Senin , 9 Juli 2018
Home / Politik / Banyak Pelanggaran, Dua Paslon Tolak Hasil Pleno KPU NTB
Pleno rekapitulasi suara Pilgub NTB

Banyak Pelanggaran, Dua Paslon Tolak Hasil Pleno KPU NTB

MATARAM, DS –Saksi dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB menolak menandatangani berita acara rekapitulasi suara tingkat provinsi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB, Minggu (8/7) petang. Dua paslon itu, yakni paslon nomor urut satu, HM. Suhaili FT-Muhamad Amin dan paslon nomor dua, TGH. Ahyar Abduh-Mori Hanafi M.Comm.

Saksi paslon Suhaili-Amin dan Ahyar-Mori menyatakan, rapat terbuka rekapitulasi yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, seharusnya tak dilanjutkan. Sebab, mereka menghendaki KPU menyelesaikan terlebih dahulu beberapa temuan masalah selama penyelenggaraan pemungutan suara pekan lalu.

“Kalau tak diselesaikan, masalah ini akan menggantung,” ujar Saksi paslon Suhaili-Amin, Hasan Masat saat menyampaikan keberatannya, kemarin. Hasan memaparkan dengan DPT Pilgub mencapai 3,5 juta jiwa lebih, ada temuan sebanyak 40 persen pemilih yang tidak jelas lantaran mereka mengembalikan banyak formulir pemilih, yakni model C-6 KWK sehingga menunjukkan adanya persoalan dalam Pilgub kali ini.

“Ini termasuk, adanya penambahan pemilih di Lombok Timur mencapai sebanyak 72 ribu yang malah tidak diketahui asalnya. Sehingga, Bawaslu merekomendasikan PSU ulang, tapi dijawab tak substantif oleh KPU,” tegas Hasan merincikan.

Oleh karenanya, pihaknya menolak untuk menandatangani berita acara pertemuan tersebut lantaran terlihat ada desain kekuasaan yang telah bekerja dalam Pilgub kali ini.

“Insya Allah, kita akan tetap kritis, tetap melakukan kontrol dan mengawal jalannya pemerintahan kedepannya,” tandas Hasan Masat.

Hal serupa dilontarkan saksi paslon dua, Ahyar-Mori, Syahrul Mustofa MH. Menurutnya, dari total sebanyak 291 ribu jumlah C-6KWK yang tidak dipergunakan dalam Pilgub kali ini menandakan kinerja KPU melalui perangkatnya tidak berjalan dengan baik. Khususnya, KPU kabupaten/kota.

“Kenapa kami kritis, kami khawatir nanti form C-6 KWK itu akan bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Syahrul.

Oleh karena itu, pihaknya tidak akam menyetujui penandatanganan penetapan pemenang pilgub 2018. “Tolong, keberatan kami ini dituangkan dalam berita acara,” tegas Syahrul seraya permisi meninggalkan ruangan pleno rekapitulasi itu.

Menanggapi hal ini Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Anshori, menyebut bahwa penolakan untuk menandatangani hal ini merupakan kewenangan masing-masing paslon. Pihaknya, mengapresiasi masukan dan temuan saksi paslon yang disampaikan dalam rapat pleno rekapitulasi kali ini.

“Kami mohon maaf jika dalam penyelenggaraan Pilgub ini terdapat pelanggaran dan catatan-catatan. Tapi, Insya Allah, kami sudah jujur atas nama Allah, Rasulluah dan tegak lurus sesuai peraturan perundang-undangan,” tegas Aksar seraya  menambahkan, jika ada kekeliruan, hal itu adalah kesalahan pihaknya yang secara kolektif bekerja hingga tingkat bawah. “Atas nama pribadi dan jajaran KPU, saya memohon maaf,” tandas Aksar Anshori.

Rekapitulasi suara tingkat provinsi, Minggu (8/7) di Hotel Lombok Raya Kota Mataram, acara diikuti oleh perwakilan dari anggota KPU dari 10 Kabupaten/Kota di NTB serta tiga orang perwakilan saksi dari masing-masing paslon. Sementara, satu saksi paslon lainnya, yakni Ali-Sakti tidak menghadiri kegiatan itu.

Hasilnya, calon gubernur nomor urut 3, Dr. Zulkieflimansyah dan Siti Rohmi Djalilah berhasil unggul dari tiga paslon lainnya. Yakni, paslon nomor 1, Suhaili-Amin meraih suara 674.602 dan berada pada peringkat kedua.

Selanjutnya, paslon nomor 2, Ahyar-Mori berada pada peringkat ketiga dengan raihan 637.048 suara. Dan, peringkat keempat adalah paslon jalur independen, Ali-Sakti dengan raihan suara sebanyak 430.007 suara. Sedangkan Zul Rohmi  memperoleh suara terbanyak dengan raihan suara sebanyak 811.945. RUL.

 

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Ratusan Massa Loteng Tuding LSI Denny JA Biang Kegaduhan Pilgub NTB 2018

MATARAM, DS –Hasil hitung cepat LSI Denny JA yang menempatkan pasangan calon Gubernur dan Wakil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *