Minggu , 1 Oktober 2017
Home / Pendidikan / Densus 88 Datang, Ust. Tafa’ul : Kami Bukan Penentang Pemerintah
Silaturrahmi Densus 88 dengan Daarusy syifa'

Densus 88 Datang, Ust. Tafa’ul : Kami Bukan Penentang Pemerintah

SELONG,DS-Keberadaan Pondok Pesantren atau Pondok Islami Daarusy Syifa’ Dusun Tirpas Desa Tirtanadi Kecamatan Labuhan Haji sudah sejak lama menjadi sorotan aparat kepolisian hingga di level markas besar (mabes) Polri di Jakarta. Hal itu disebabkan karena para pentolan pesantren ini dinilai cukup aktif dalam pergerakan menuntut penegakan syari’ah Islam di Indonesia melalui organisasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).

Seakan tak pernah terlewatkan, perhatian Mabes Polri kembali terlihat dengan adanya kunjungan Tim Korbinmas Baharkam Polri yang termasuk di dalamnya anggota Tim Densus 88 yang fokus dalam menangani masalah terorisme pada Kamis (4/5) lalu. Kehadiran tim ini di pesantren yang dipimpin Ust. Tafa’ul Amri Jaya tersebut bertujuan untuk menyambung silaturrahmi antara aparat kepolisian bersama keluarga besar pondok pesantren yang lekat dengan tokoh nasional Abu Jibril yang sempat diduga sebagai salah seorang yang terlibat dalam aksi terorisme di tanah air ini.

Disampaikan salah seorang anggota Densus 88 yang turut hadir dalam acara silaturrahmi tersebut, AKBP Kurnia Jaya, kedatangan Team Korbinmas Baharkam Polri murni untuk menyambung silaturrahmi kepolisian dengan pihak pesantren seraya mengajak semua elemen bangsa agar ikut serta dalam menjaga keamanan dan ketenteraman negara.

Saat dikonfirmasi usai acara, Kurnia Jaya menyampaikan bahwa Densus 88 tidak hanya memperhatikan Pondok Pesantren Daarusy Syifa’ saja, semua kelompok masyarakat lainnya di NTB juga mendapatkan perhatian. Dengan melakukan kunjungan ke kantong-kantong kelompok masyarakat, diharapkan terjalin komunikasi yang baik. Sehingga dapat terbangun sinergitas dalam menciptakan ketenteraman di tengah masyarakat.

Selaku aparat yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Densus 88 akan terus mengupayakan langkah-langkah antisipasi terhadap timbulnya gangguan kamtibmas, khususnya yang berkaitan dengan isu terorisme yang kerap muncul dari kelompok-kelompok yang dianggap memiliki pemahaman yang radikal dengan memperhatikan setiap potensi munculnya gerakan-gerakan yang dapat mengganggu keamanan negara dan rakyat, walau sekecil apapun potensi tersebut.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan sebagaimana yang terjadi beberapa tahun lalu.
Karena sering dikaitkan dan disebut sebagai kelompok radikal dan bahkan sebagai kelompok yang terlibat dalam tindakan terorisme di tanah air.

Pondok Islami Daarusy Syifa’ Dusun Tirpas Desa Tirtanadi Kecamatan Labuhan Haji melalui pimpinannya, Ust. Tafa’ul Amri Jaya menegaskan bahwa lembaga pendidikannya bukanlah organisasi yang menentang pemerintah dan juga tidak pernah terlibat persoalan terorisme. Itu ditegaskannya di hadapan Team Korbinmas Baharkam Polri yang di dalamnya ada unsur dari Densus 88 yang selama ini fokus dalam menindak aksi terorisme di Indonesia.

Saudara dari Abu Muhammad Jibril ini menegaskan bahwa pesantrennya yang memang memiliki hubungan langsung dengan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang kerap menyuarakan penegakan syari’ah Islam, bukanlah lembaga pendidikan yang menentang pemerintah, melainkan menentang setiap kemunkaran.

Menurutnya, semua pihak harus dapat membedakan, mana tindakan yang menentang pemerintah dan mana yang menentang kemunkaran. Pondok Islami Daarusy Syifa’ berdiri pada posisi sebagai penentang kemunkaran, siapa pun pelakunya. Termasuk, kalau kemunkaran itu dilakukan oleh pemerintah.

“Hubungan kami dengan pemerintah sangat baik. Jadi, kami ini bukan penentang pemerintah. Kami hanya menentang kemunkaran. Siapapun pelakunya. Mau dia itu pemerintah atau siapapun. Masa’ kalau pemerintah salah atau berbuat munkar, kita diam saja ? Tentu tidak. Saya rasa semua umat Islam faham betul dengan ajaran agamanya yang mewajibkan untuk memberantas kemunkaran,” ungkapnya.

Karena memiliki sikap tegas terhadap pelaku kemunkaran, walaupun yang melakukan itu adalah oknum pemerintah, itulah sebabnya, kalangan pesantren Daarusy Syifa’ kerap dikategorikan sebagai kelompok radikal. Hal itu tidak ditampik Ust. Tafa’ul dengan menegaskan bahwa dalam memahami agama Islam, ummatnya harus memiliki sikap yang radikal yang artinya harus mampu memahami ajaran Islam sampai ke akar-akarnya.

Diutarakannya bahwa selama ini, Daarusy Syifa’ memiliki hubungan baik dengan pemerintah. Terbukti, pemerintah tetap memberikan bantuan bagi lembaga pendidikan yang dijalankannya.

Dalam kesempatan itu pula, Ust. Tafa’ul juga menepis anggapan sejumlah pihak yang menyebutkan bahwa Daarusy Syifa’ menutup diri terhadap lingkungan sekitar. Kalau itu benar, tentunya lingkungan sekolah akan dipagari dengan tembok yang tinggi dan tidak memberi akses kepada masyarakat sekitar untuk mengetahui kegiatan para santri. Namun, apa yang dilakukan pihak pesantren adalah sebaliknya, membiarkan sekolahnya tidak memiliki pagar dan berada di lingkungan pemukiman masyarakat.

“Bagaimana bisa, kita dikatakan tertutup. Sekolah kita saja tidak ada pagarnya. Semua orang bisa bebas keluar masuk dan berada berdampingan dengan perumahan masyarakat lainnya. Semua santri dan pengajar membaur dengan masyarakat sekitar,” tegasnya. krisma ag

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

PANCASILA, LAHIR DARI PARA TOKOH YANG DEKAT DENGAN ALLAH SWT

JATIM,DS-Pancasila merupakan pondasi bagi bangsa Indonesia dalam mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Gubernur Nusa …

No comments

  1. Your comment is awaiting moderation.

    I have to thank you for the efforts you’ve put in penning this website.
    I really hope to view the same high-grade content by you later on as well.
    In fact, your creative writing abilities has encouraged me to
    get my own, personal blog now 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *