuju kota metropolitan dengan bangunan-bangunan pemerintahan maupun pusat perekonomian yang megah.

Meski dipandang sebagai pemikir yang visioner dengan kegemaran pada pembangunan infrastruktur megah. Namun, sisi kemanusiaan Ali BD yang sudah tertanam sejak muda terus pula menggelora yang diwujudkannya dengan mengusung program-program yang pro rakyat kecil. Bantuan sosial diperbanyak untuk dapat menyentuh masyarakat lebih banyak. BAZDA diberdayakan untuk menyantuni fakir miskin dan anak yatim. Masjid-masjid, termasuk para marbotnya dan juga para guru ngaji dan lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya, tak pernah terlewatkan menjadi sasaran bantuan. Sebab Ali BD tahu, masyarakat di pedesaan sangat memerlukan sentuhan dari pemerintah.

Sebagai seorang pemimpin, Ali BD kerap memerintahkan seluruh pejabat di lingkup pemerintahannya untuk terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi yang real di tengah masyarakat. Begitupun dengan dirinya. Tak kenal waktu, dari pagi, siang hingga larut malam, sosok yang gemar mengenakan sarung ini, selalu berusaha untuk dapat memantau kondisi masyarakat. Semua itu dilakukan tanpa pengawalan protokoler dan juga tak diikuti awak media.

Meminjam istilah yang dilekatkan pada Jokowi, yakni belusukan yang dimaknakan pemantauan lapangan oleh pemimpin untuk mengetahui kondisi masyarakat dari jarak yang terdekat. Ali BD pun kerap melakukan itu dengan lebih ekstrim. Sampai-sampai, tak seorang pun yang mengenalinya.

Belum lama ini, diceritakan oleh salah seorang tokoh pemuda dari Desa Puncak Jeringo Kecamatan Suela, Misbah yang juga adalah anak dari Kepala Dusun Kuang Renge Trans, Irah bahwa pernah pada suatu hari di tahun 2014 lalu, ada seseorang dengan pakaian yang sangat lusuh yang mengaku kehabisan uang karena dompetnya jatuh di dalam kendaraan umum (engkel) jurusan Labuhan Lombok yang datang ke rumahnya.

Orang dengan pakaian lusuh tersebut diantar ojek ke Desa Puncak Jeringo dan meminta untuk diantar ke rumah kepala dusun. Di hadapan Kadus Irah, orang dengan pakaian lusuh itu menanyakan banyak hal terkait kondisi Desa Puncak Jeringo dengan bahasa yang layaknya orang desa biasa. Semua pertanyaan dijawab Kadus Irah dan anaknya, Misbah yang saat ini menjadi Ketua Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) Puncak Jeringo.

Dikatakan Misbah bahwa pada saat bercengkrama dengan ayahnya, orang yang tak lain adalah Ali BD itu disuguhi makanan ala kampung yang sangat sederhana. Namun, tamu dengan pakain lusuh itu tak menolak dan bahkan menikmati suguhan itu.

Hingga tiba waktunya, sang tamu meminta undur diri dan diantar turun hingga pertigaan di Desa Seruni Mumbul. Perasaan curiga mulai muncul dalam benak Misbah. Sebab, sang tamu tidak mau diantar sampai ke pasar Labuhan Lombok, namun meminta berhenti di pertigaan Desa Seruni Mumbul yang kemudian dalam beberapa saat didatangi mobil yang kemudian membawanya berlalu.

Merasa curiga, Misbah lantas menghubungi Camat Suela dan menceritakan hal yang baru dialami seraya memberi tahukan ciri-ciri tamunya yang langsung dipastikan bahwa yang datang itu adalah Bupati Lombok Timur. HM. Ali Bin Dachlan dan setelah lama dicermati sendiri, Misbah pun meyakini bahwa yang diboncengnya itu tak lain adalah orang nomor satu di daerah ini.

“Kalau saya ingat kejadiannya, lalu bertemu dengan Pak Bupati, saya selalu senyum-senyum sendiri. Sebab, koq saya sampai tidak mengenalinya. Meskipun berbicara cukup lama dengannya. Penyamarannya memang luar biasa”, ungkap Misbah dalam sebuah kesempatan, baru-baru ini di Pringgabaya.

Tentu, masih banyak lagi penyamaran-penyamaran yang dilakukan Ali BD untuk mengetahui dengan pasti perkembangan situasi di tengah masyarakat yang tak terungkap ke permukaan. Namun itulah dia, Ali BD yang selalu haus dengan pengabdian bagi masyarakat. krisma ag

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

MOLOR, PAW DUA ANGGOTA DPRD NTB

MATARAM, DS – Proses pergantian antar waktu (PAW) terhadap dua orang anggota DPRD NTB, HL. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *