Selasa , 3 Oktober 2017
Home / Pendidikan / PEMBANGUNAN POLTEKPAR LOMBOK, HARUS CERMINKAN NILAI-NILAI KHAS NTB
Gubernur NTB padapeletakan batu pertama pembangunan Poltekpar Negeri Lombok di Desa Puyung, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (2/9/2017)

PEMBANGUNAN POLTEKPAR LOMBOK, HARUS CERMINKAN NILAI-NILAI KHAS NTB

PRAYA,DS-Keberadaan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri Lombok diharapkan menjadi salah satu pintu masuk dari kemajuan industri pariwisata NTB. Karenanya, dalam seluruh proses perencanaan pembangunan Poltekpar tersebut harus mencerminkan nilai-nilai agama dan budaya masyarakat NTB.

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi menegaskan hal itu saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Poltekpar Negeri Lombok di Desa Puyung, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (2/9/2017). Hadir Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kementri Pariwisata RI, Prof. Ahmansyah, Forkompinda Kabupaten Lombok Tengah, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta seluruh elemen Poltekpar Negeri Lombok.

Dalam arahannya Gubernur  meminta seluruh elemen Poltekpar untuk membangun lembaga pendidikan tersebut sebagai sekolah berstandar internasional. Mahasiwa yang menimba ilmu di Poltekpar ini, lanjut TGB diharapkan akan menjadi tulang punggung pembangunan pariwisata di NTB dan Indonesia pada masa yang akan datang.

Itulah sebabnya kualitas pembangunan Poltekpar harus  betul-betul diutamakan, mulai dari kualitas bangunannya sampai dengan proses pendidikan di dalamnya agar benar-benar dipastikan berjalan sebagai tempat pendidikan terbaik di NTB.

Di hadapan ribuan peserta yang hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Poltekpar tersebut, Gubernur mengatakan semangat membangun Nusa Tenggara Barat  tidak boleh putus, harus tetap meningkat.

“Politeknik Pariwisata Negeri Lombok yang ada saat ini adalah merupakan wujud dari perjuangan, satu dari contoh tambahan yang selama ini telah dilalui bersama dalam ikhtiar membangun NTB, bahwa membangun daerah itu perlu kebersamaan perlu kelapangan dada, perlu kebesaran hati, mendahulukan kepentingan jangka panjang dan jangka menengah dari jangka pendek, perlu mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan orang perorang,” katanya.

Gubernur menegaskan Poltekpar Negeri ini merupakan contoh hasil kerjasama dan perjuangan dari semua pihak. Untuk itu, perlu membangun kebersamaan serta menyisihkan kepentingan-kepentingan jangka pendek dan beralih ke kepentingan jangka panjang, yakni meletakkan kepentingan generasi mendatang dengan mengimajinasikan tentang wajah NTB sepuluh hingga dua puluh tahun mendatang.

“Jangan hanya kita berkutat melihat NTB sekarang saja, jangan kita berfikir sebatas hari ini dan esok saja. Tapi coba kita banyangkan dan imajinasikan bagaimana wajah NTB kedepan menjadi wajah yang terbaik, kita buat cita-cita yang paling tinggi,” ungkap Gubernur yang sekaligus ulama kharismatik tersebut.

Gubernur mengharapkan krikil-krikil yang menjadi hambatan, dengan adanya ikhtiar bersama, akan menjadi lancar. Karena cukup banyak daerah-daerah lain di Indonesia ini yang menginginkan pembangunan Poltekpar ini di daerahnya.

Ia mengingatkan dari 90 persen bagian yang ada di Poltekpar Negeri Lombok, 80 persenya harus diisi oleh putra-putri NTB, yakni Lombok dan Sumbawa dengan perimbangan yang baik. Dengan demikian akan tumbuh minat bagi anak-anak muda NTB untuk melihat peluang kerja dimana sebelumnya hanya menjadi PNS saja.

“Dengan adanya sarana ini maka akan terbuka peluang  untuk menjadi insan pariwisata di NTB,” katanya.hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

DI UIN, TGB BERI KULIAH UMUM 

MALANG,DS-Tiba di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat pagi (8/9-2017) sekitar pukul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *