Kamis , 6 Desember 2018
Home / Pendidikan / Warga Kembali Berhamburan ke Luar Rumah
Ibu dan anak-anak warga Perumahan Panorama Alam Sesela, Lobar berhamburan keluar rumah akibat gempa bumi yang melanda Pulau Lombok pada pagi hari

Warga Kembali Berhamburan ke Luar Rumah

MATARAM, DS – Gempa bumi bermagnitudo 5,7 SR mengguncang Pulau Lombok, Kamis (6/12) sekira pukul 09.02 WITA. Goncangan gempa itu terasa sangat kuat, akibatnya sejumlah warga dan para pekerja yang tengah berada di rumah dan gedung perkantoran di Lombok berhamburan ke luar rumah.

Pantauan wartawan di Perumahan Panorama Alam, Desa Sesela,  Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, puluhan warga yang didominasi ibu-ibu berlarian keluar rumahnya. Mereka menyelamatkan anak-anaknya untuk berkumpul di jalan perumahan.

Suci salah satu warga Panorama Alam menuturkan saat gempa bumi ia sedang menonton televisi kemudian langsung berlari ke luar rumah. “Lumayan lama, pas di luar rumah masih terasa goyang cukup besar,” ujarnya menjawab wartawan.

Usai goyangan gempa mereda, ibu dua anak itu, langsung berganti baju untuk menjemput anaknya yang bersekolah di MIN Karang Baru, Kota Mataram. “Saya kaget, begitu menjemput Abi anaknya, kawan-kawan Abi sudah pada nangis semua, yang cewek-cewek terutama. Gurunya juga bingung, langsung saya bawa anak saya pulang. Selanjutnya, para memperbolehkan siswa pulang semuanya,” kata Suci.

Sementara, di Cakranegara yang menjadi pusat perdagangan di Kota Mataram, terpantau sejumlah pegawai dan tamu hotel tampak berlarian ke luar gedung. “Besar sekali guncangannya. Terasa sekali, tapi besar, semua kami berhamburan keluar,” kata Anugrah Dany menjawab wartawan.

Sesaat diguncang gempa, warga memilih berkerumun di luar gedung atau pinggir jalan. “Iya, besar sekali,” kata Rizal warga lainnya.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan Magnitudo 5,7 yang setelah dimutakhirkan menjadi Magnitudo 5,3.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,5 LS dan 116,06 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 10 km arah barat laut Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 10 km.

Penyebab gempa Dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” terang Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono ST Dipl Seis MSc.

Dampak gempabumi ini dilaporkan menimbulkan guncangan di daerah Lombok Utara dalam skala intensitas VI MMI, Lombok Barat dan Mataram V MMI, Lombok Tengah dan Lombok Timur IV MMI, Denpasar III-IV MMI, Jimbaran, Tabanan, Nusa Dua dan Sumbawa III MMI, Karangasem, Singaraja dan Kuta II-III MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

 

SISWA DIPULANGKAN

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Twitternya membenarkan akibat gempa yang terjadi selama kurang lebih 5 detik itu telah membuat sejumlah siswa sekolah panik.

“Anak-anak SD dan TK langsung dipulangkan pascagempa berkekutan 5,7 SR itu,” ujar Sutopo.

Menurut dia, hingga saat ini, belum adsa laporan terkait kerusakan dan korban dari gempa yang terasa hingga Denpasar, Provinsi Bali itu. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

NTB PELOPORI PEKAN KREASI DAN OLAH RAGA DIFABEL DI INDONESIA

MATARAM,DS-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan daerah pertama di Indonesia yang memelopori pekan kreasi dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *