Jumat , 20 Oktober 2017
Home / Pendidikan / PRESIDEN TEGASKAN AL-AZHAR INSTITUSI BESAR DENGAN PEMIKIRAN-PEMIKIRAN BESAR
Jokowi saat menutup Konferensi Internasional Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar dan Multaqa Nasional IV Alumni Al-Azhar Cabang Indonesia, di Islamic Center NTB, Kamis

PRESIDEN TEGASKAN AL-AZHAR INSTITUSI BESAR DENGAN PEMIKIRAN-PEMIKIRAN BESAR

MATARAM,DS-Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo menegaskan bahwa Al-Azhar merupakan sebuah institusi besar yang melahirkan orang-orang dengan pemikiran besar. Jokowi menegaskan itu saat menutup Konferensi Internasional Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar dan Multaqa Nasional IV Alumni Al-Azhar Cabang Indonesia, di Islamic Center NTB, Kamis (19/10/2017).

Penutupan tersebut ditandai pemukulan Bedug oleh Presiden didampingi Wakil Ketua WOAG yang juga Mantan Menteri Waqaf Mesir, Prof. Dr. Muhammad Abdul Fadhiel El-Qoushi, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi selaku Ketua Umum Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) cabang Indonesia, Mustasyar, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA dan menteri agama RI, Lukman Hakim Saifudin, disaksikan para ulama dari berbagai negara dan ribuan santri. Hadir juga sejumlah mentri mendampingi kunjungan Presiden di Bumi Seribu Masjid ini. Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 Wita.

Dengan pemikiran besar itu menurut Jokowi, maka alumni-alumni Al-Azhar dapat membangun pemahaman masyarakat tentang moderasi dan toleransi. Karena moderasi dan toleransi merupakan hal penting bagi sebuah bangsa dengan masyarakat yang penuh keberagaman, baik agama, suku maupun bahasa.

Selain itu, Presiden kelahiran Solo tersebut mengisahkan pertemuan-pertemuannya dengan presiden, perdana menteri, atau kepala pemerintahan serta tokoh-tokoh dunia pada konferensi dan summit apapun. Hal utama yang diceritakannya, kata Jokowi bahwa Indonesia merupakan Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Hal kedua yang disampaikan Presiden Jokowi kepada kepala-kepala Negara di dunia adalah, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, sekitar 250 juta jiwa, 17 ribu pulau, dan lebih 1.100 bahasa. Indenesia yang besar ini menurutnya, tidak banyak diketahui oleh tokoh-tokoh dunia. “Banyak yang terkaget-kaget saya ceritakan ini,” ungkap Jokowi di hadapan sekitar seribu masyarakat dan peserta konferensi yang hadir.

Negara yang besar ini lanjut Jokowi, dengan kamajemukan masyarakatnya seperti perbedaan agama, suku dan bahasa merupakan karunia Allah SWT yang harus disyukuri. Sehingga perlu dirawat dengan sungguh-sungguh dan dikelola dengan baik serta penuh kehati-hatian. “Ada pesan beliau yang masih saya ingat, kalau ada gesekan kecil segera selesaikan,” Ungkap Jokowi ketika menceritakan pesan Presiden Afganistan kepadanya saat bertemu dalam sebuah konferensi.

Karenanya, Jokowi mendukung tema yang diusung dalam konferensi tersebut, yaitu Moderasi Islam: Dimensi dan Orientasi. Terlebih menurut Jokowi, bagaimana membangun dakwah yang merangkul semua, terutama anak-anak muda dengan metode-metode efektif seperti media sosial. Di era milenia saat ini dakwah di media sosial dapat dikatakan efektif untuk merangkul anak muda. Dengan demikian, moderasi dan toleransi dapat dipahami dan diterima oleh para generasi muda.

“Kewajiban kita bersama ke depan adalah membangun dakwah-dakwah untuk generasi milenia, agar moderasi Islam dan tolerasi dipahami betul oleh anak-anak muda kita”.

Karena itu, Jokowi mengajak semua untuk membangun ukhawah islamiah, ukhawa wataniah, ukhawa basyariah kita. Karena inilah yang dibutuhkan Negara ini dalam rangka mengejar ketertinggalan dengan Negara-negara lain. Presiden menutup konferensi dengan harapan hasil-hasil konferensi yang ada dapat bermanfaat untuk membangun moderasi dan toleransi di tengah-tengah masyarakat. hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

WAGUB NTB AJAK SISWA CERDAS SIKAPI INFORMASI

MATARAM,DS-ditengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, siswa siswi sebagai generasi penerus bangsa dituntut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *