Sabtu , 2 Juni 2018
Home / Pendidikan / Inilah Investasi Sosial Ali BD yang Tidak Mungkin Dilupakan Masyarakat Lombok
Cawagub Mori Hanafi mencium tangan Cagub H. Ali Bin Dachlan disaksikan para cagub dan cawagub lainnya usai debat kandidat tahap pertama, beberapa hari lalu

Inilah Investasi Sosial Ali BD yang Tidak Mungkin Dilupakan Masyarakat Lombok

MATARAM,DS-Pada saat calon-calon gubernur lain mungkin sedang menempuh pendidikan dan meneliti karier, Ali BD telah berkiprah dengan aneka program (sejak 1983) sebelum jadi bupati tahun 2003. Investasi sosial dalam pembangunan itulah yang membuat masyarakat Lombok tidak mungkin melupakan Ali. Sehingga, karena kiprahnya itu, ratusan ribu warga mendukungnya sebagai calon gubernur dari jalur independen.

Berikut beberapa petikan sepak terjang Ali BD sebagaimana dicatat mantan Direktur Islam Relief, H.M.Dony Supanra.

• Program pengembangan dan pembinaan kelompok pedagang kecil perempuan di Lobar (sebelum terbentuk kota Mataram) tahun 1984-1987. Bekerja sama dengan HIVOS (Belanda)
• Program Keterampilan Menjahit untuk wanita putus sekolah di Lombok Timur pada tahun 1984-1985 bekerja sama dengan CUSO (Kanada)
• Bimbingan untuk petani bawang merah di Lombok Tengah, bekerjasama dengan Institute of Development Studies Jakarta (LSP), 1985.
• Penelitian dan pengembangan pedagang kaki lima Lobar (Mataram) bekerjasama dengan Akademi Manajemen Mataram (AMM) pada tahun 1984.
• Family Guidance Association berencana berkolaborasi dengan Indonesian Doctor Association ( Ikatan Dokter Indonesia )
• Publikasi dan penambahan buku perpustakaan di Pusat Pelatihan dan Pendidikan YSM , 1990 bekerja sama dengan THE ASIA FUNDATION.
• Pembinaan dan pengembangan “mendong / pandan” daun pengrajin di Kabupaten Aikmel dan Sukamulia Lombok Timur (1986-1989). Bekerjasama dengan USAID dan Bina Desa Jakarta.
• Peningkatan pendapatan Tenun Pengrajin di Marong dan Pedagang kecil di Pajangan dan petani ayam di Nyerot Lombok Tengah (1987-1989) dengan FISKA
• Program peningkatan ketrampilan memancing dengan dibukanya workshop galangan kapal Tahun 1990-1992. bekerjasama dengan HIVOS
• Meningkatnya pendapatan nelayan dan penjual ikan perempuan di Kabupaten Keruak 1990-1995 bekerja sama dengan HIVOS
• Program pertanian terpadu di sub -district dari K e Ruak (1987-1993). Bekerja sama dengan HIVOS
• Program pengembangan perikanan di Lombok Utara. Tahun 1983-1985 Bekerja sama dengan HIVOS
• Memberikan Beasiswa kepada Anak – anak berprestasi baik dari orang tua miskin , Tahun 1988-1990
• Program Peningkatan dan pendapatan petani dan pengrajin dan pengumpul sampah di NTB 1988-1991. YSM menjadi organisasi payung LSM yang ada di NTB bekerja sama dengan SDC. Swiss
• Program pemberdayaan nelayan tradisional di Kecamatan Keruak 1995-1998. dengan HIVOS
• Pembinaan pemulung dan pengrajin kaleng dan sektor informal di wilayah Mataram. Swiss SDC
• Peningkatan pendapatan pekerja bidang pertanian di Desa Sesela Lombok Barat (1985-1988) dengan CIDA (Kanada).
• Program penggemukan sapi untuk petani tanpa lahan di Lombok Timur Tahun 1997-1990 kerjasama USAID (Amerika Serikat).
• Program promosi kesehatan ibu hamil, bayi dan balita melalui pendistribusian makanan sehat seperti Gandum Kedelai Wheat Soy Blend dan Beras (1991-1998). Lokasi Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Sumbawa, dan Kota Mataram . Bekerja dengan CRS (Catholic Relief Services)
• Program peningkatan Joint venture melalui simpan pinjam (UBSP) 1987-1993.) Di Lombok Timur kerjasama dengan CRS
• F ood for Work Program (Padat Karya Pangan) di lebih dari 164 ( seratus enam puluh empat) desa di wilayah NTB (1991-1998). Dengan CRS -USAID , Proyek ini membangun jalan, tangkapan air (embung, bendungan), jembatan, fasilitas pertanian, dll.
• Penanaman Mangrove / Reboisasi di pantai di Keruak Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa Tahun 1992-1995.
• Program jaring pengaman sosial di bidang kesehatan (1999-2000) Kota Mataram .
• Program bantuan hukum dalam rangka kerja sama dengan instansi lain di Pulau Lombok dan Sumbawa. (untuk kelompok sasaran yang membutuhkan bantuan hukum)
• Program pengembangan masyarakat di wilayah lahan kering di Dompu Bima dan Kabupaten Sumbawa. (PIDRA) 2001 sampai 2004, bekerja sama dengan IFAD ( Markas Besar di Italia) ) .
• Program Rehabilitasi Kesehatan (Divisi Biskuit) terintegrasi melalui Puskesmas Plus dan Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah bekerjasama dengan WFP – PBB (Program Pangan PBB) sejak tahun 2005 sampai dengan Juni 2011.
• Kampanye Cuci Tangan dengan Sabun dengan Air Mengalir bekerjasama Lombok Timur dengan WFP, Unilever, dan pemerintah daerah NTB Nusa Tenggara Barat
• Kampanye publik tentang aneka makanan dan makanan bergizi, aman dan sehat yang seimbang, bekerja sama dengan WFP-Unilever, BUKPD-Konsorsium LSM lokal (YSM, Annisa dan YKSSI) dengan pemerintah provinsi NTB

Bisnis pendukung
• Pada tahun 1990, mendirikan Bank Rakyat Kredit (BPR) Segara Anak Kencana (BSK) yang berbasis di Aikmel di Kabupaten Lombok Timur.
• Pada tahun 1992 ,mendirikan BPR Bank Samawa Kecana (BSK) di Kecamatan Alas Sumbawa.
• Pada tahun 1996 mengambil alih Bima Abdi Swadaya Credit Bank (BIAS) di Bima.
• PT Genta Gumi Selapawis tahun 1995 yang bergerak di bidang Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja.

 

Pendidikan dan penelitian
Pembentukan pusat pelatihan juga memainkan peran utama di balik berdirinya Universitas Gunung Rinjani, (UGR) pada tahun 1996
Ali BD secara aktif terlibat pada penelitian dan program evaluasi bekerjasama dengan pemerintah daerah seperti penelitian tentang perempuan Sasak dalam pembangunan di Pulau Lombok, Sinergi operasi kepatuhan Patut Patuh Patju; Penelitian sosial dan budaya.

 

Strategi dan mazhab pembangunan Ali BD
Strategi umumnya (khususnya di pemerintahan) adalah dengan membangkitkan aktivitas ekonomi dan mengoptimalkan dampak ekonomi berlipat dari Infrastruktur serta mendorong kemampuan berswadaya. Strategy pemanfatan APBD adalah dengan menghemat, menghindari hutang serta menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD).serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan desanya.
Peran masyarakat sipil sebagai alternatif dalam mengatasi masalah sosio-ekonomi akan semakin kuat di masa depan. Pemenang Nobel Ekonomi tahun 2009 (Olliver Williamson dan Elinor Ostorm) menyimpulkan bahwa Organisasi Masyarakat Sipil lebih dapat diandalkan dalam memulihkan kondisi sosial ekonomi.

Ali BD mengenalkan program percontohan masyarakat sipil pada akhir tahun 2003 (6 tahun lebih awal dari pemenang Nobel tsb), melalui Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) Lombok Timur, yang pada tahun 2003-2009 menjadi lembaga filantropi paling dinamis di tingkat kabupaten dan kota di kawasan timur Indonesia.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Mana yang Lain, Hanya Ali BD yang Jawab Tantangan Pemuda Muhammadiyah

MATARAM,DS-Hanya Amaq Asrul Calon Gubernur NTB yang menghadiri acara Rapat Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Nusa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *