Kamis , 9 November 2017
Home / Pendidikan / Umi Rauhun dan Raehanun Kompak Terima Anugrah Pahlawan Nasional Maulanasyekh
Presiden Jokowi menyalami dua orang umi sang ahli waris Almagfurullah TGKH Muhammad Zainuddin usai pemberian gelar Pahlawan Nasional 2017 di Istana Jakarta

Umi Rauhun dan Raehanun Kompak Terima Anugrah Pahlawan Nasional Maulanasyekh

MATARAM, DS –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada empat tokoh yang berasal dari daerah berbeda. Pemberian gelar Pahlawan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/11.

Empat tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Tahun 2017. Salah satunya berasal dari NTB, yakni almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Sementara tiga orang lainnya, yakni almarhum Laksamana Malahayati dari Aceh, almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepri, dan Lafran Pane dari DI Yogyakarta.

Khusus dari NTB, dua orang ahli waris Almagfurullah yang kebetulan adalah putrinya hadir menerima anugerah tersebut. Yakni, Ummi Hj Sitti Rauhun dan Ummi Hj Sitti Raihanun.  Acara penganugerahan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2017. Dimana, Presiden Jokowi menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/TAHUN 2017 tanggal 6 Novemver 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Penganugerahan tersebut memperhatikan Petunjuk Presiden RI kepada Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan berkenaan dengan Hasil Sidang III Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan pada 19 Oktober 2017 sesuai usulan dari Kementerian Sosial RI tentang Permohonan pemberian Gelar Pahlawan Nasional.

Keempat tokoh tersebut dianggap pernah memimpin dan berjuang dengan mengangkat senjata atau perjuangan politik untuk merebut, mempertahankan, mengisi kemerdekaan, dan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Mereka juga dianggap tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan, mengabdi dan berjuang sepanjang hidupnya bahkan melebihi tugas yang diembannya, pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara, hingga pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

Para tokoh tersebut, juga dianggap memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi hingga perjuangannya dinilai berdampak luas di kalangan masyarakat.

Kibarkan Bendera Raksasa di IC

Sementara itu, Keputusan penetapan Maulanasyekh Tuan Guru Kyai Haji (TGKH) M. Zainuddin Abdul Madjid sebagai Pahlawan Nasional diperingati dengan cara mengibarkan bendera raksasa berukuran 7×14 meter di puncak menara tertinggi Islamic Center (IC) NTB pada Kamis (9/11) kemarin sekitar pukul 12.00 WITA.

Prosesinya berlangsung setelah azan salat Zuhur dikumandangkan di Masjid Hubbul Wathan, melalui pengeras suara diberitahukan pada jemaah yang hendak salat bahwa akan dilakukan pengibaran bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama.

Kemudian, usai salat Zuhur puluhan jemaah yang mendengar pengumuman tersebut berbaris di halaman IC dalam posisi hormat ke arah bendera yang berada di puncak menara. Selama sekitar satu menit, lagu Indonesia Raya dikumandangkan dan warga yang hadir dengan khusyuk turut serta menyanyi.

Koordinator acara pengibaran bendera dari Hamzanwadi Institut, M. Nashib Ikroman menyatakan aksi pengibaran bendera ini sebagai bentuk rasa syukur.

“Pengibaran bendera raksasa ini bentuk rasa syukur kita atas anugerah gelar pahlawan nasional untuk Tuan Guru kita TGKH Zainuddin Abdul Madjid, yang baru saja diserahkan kepada ahli waris di Jakarta oleh Presiden Jokowi,” ujarnya menjawab wartawan, kemarin.

Alasan memilih pengibaran bendera di puncak menara IC ini sebagai bentuk simbol perjuangan Maulana Syekh sepanjang hidupnya. “Ini sebagai salah satu bentuk apa yang selama ini diperjuangkan oleh Maulana Syekh, bahwa memperjuangkan agama dan negara itu adalah satu tarikan napas. Maulana Syekh keduanya itu selalu dalam satu tarikan napas, berjuang untuk agama dan negara,” tandasnya.fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Lotim Masuk Kabupaten Contoh Kota Cerdas di Indonesia

JAKARTA, DS -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur direncanakan bakal memperoleh pendampingan dari  Kementerian Kominfo untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *