Selasa , 31 Oktober 2017
Home / Pendidikan / Lotim Masuk Kabupaten Contoh Kota Cerdas di Indonesia
Hafni saat menerima rombongan pres trip forum jurnalis NTB, Diskominfotik, Bagian Umum dan Humas Setwan DPRD NTB di kantor Kominfo di Jakarta, Senin (30/10)

Lotim Masuk Kabupaten Contoh Kota Cerdas di Indonesia

JAKARTA, DS -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur direncanakan bakal memperoleh pendampingan dari  Kementerian Kominfo untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM), lantaran masuk 25 kabupaten/kota percontohan menuju “Smart City” (kota cerdas) di Tanah Air.
   Menariknya, Lotim mampu mengungguli Kota Mataram yang sejak awal 2015 lalu memokuskan menjadi Smart City di NTB, namun tidak terpilih masuk 25 daerah percontohan kota cerdas tersebut.
    Kasubdit Aplikasi Layanan Publik e-Goverment Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo, Hafni Septiana Nur Endah mengatakan, pemilihan Lombok Timur masuk ke dalam 25 kabupaten/kota percontohan smart city kali ini melalui proses panjang.
    Sebab, sejumlah kriteria penilaian diantaranya pemenuhan infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan ruang fiskal menjadi catatan utama yang harus dipenuhi kabupaten/kota di Indonesia untuk masuk program tersebut.
   “Jadi tidak bisa hanya berencana dan punya alat mewah kayak di Kota Mataram, tapi aplikasi dan perangkat smart city lainnya sesuai kriteria tidak ada. Yang pasti harus ada inovasi dan integrasinya,”  tegas Hafni saat menerima rombongan Press Trip Forum Jurnalis NTB, Diskominfotik, Bagian Umum dan Humas Setwan DPRD NTB di kantor Kominfo di Jakarta, Senin (30/10).
     Menurut dia, khusus di Lotim yang menjadi starting point terkait penunjukkan Smart City lantaran adanya sisi kondisi keuangan daerah (KKD) yang penilaiannya diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
     Hafni mengaku, program Smart City juga harus melibatkan pihak Kementerian lainnya untuk melakukan penilaian. Dimana, sejumlah kementerian didukung oleh Bappenas dan Kantor Kepresidenan Republik Indonesia sepakat untuk menginisiasi gerakan 100 Smart City di Indonesia. Gerakan ini dimulai dengan 25 kota/kabupaten yang dipilih untuk mengikuti program ini.
     Dikatakannya, untuk memilih 25 daerah tersebut, pada 2-3 Mei 2017 lalu, pihaknya memanggil perwakilan dari 65 daerah untuk menjalani proses assessment.
    Pada proses assessment ini, Kominfo melibatkan 19 tim ahli yang akan membantu menilai kesiapan tiap daerah dalam melakukan inisiatif Smart City, sekaligus memberikan pengarahan kepada pemerintah daerah untuk menyusun roadmap dan mengimplementasikan inisiatif Smart City.
     Harapannya, pada tahun 2019 nanti ada 100 pemda di Indonesia yang telah berhasil mengimplementasikannya.
    “Transformasi digital tidak cuma terjadi di sektor swasta, namun juga terjadi di pemerintah dan masyarakat,” tegas Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti, terpisah.
      Mantan Kepala RRI itu juga menekankan, program ini akan mendorong inisiatif smart city ke pemerintah daerah. Hal ini dikarenakan inisiatif terkait smart city ini akan disesuaikan dengan keunggulan maupun kebutuhan tiap daerah.  “Sehingga, kedepannya, kebijakan inj bukan lagi cuma dari pemerintah pusat” ujar Niken.
     Hafni Septiana menuturkan, adanya proses assesment yang kini dilakukan pihaknya, diharapkan tiap daerah bisa dengan jelas mengidentifikasi kebutuhan daerahnya, dan kemudian membuat blue print Smart City sesuai kebutuhan tersebut.
     Pada akhirnya, inisiatif itu pun akan mewujudkan pada perbaikan kualitas hidup warga dan kotanya. Namun, kesuksesan atau tidaknya program smart city tetap tergantubg pada keseriusan kepala daerahnya.
    “Jika bupati/walikotanya tidak fokus alias setengah-setengah, tentu program yang kita assessment jelas tidak akan berguna. Karena fokus kami lebih pada upaya menggerakkan daerah agar lebih inovasi dan responsif kedepannya,” tandas Hafni Septiana Nur Endah.
     Sementara itu,  sejumlah kementerian yang terlibat dalam Gerakan Menuju 100 Smart City ini antara lain adalah Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Kementrian UKM. fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

TGB: KARAKTER SDM MENENTUKAN SUATU BANGSA

MATARAM,DS-Suatu negara akan mampu membangun ekonomi yang kuat, bertahan di tengah berbagai tantangan serta meningkatkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *