Jumat , 6 Oktober 2017
Home / Pendidikan / Peredaran Narkoba Mendekati Zona Merah
Hj. Syamsiah M. Amin, saat membuka Penyuluhan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Gedung Sangkareang

Peredaran Narkoba Mendekati Zona Merah

MATARAM,DS-Peredaran narkoba di Indonesia memasuki zona kuning mendekati merah. Narkoba yang beredar saat ini banyak macamnya, bahkan pada obat generik yang mestinya berfungsi untuk menyembuhkan penyakit bila dicampur dengan zat tertentu yang menghasilkan efek sama seperti mengonsumsi narkoba.

“Para Siswa SLTA dan generasi muda umumnya harus diberi pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif betapa bahayanya jika mengkonsumsi narkoba,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi. Pada berbagai kesempatan ia senantiasa mengingatkan kepada para orang tua agar lebih memerhatikan kebutuhan dan pergaulan putra putrinya jangan sampai generasi penerus NTB terjerumus pada kegiatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, termasuk pengaruh penyalahgunaan Narkoba.

Pesan yang sama kembali dititipkan Hj. Erica melalui Wakil Ketua I TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Syamsiah M. Amin, saat membuka Lomba Pidato/Penyuluhan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Gedung Sangkareang, Jum’at (6/10/2017).

Kepada para peserta Lomba yang terdiri para siswa SMU/SMK se-NTB, istri Wakil Gubernur H.Muh Amin itu berharap anak anak menjauhi Narkoba, dengan nenjadikan diri sebagai kader anti narkoba, yang sungguh memahami bahaya atau resiko yang timbul dari pengaruh narkoba tersebut. Karenanya, wawasan tentang bahaya narkoba harus benar benar dikuasai, sehingga nantinya dapat memberikan pemahaman dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Jadilah penyuluh yang baik bagi diri sendiri dan teman-teman  serta masyarakat lainnya untuk menjauhi bahaya narkoba,” harap Hj. Syamsiah.

Istri orang nomor 2 di NTB ini juga mengingatkan kepada ibu-ibu dan guru yang hadir untuk lebih memperhatikan pola asuh anak dengan menerapkan pendidikan karakter. “Sebagai seorang ibu yang mengandung dan melahirkan anak kita harus mendidik anak untuk menjadi generasi emas, generasi yang sehat, cerdas, dan pintar,” himbaunya.

Wanita yang menjabat sebagai Ketua BKOW Prov. NTB ini menyinggung tentang pentingnya menjaga hubungan antara orang tua dan guru, karena guru adalah orang tua kedua di sekolah. Jadi, guru bisa memantau perilaku anak selama di sekolah.

“Pantau anak tidak hanya di rumah saja tetapi ketika bersama dengan teman-temannya, karena lingkungan memberikan pengaruh yang besar dalam pembentukan karakter anak,” katanya.hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

PEMBANGUNAN POLTEKPAR LOMBOK, HARUS CERMINKAN NILAI-NILAI KHAS NTB

PRAYA,DS-Keberadaan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri Lombok diharapkan menjadi salah satu pintu masuk dari kemajuan industri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *