Jumat , 3 Agustus 2018
Home / Pendidikan / Ribuan Siswa di 10 SD Terdampak Gempa di Lotim
Anak-anak SD korban gempa tengah bermain pengungsi di Posko Pengungsian di desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur

Ribuan Siswa di 10 SD Terdampak Gempa di Lotim

LOTIM, DS – Sebanyak 10 SD di Kabupaten Lombok Timur mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 pada Skala Richter (SR) yang mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, NTB, Minggu (29/7), pukul 06.47 Wita lalu. Pemerintah sebelumnya memastikan penanganan atas kerusakan bangunan sekolah segera dilakukan.

“Data sekolah yang terdampak gempa di Lotim hingga Rabu (1/8) sebanyak 10 sekolah dasar, dengan rincian 42 ruang kelas rusak berat, 11 rusak ringan. Jika dikalkulasi dari 10 SD, kaka 66 rombongan belajar dan 1.042 siswa terdampak gempa di kabupaten Lombok Timur,” ujar Kepala Perwakilan Ombudsman NTB Adhar Hakim menjawab wartawan usai berdialog dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim di Sembalun, Rabu (1/8).

Adhar mengaku, pascagempa yang terjadi itu, seluruh siswa yang berada di areal terdampak gempa, yakni di Kecamatan Sembalun dan Sambelia diliburkan selama tujuh hari oleh dinas terkait.

Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan instansi dengan mengambil opsi meliburkan para siswanya itu mengingat hingga kini rata-rata para siswa itu masih mengalami trauma akibat peristiwa gempa yang terjadi empat hari lalu itu.

“Kami pantau, tidak layak para siswa masuk sekolah jika bangunannya rusak. Sehingga, opsi meliburkan siswa bagi kami, adalah pilihan paling baik dan sangat wajar jika kebijakan itu diterapkan,” tegas Adhar.

Dari 10 SD yang rusak parah, salah satu bangunan yang rusak parah terpantau terdapat di SDN 1 Sembalun Bumbung. Menurutnya, hampir seluruh bangunan kelas tidak bisa dipergunakan. Itu menyusul, dinding tembok penyangga, serta atap sekolah itu rentan roboh.

“Jika dipaksakan anak-anak masuk sekolah, maka itu membahayakan. Maka, dari itu, sikap kesiapsiagaan meliburkan siswa adalah pilihan bijak,” tandas Adhar Hakim seraya menambahkan dari 10 SD yang rusak itu dibutuhkan 10 tenda.

Turunkan Tim

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) menurunkan tim memeriksa kondisi sekolah terdampak gempa 6,4 skala richter (SR) di pulau Lombok melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD dan Dikmas) Provinsi NTB.

Sejauh ini, tim terus memastikan pembelajaran dapat berlangsung menggunakan fasilitas darurat diantaranya ruang kelas darurat.

“Kita menyiapkan tenda untuk menjadi ruang kelas dan perlengkapan sekolah agar pembelajaran dapat berjalan. Dan untuk sekolah yang rusak akan segera dilakukan rehabilitasi atau revitalisasi dengan membangun gedung sekolah baru,” ujar Mendikbud Muhadjir Effendy menjawab wartawan, Senin (30/7) di Bandara Internasional Lombok (BIL).

Muhadjir mengingatkan jangan sampai kerusakan mengganggu proses pembelajaran siswa. Untuk itu Mendikbud mengajak satuan-satuan pendidikan untuk dapat menjalankan gerakan solidaritas agar meringankan beban para korban.

Dari laporan tim LPMP, sekolah terdampak gempa per 30 Juli 2018 terdapat di Desa Belanting dan Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Atap Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Obel-obel rusak parah. Sementara sebagian besar ruangan kelas SDN 3 Obel-obel runtuh.

Sementara itu, kondisi sekolah PAUD Giat Dusun Medas, Baitussahid, Al Islah Desa Obel-obel mengalami rusak sedang dengan kondisi tembok retak dan atap runtuh. Sampai saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa atau luka dari pelaku pendidikan di kawasan terdampak gempa.

“Info sementara kami dapatkan dari LPMP dan BP PAUD Dikmas provinsi NTB. Nanti akan kami sampaikan perkembangan penanganan,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad.

Saat ini tim Kemendikbud, dari LPMP dan BP PAUD DIkmas, dan Direktorat PKLK (Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus) sedang bekerja bersama dinas pendidikan setempat untuk memastikan penanganan pascagempa dapat berjalan baik. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Menteri Yohana : Penggunaan Gadget ke Anak Harus Diawasi Orang Tua

MATARAM, DS – Peningkatan penggunaan smartphone dari tahun ke tahun semakin pesat. Lonjakan kepemilikan gadget …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *