Senin , 14 Agustus 2017
Home / Pendidikan / HORE! SEBANYAK 49 GGD DAN 660 OPERATOR SEKOLAH TERIMA SK
Bupati serahkan SK

HORE! SEBANYAK 49 GGD DAN 660 OPERATOR SEKOLAH TERIMA SK

SEONG,DS-Pelaksanaan penyerahan Keputusan Pengangkatan Calon Pegawai Negri Sipil Program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebanyak 49 orang dan 660 operator Sekolah di serahkan oleh Bupati Lombok Timur, Senin (14/8) di Ball Room Lantai II Kantor Bupati Lombok Timur.Hadir pada acara penyerahan SK tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim dan Kepala Dinas terkait.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Timur, HM. Ali Bin Dachlan, menyebutkan bahwa tidak ada daerah di Lombok Timur ini yang masuk dalam kategori daerah terpencil yang sebenarnya (yang harus diberikan guru garis depan). Beberapa daerah yang ditunjuk sebagai penerima GGD ini adalah daerah-daerah yang sudah maju. Sebut saja, Sembalun, daerah ini adalah kawasan wisata, Sambelia juga adalah daerah pertumbuhan baru yang sarana prasarana infrastruktur penunjangnya sudah sangat bagus.

Kondisi yang sama juga dengan di Pulau Maringkik yang memang harus menggunakan alat transportasi laut. Namun, jarak tempuhnya dari daratan sangat singkat. “Tidak ada daerah di Lombok Timur yang ditempuh dalam waktu 2 jam. Karena memang tidak ada yang tergolong terpencil. Semua dapat dikunjungi dengan mudah dengan transportasi yang banyak serta ketersediaan listrik juga yang sudah ada,” ujar Bupati. Karena itulah Bupati menyampaikan kepada para CPNS kategori GGD ini bahwa mereka harus senang karena bertugas di daerah yang sudah maju, bukan di daerah terpencil.

Bupati juga menyinggung persoalan banyaknya GGD yang ditempatkan di Lombok Timur ini berasal dari luar daerah. Hal ini dikatakannya karena pengangkatan GGD ini dilakukan pemerintah pusat yang semua proses seleksi ditangani pemerintah pusat. Daerah hanya sebagai penerima manfaat dan tidak memiliki kewenangan dalam menentukan kelulusan peserta. Meskipun demikian, pemerintah daerah tetap mendapatkan manfaat yang besar dari adanya penempatan GGD ini di Lombok Timur. Sebab, kondisi yang ada saat ini, Lombok Timur terus kekurangan guru. Sedangkan, tidak ada aturan yang membolehkan daerah untuk pangangkatan guru PNS.

Dikatakan Bupati, setiap tahun, Lotim kehilangan 200 an guru yang pensiun. Sedangkan, pengangkatan guru PNS baru tidak ada. Oleh karena itu, Lotim patut berterima kasih karena melalui program GGD ini, tambahan guru bisa diberikan pusat. Walaupun jumlahnya sangat terbatas yang tidak sesuai dengan yang pensiun.

Adapun terkait pengangkatan operator sekolah sebagai honor daerah yang cuma ada di Lombok Timur Bupati menilai jabatan operator sekolah adalah profesi yang sangat vital dalam lingkungan sekolah. Karena itulah, nasibnya harus diperhatikan dan kalau perlu gajinya bisa dinaikkan tahun depan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur, L. Suandi, S. Sos menyampaikan bahwa pendidikan telah mengupayakan perbaikan sistem komunikasi dan informasi, melalui Dapodik yang merupakan sistem pendataan dan pengelolaan data-data pendidikan yang bersifat mikro secara online dan real time.

Ada 3 Jenis data utama pendidikan yang dikelola pada sistem Dapodik yaitu data sekolah, data siswa dan data guru / karyawan.Dalam implementasinya Dapodik untuk melakukan pengelolaan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur diperlukan seorang operator pendidikan yang melakukan sistem input data ke server pusat. Elemen-elemen data yang masuk ke dalam Dapodik, ungkap Suandi, terdiri dari Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Pendidikan (NUPTK) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

Seiring dengan adanya kemajuan dan perkembangan teknologi komputer, jaringan sistem pendataan menggunakn cara online. Artinya sekolah hanya perlu membentuk atau menunjuk seseorang yang bisa mengolah data serta memahami sistem yang ada pada aplikasi pendataan Dapodik.

Sementara untuk GGD harus unggul dalam kompetensi pedagonik, unggul dalam penguasaan bidang keahlian, unggul dalam kompetensi kepribadian, unggul dalam Kompetensi sosial, yang disertai dengan Karakter kuat dan cerdas, cinta tanah air, memiliki jiwa kesepenuhatian dan kemurahatian dalam melaksanakan tugas pendidikan. “Dan Hak program PPG ini akan diberikan Sertifikat Pendidik Profesional,” katanya.

“Berdasarkan Permennegpan dan Reformasi Birokrasi nomor 16 tahun 2009, yang dimksud dengan Pengembangan Keprofesian Berkelnjutan (PKB) adalah pengembangan Kompetensi guru yang dilaksanakn sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalnya,” ungkap Suandi.
Pada kesempatan itu juga Bupati menyerahkan SK kepada perwakilan.hmslt

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

NTB TERUS PERKUAT SINERGITAS DENGAN BPK DAN PENEGAK HUKUM

MATARAM,DS-Gubernur NTB, Dr. TGH M Zainul Majdi mengungkapkan kini pihaknya terus meningkatkan sinergisitas dan kerjasama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *