Kamis , 10 Agustus 2017
Home / Pendidikan / NTB MEMILIKI KESUNGGUHAN
Pelaksanaan Diklatpim Tingkat II angkatan ke 43 Tahun 2017, di Wisma Tambora BPSD Provinsi NTB

NTB MEMILIKI KESUNGGUHAN

NTB kini telah ditunjuk oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI sebagai salah satu daerah penyelenggara kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) tingkat II yang memberi pelatihan bagi pejabat setara eselon II seperti Kepala Dinas, Badan dan Kepala Instansi lainnya.

Penunjukan itu didasarkan pada penilaian bahwa Pemerintah Provinsi NTB ¬†memiliki kelebihan dan kesungguhan dibanding daerah lainnya. “Banyak provinsi lain kami tolak,” kata Kepala LAN RI, Dr. Adi Suryanto, M. Si. Tetapi karena melihat Provinsi NTB memiliki kelebihan dan menunjukkan kesungguhan, maka kami pilih sebagai lokasi pelaksanaan Diklatpim II ini,” ujarnya.

Penegasan itu disampaikan Kepala LAN saat membuka Pelaksanaan Diklatpim Tingkat II angkatan ke-43 Tahun 2017, di Wisma Tambora BPSD Provinsi NTB, Rabu (9/8/2017).

Ia berharap Diklatpim II ini menghasilkan lulusan pemimpin yang tidak hanya berwawasan luas, tetapi memiliki jiwa perubahan yang berintegritas. “Kami ingin Diklatpim II ini menghasilkan pejabat yang berperan maksimal dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat dan bisa menciptakan sistem birokrasi yang prosedurnya mudah dan cepat. Selama ini birokrasi di Indonesia terkenal sangat membingungkan seperti komedi putar,” ujarnya.

Ditegaskan, proyek perubahan yang menjadi tugas para peserta Diklatpim II terus dilaksanakan walaupun diklat telah selesai. “Proyek perubahan harus terus dilaksanakan pasca diklat dan dijadikan sebagai proyek jangka menengah bahkan jangka panjang,” ujarnya.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Muh. Amin, SH, M. Si mengapresiasi atas terpilihnya Provinsi NTB sebagai lokasi pelaksanaan diklat kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat II angkatan ke-43. “Ini yang pertama kali dilaksanakan oleh Kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Provinsi NTB. Sebelumnya Diklatpim II dilaksanakan di Kampus Pusdiklat Kepemimpinan Aparatur Nasional di Jatinangor,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wagub juga sempat menyinggung peringkat Indonesia yang berada pada peringkat pertama dalam ketaatan masyarakat terhadap pemerintah. “Ini adalah suatu kebanggaan dan tantangan bagi kita. Artinya masyarakat semakin kritis dalam mengevaluasi kinerja pemerintah,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah harus terus melakukan upaya pembinaan dan pelatihan bagi ASN untuk dapat meningkatkan kualitas ASN terutama dalam jabatan eselon II. Dengan demikian, para pejabat diharapkannya memiliki manajemen kerja dan kepemimpinan, yang tidak hanya mampu menyukseskan agenda reformasi birokrasi. Tetapi juga siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Tentu saja untuk mewujudkan peranan tersebut diperlukan ASN yang memiliki wawasan yang luas dan bertanggung jawab sebagai pelayan publik,” tegas Wagub.

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi NTB, Dr. Ir. H. Abdul Hakim selaku ketua panitia melaporkan pelatihan kepemimpinan II angkatan ke-43 kelas K diikuti oleh 60 orang, terdiri dari 8 orang dari instansi pusat/kementerian negara dan Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND), 10 orang dari pemerintah provinsi, 13 orang dari pemerintah kota, dan 29 orang dari pemerintah kabupaten.

Abdul Hakim juga menyampaikan tujuan dari penyelenggaraan Diklatpim II ini adalah untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan pejabat struktural eselon II yang akan berperan dalam melaksanakan tugas dan fungsi kepemimpinan di instansi masing-masing. “Jadi, dengan Diklatpim II ini kita dapat mewujudkan PNS yang memiliki kompetensi sebagai pemimpin perubahan,” ujarnya.hms

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

PENDIDIKAN BERIMBANG JIKA BERIRINGAN DENGAN AGAMA

MEDAN,DS-Pendidikan akan berjalan baik dan berimbang jika dijalankan beriringan dengan agama. “Agama dan pendidikan, itulah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *